Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Kondisi Likuiditas BNI Diyakini Cukup untuk Topang Kredit

Adhitya Himawan | Suara.com

Kamis, 13 Oktober 2016 | 20:42 WIB
Kondisi Likuiditas BNI Diyakini Cukup untuk Topang Kredit
Dewan Direksi BNI di Jakarta, Kamis (13/10/2016). [Antara/Prasetyo Utomo]

PT. Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk meyakini likuiditas masih mencukupi hingga akhir tahun untuk mencapai target pertumbuhan kredit sebesar 16-17 persen, meskipun rasio pinjaman terhadap simpanan hingga triwulan III 2016 sudah melebihi ketentuan maksimum yang disarankan Bank Indonesia.

Direktur Utama BNI Ahmad Baiquni di Jakarta, Kamis (13/10/2016) mengatakan memang rasio pinjaman terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR) hingga kuartal III sudah 92,8 persen atau melebihi batas atas rasio likuiditas yang disarankan Bank Indonesia.

Namun, kata dia, jika turut menghitung sumber pendanaan dari pinjaman bilateral maka LDR BNI bisa di bawah 92 persen. Pinjaman bilateral itu juga yang turut diandalkan BNI untuk mendongkrak penyaluran kredit.

"Likuiditas masih dalam kategori aman. Sebab, sumber dana kami di luar komponen LDR masih cukup besar, seperti pinjaman bilateral antarbank," kata dia.

Pinjaman bilateral itu berasal dari China Development Bank, yang banyak disalurkan untuk kredit infrastruktur.

Baiquni mengatakan dengan perkiraan kredit tumbuh di 16-17 persen, maka laba bersih juga dia yakini akan tumbuh di atas 9 persen atau dua digit.

Di sisi lain, kata Baiquni, meskipun LDR perseroan sebesar 92,8 persen, pihaknya tidak akan terganjar sanksi penaikan Giro Wajib Minimum (GWM) oleh BI. Pasalnya, rasio kecukupan modal (CAR) BNI hingga Kuartal III-2016 sebesar 18,4 persen.

"Tapi kami tetap di akhir tahun akan mengupayakan LDR di bawah 92 persen di akhir 2016," ucap dia.

Hingga kuartal III-2016, kredit BNI sebesar Rp372,02 triliun atau tumbuh 21,1 persen dibandingkan dengan periode yang sama 2015. Pertumbuhan kredit itu membawa BNI menikmati laba bersih pada kuartal III-2016 sebesar Rp7,72 triliun atau bertumbuh 28,7 persen.

Namun, pertumbuhan kredit dua digit itu menyisakan kenaikan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) menjadi 3,1 persen dibandingkan periode yang sama di 2015 yang sebesar 2,8 persen.

"Kami akan hati-hati terutama untuk sektor kredit bermasalah. Target NPL di bawah 3,1 persen akhir tahun," ujarnya.

Dengan target kredit 16-17 persen, BNI membidik pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) hingga akhir 2016 sebesar 15-16 persen. Hingga akhir Kuartal III-2016 penghimpunan DPK BNI mencapai Rp401,88 triliun atau meningkat 15 persen. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BNI Segera Buka Cabang di Malaysia Pada Semester I 2017

BNI Segera Buka Cabang di Malaysia Pada Semester I 2017

Bisnis | Kamis, 13 Oktober 2016 | 20:38 WIB

Laba Bersih BNI Naik 28 Persen di Kuartal III 2016

Laba Bersih BNI Naik 28 Persen di Kuartal III 2016

Bisnis | Kamis, 13 Oktober 2016 | 20:34 WIB

Kredit Program JARING Bank Mandiri Telah Capai Rp1,33 Triliun

Kredit Program JARING Bank Mandiri Telah Capai Rp1,33 Triliun

Bisnis | Kamis, 13 Oktober 2016 | 20:28 WIB

BNI Himpun Dana Tebusan Tax Amnesty Rp7,6 Triliun

BNI Himpun Dana Tebusan Tax Amnesty Rp7,6 Triliun

Bisnis | Rabu, 12 Oktober 2016 | 20:14 WIB

QNB Group Bukukan Laba Bersih 2,7 Miliar Dolar AS di Q3 2016

QNB Group Bukukan Laba Bersih 2,7 Miliar Dolar AS di Q3 2016

Bisnis | Rabu, 12 Oktober 2016 | 18:58 WIB

Himpunan Bank BUMN Incar Jadi Penyalur Bantuan Sosial Non Tunai

Himpunan Bank BUMN Incar Jadi Penyalur Bantuan Sosial Non Tunai

Bisnis | Senin, 10 Oktober 2016 | 12:35 WIB

Bank Mandiri Salurkan KUR Buat Nelayan di Lamongan

Bank Mandiri Salurkan KUR Buat Nelayan di Lamongan

Bisnis | Jum'at, 07 Oktober 2016 | 11:24 WIB

Bank Mandiri Optimis Laba Akhir 2016 akan Membaik

Bank Mandiri Optimis Laba Akhir 2016 akan Membaik

Bisnis | Senin, 03 Oktober 2016 | 16:29 WIB

Bangun 5 Bandara, Bank Mandiri Beri Kredit Sindikasi Rp4 Triliun

Bangun 5 Bandara, Bank Mandiri Beri Kredit Sindikasi Rp4 Triliun

Bisnis | Senin, 03 Oktober 2016 | 16:25 WIB

Kredit Infrastruktur Bank Mandiri Makin Menggeliat

Kredit Infrastruktur Bank Mandiri Makin Menggeliat

Bisnis | Senin, 03 Oktober 2016 | 16:18 WIB

Terkini

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:32 WIB

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB

Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah

Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:40 WIB

Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?

Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:30 WIB

Rupiah Kembali Merosot ke Level Rp 17.382, Apa Penyebabnya?

Rupiah Kembali Merosot ke Level Rp 17.382, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:18 WIB