Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Kawasan Industri Jababeka Rilis Obligasi Rp2,45 Triliun.

Adhitya Himawan | Suara.com

Senin, 10 Oktober 2016 | 14:01 WIB
Kawasan Industri Jababeka Rilis Obligasi Rp2,45  Triliun.
Salah satu pabrik di Kawasan Industri Lippo Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (30/9/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII) emiten ke-13 melantai di bursa tahun ini. Setelah mencatatkan saham di papan bursa optimis bisa mencetak kinerja gemilang.

Penjelasan tersebut tertuang dalam keterangan resmi Direktur PT Investa Saran Mandiri, Hans Kwee, Senin (10/10/2016)

Perusahaan penjualan dan pemasaran gas industri ini yakin dapat mencapai target pertumbuhan 20 persen. Presiden Direktur AGII mengatakan, perekonomian Indonesia berpotensi tumbuh pesat. Apalagi, ada dukungan dari kebijakan pemerintah berupa amnesti pajak, penurunan suku bunga per-bankan, pembangunan infrastruktur, pertumbuhan di sektor medis, dan industrialisasi. Sebagai perbandingan, tahun lalu AGII berhasil membukukan penjualan sebesar Rp1,43 triliun. Ini berarti, tahun ini perusahaan yang berdiri 1916 silam tersebut ingin mengantongi penjualan mencapai Rp1,72 triliun.

"Emiten yang bernaung di bawah Samator Group ini akan menggunakan 40 persen dana IPO untuk ekspansi jaringan usaha, 40 persen buat pelunasan utang, dan si-sanya untuk modal kerja dan anak usaha mereka," kata Hans.

Adapun PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) merilis obligasi senior 186 juta Dolar Amerika Serikat (AS) atau Rp2,45 triliun, bertenor tujuh tahun hingga 2023. Ini adalah realisasi rencana KIJA untuk menerbitkan notes sebanyak-banyaknya 200 juta Dolar AS. Berdasarkan laporan resmi KIJA kupon notes anyar tersebut sebesar 6,5 persen. "Ini lebih rendah daripada notes lama, 7,5 persen," ujar Hans.

Surat utang itu dirilis untuk meng-ganti senior notes 260 juta Dolar AS yang jatuh tempo pada 2019. Keputusan KIJA masuk ke pendanaan obligasi merupakan efek dari agresifnya emiten ini berekspansi sejak 2011. Kebutuhan dana untuk akuisisi lahan jauh lebih besar ketimbang cash flow sehingga opsi obligasi pun ditempuh. Tanggungan bunga KIJA justru terus turun. Tahun ini, interest coverage KIJA memang diprediksi mencapai 3,4 persen, naik dibandingkan tahun lalu 2,6 persen.

"Tapi, angka itu masih lebih kecil daripada periode 2011 yang mencapai 5,4 persen," tutup Hans.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Saham AS Melembah Akibat Data Nonfarm Dibawah Estimasi

Saham AS Melembah Akibat Data Nonfarm Dibawah Estimasi

Bisnis | Senin, 10 Oktober 2016 | 13:49 WIB

Sido Muncul Makin Gencar Ekspansi Bisnis ke Indonesia Timur

Sido Muncul Makin Gencar Ekspansi Bisnis ke Indonesia Timur

Bisnis | Jum'at, 07 Oktober 2016 | 13:21 WIB

Pasar Saham Eropa Berakhir Melemah

Pasar Saham Eropa Berakhir Melemah

Bisnis | Jum'at, 07 Oktober 2016 | 12:50 WIB

Harga Ayam Stabil, Kinerja JAPFA Bertahan

Harga Ayam Stabil, Kinerja JAPFA Bertahan

Bisnis | Rabu, 05 Oktober 2016 | 12:26 WIB

Khawatir Stabilitas Deutsche Bank, Saham Amerika Melemah

Khawatir Stabilitas Deutsche Bank, Saham Amerika Melemah

Bisnis | Rabu, 05 Oktober 2016 | 12:15 WIB

Garuda Metalindo Telah Pakai Dana IPO Rp204,75 Miliar

Garuda Metalindo Telah Pakai Dana IPO Rp204,75 Miliar

Bisnis | Selasa, 04 Oktober 2016 | 15:59 WIB

Meski Terpengaruh Sentimen Deutsche Bank, Saham Eropa Menguat

Meski Terpengaruh Sentimen Deutsche Bank, Saham Eropa Menguat

Bisnis | Selasa, 04 Oktober 2016 | 15:49 WIB

Penjualan PT PP Properti di Kuartal III 2016 Rp1,5 Triliun

Penjualan PT PP Properti di Kuartal III 2016 Rp1,5 Triliun

Bisnis | Senin, 03 Oktober 2016 | 15:46 WIB

Kecemasan Atas Deutsche Bank AG Membebani Saham Asia dan Eropa

Kecemasan Atas Deutsche Bank AG Membebani Saham Asia dan Eropa

Bisnis | Senin, 03 Oktober 2016 | 15:39 WIB

Penjualan Semen Indonesia Sepanjang Agustus Naik 187 Persen

Penjualan Semen Indonesia Sepanjang Agustus Naik 187 Persen

Bisnis | Rabu, 21 September 2016 | 10:18 WIB

Terkini

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:10 WIB

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:01 WIB

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50 WIB

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:10 WIB

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:52 WIB

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:46 WIB

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:41 WIB

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:22 WIB

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:15 WIB

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:05 WIB