Pembangunan Jembatan Layang Antapani Bandung Sudah 70 Persen

Adhitya Himawan

Jum'at, 21 Oktober 2016 | 14:02 WIB
Pembangunan Jembatan Layang Antapani Bandung Sudah 70 Persen
Pembangunan jembatan layang Antapani, Bandung, Jawa Barat. [Dok Kementerian PUPR]

Sejak dicanangkan dimulainya pembangunan atau ground breaking oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, pada 10 Juni lalu, progres pembangunan Jembatan Layang Antapani di Kota Bandung saat ini telah mencapai 70 persen. Dengan rencana masa konstruksi enam bulan, jembatan tersebut direncanakan selesai pada minggu ke-3 Desember 2016.

Pembangunan jembatan layang ini bertujuan mengatasi kemacetan di persimpangan sebidang Antapani, tepatnya di Jalan Jakarta-Terusan Jakarta kerap mengalami kemacetan. Jembatan Layang Antapani memiliki panjang 400 m dengan dua lajur dua arah. Menggunakan teknologi struktur baja bergelombang atau corrugated mortar Pusjatan (CMP), jembatan dengan teknologi ini merupakan yang pertama dibangun di Indonesia.

Struktur baja bergelombang dengan kombinasi timbunan ringan punya beberapa keunggulan seperti waktu pengerjaaan konstruksi jembatan yang lebih cepat setengahnya dan biaya hemat hingga sekitar 60 persen jika dibandingkan dengan pembangunan jembatan layang dengan struktur beton bertulang.

Struktur baja bergelombang dan dikombinasikan dengan timbungan ringan merupakan salah satu rancang bangun aplikatif yang dikembangkan Balitbang Kementerian PUPR.

"Ini merupakan proyek percontohan mengatasi kemacetan di persimpangan sebidang jalan dan perlintasan kereta,” kata Menteri Basuki dalam keterangan resmi, Kamis (20/10/2016).

Pembangunan jembatan layang antapani merupakan proyek kerjasama antara Pusat Jalan & Jembatan, Balitbang, Kementerian PUPR dengan Pemerintah Kota Bandung dan Posco Steel Korea. Dari total biaya Rp35 miliar, komposisinya adalah Rp21,5 miliar dari Kementerian PUPR, Rp10 miliar dari Pemkot Bandung dan Rp2 miliar dari Posco Steel Korea berupa material.

Kementerian PUPR tahun ini juga tengah membangun 5 jembatan layang menggunakan teknologi sejenis untuk mengatasi kemacetan di lima lokasi di Kabupaten Brebes dan Tegal. Kelima perlintasan tersebut adalah Dermoleng, Klonengan, Kesambi, Karang Sawah, dan Kretek. Ditargetkan sebelum arus mudik 2017, jembatan layang tersebut sudah bisa dimanfaatkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sulawesi Tenggara akan Punya Bendungan Baru

Sulawesi Tenggara akan Punya Bendungan Baru

Bisnis | Jum'at, 21 Oktober 2016 | 13:55 WIB

Urbanisasi Jadi Poin Penting Agenda Baru Perkotaan

Urbanisasi Jadi Poin Penting Agenda Baru Perkotaan

Bisnis | Jum'at, 21 Oktober 2016 | 12:49 WIB

Jokowi Prioritaskan Bangun Infrastruktur di Perbatasan

Jokowi Prioritaskan Bangun Infrastruktur di Perbatasan

Bisnis | Jum'at, 21 Oktober 2016 | 11:30 WIB

Hujan Lebat, Jembatan di Kampung Babakan Kota Bogor Roboh

Hujan Lebat, Jembatan di Kampung Babakan Kota Bogor Roboh

News | Kamis, 20 Oktober 2016 | 23:23 WIB

Menteri Basuki Bahas Pengembangan Kota dengan Beberapa Negara

Menteri Basuki Bahas Pengembangan Kota dengan Beberapa Negara

Bisnis | Rabu, 19 Oktober 2016 | 15:21 WIB

Presiden Jokowi Jamin Pulau Terdepan akan Terus Dibangun

Presiden Jokowi Jamin Pulau Terdepan akan Terus Dibangun

Bisnis | Rabu, 19 Oktober 2016 | 15:00 WIB

Ini Cara Pemerintah Permudah Pantau Kebocoran Pipa Air Bersih

Ini Cara Pemerintah Permudah Pantau Kebocoran Pipa Air Bersih

Bisnis | Rabu, 19 Oktober 2016 | 14:40 WIB

Kereta Api Tulang Punggung Penting bagi Konektivitas Indonesia

Kereta Api Tulang Punggung Penting bagi Konektivitas Indonesia

Bisnis | Rabu, 19 Oktober 2016 | 13:18 WIB

Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Rencananya Juga Angkut Barang

Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Rencananya Juga Angkut Barang

Bisnis | Rabu, 19 Oktober 2016 | 10:58 WIB

Pemerintah Minta PDAM Tambah Sambungan Rumah

Pemerintah Minta PDAM Tambah Sambungan Rumah

Bisnis | Selasa, 18 Oktober 2016 | 16:26 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×