PT Investa Stellar Dana Tertarik Bisnis Energi Terbarukan

Adhitya Himawan Suara.Com
Selasa, 18 Oktober 2016 | 17:22 WIB
PT Investa Stellar Dana Tertarik Bisnis Energi Terbarukan
Ilustrasi briket kelapa. [Shutterstock]
Bisnis briket kelapa untuk kebutuhan ekspor menarik minat perusahaan private equity asal Indonesia PT Investa Stellar Dana Kelola (ISDK) milik Investa Grup untuk terjun kedalam bisnis tersebut. ISDK mengakuisisi sebagian saham sebuah perusahaan pengekspor briket kelapa.
 
Menurut Direktur ISDK Jhon Veter, briket kelapa merupakan bisnis energi terbarukan yang memiliki potensi pertumbuhan yang bagus, "saat ini energi fosil sudah banyak ditinggalkan. Briket kelapa bahan bakunya seratus persen lokal dan permintaan pasar luar negeri cukup bagus," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/10/2016). 
 
Jhon Veter menuturkan, sebelum ISDK berinvestasi di perusahaan pengekspor briket kelapa ini, perusahaan tersebut mengirimkan dua kontainer per bulannya untuk memenuhi permintaan dari pasar Timur Tengah dan Eropa. Saat ini mampu mengirimkan 10 kontainer setiap bulannya. Ada pun satu kontainer berisi sekitar 20  ton briket kelapa.
 
Terkait hal-hal yang dilakukan terkait pelonjakan produksi, ia menuturkan setelah ISDK masuk diperusahaan tersebut, ISDK melakukan mekanisasi dengan menambah mesin untuk optimalisasi produksi dan melakukan Standar Operational Procedure (SOP) untuk produksi dan pengiriman. "Mulai dari produksi, pencampuran briket hingga proses oven, kita menggunakan mesin," terangnya.
 
Sedangkan pabrik pembuatan briket kelapa ada di Cikunir, Bekasi Jawa Barat. Dilahan seluas 1,5 hektar tersebut, bahan-bahan baku yang dikirim dari Gorontalo, Bondowoso, Bengkulu dan daerah lainnya masih berupa arang. Di Cikunirlah, arang diproses menjadi briket, dikemas dan siap kirim. 
 
"Ada juga permintaan ekspor ke pasar Jepang, saat ini kami sedang mempelajarinya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat dapat terealisir," ujarnya. John memaparkan keunggulan briket kelapa yang diantaranya memiliki kandungan kalori yang tinggi dan debu yang lebih sedikit dibanding batu bara. 
 
Saat ini permintaan briket kelapa dari pasar nasional terbilang minim, hanya kurang dari sepuluh persen yag diproduksi dan dipasarkan ke pasar lokal. Direktur ISDK ini optimis dengan pertumbuhan energi terbarukan karena energi fosil sudah ditinggalkan banyak orang. "Kita harus mengoptimalisasi sumber daya alam Indonesia dan memberikan nilai tambah, tidak sekadar mengekspor bahan mentah keluar negeri. Dengan begitu, Indonesia juga mendapatkan banyak benefit," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI