Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.492

BPS: Industri Manufaktur Besar dan Sedang Naik 5,07 Persen

Adhitya Himawan | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Selasa, 01 November 2016 | 12:50 WIB
BPS: Industri Manufaktur Besar dan Sedang Naik 5,07 Persen
Peresmian pabrik PT. Toyota-Denso (TD) Automotive Compressor Indonesia di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (14/10/2016). [Dok Kementerian Perindustrian]

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan III tahun 2016 naik sebesar 5,07 persen (y-on-y) terhadap triwulan III tahun 2015.

Kenaikan tersebut terutama disebabkan naiknya produksi industri farmasi, produk obat kimia dan obat tradisional, naik 11,26 persen, industri makanan, naik 7,70 persen dan industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki, naik 7,28 persen. "Sedangkan jenis-jenis industri yang mengalami penurunan produksi adalah industri karet, barang dari karet dan plastik, turun 12,58 persen, industri pengolahan lainnya, turun 9,83 persen dan industri tekstil, turun 8,96 persen," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam keterangan resmi, Selasa (1/11/2016).

Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan III tahun 2016 naik sebesar 0,89 persen (q-to-q) terhadap triwulan II tahun 2016.

Jenis-jenis industri yang mengalami kenaikan terbesar adalah industri komputer, barang elektronik dan optik, naik 6,77 persen, industri barang galian bukan logam, naik 3,89 persen dan industri makanan, naik 3,21 persen. Sedangkan jenis-jenis industri yang mengalami penurunan produksi adalah industri kayu, barang dari kayu dan gabus (tidak termasuk furnitur) dan barang anyaman dari bambu, rotan dan sejenisnya, turun 8,97 persen, jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan, turun 7,91 persen dan industri logam dasar, turun 7,62 persen.

Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan III tahun 2016 (y-on-y) pada tingkat provinsi yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Provinsi Aceh naik 15,55 persen, Provinsi Riau dan Provinsi DKI Jakarta, masing-masing naik 10,48 persen. Provinsi-provinsi yang mengalami penurunan pertumbuhan adalah Provinsi Sulawesi Barat turun 7,03 persen, Provinsi Papua Barat turun 4,93 persen,  dan Provinsi Bali turun 3,53 persen.

Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan III tahun 2016 (q-to-q) pada tingkat provinsi yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Provinsi Jambi naik 13,45 persen, Provinsi Aceh naik 10,10 persen, dan Provinsi Sumatera Utara naik 8,38 persen. "Provinsi-provinsi yang mengalami penurunan pertumbuhan adalah Provinsi Jawa Tengah turun 5,04 persen, Provinsi Sumatera Barat turun 4,11 persen, dan Provinsi Bengkulu turun 2,91 persen," tutup Suhariyanto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kunjungan Turis Asing per September 2016 Naik 9,40 Persen

Kunjungan Turis Asing per September 2016 Naik 9,40 Persen

Bisnis | Selasa, 01 November 2016 | 12:41 WIB

BPS Sebut Oktober 2016 Terjadi Inflasi 0,14 Persen

BPS Sebut Oktober 2016 Terjadi Inflasi 0,14 Persen

Bisnis | Selasa, 01 November 2016 | 12:25 WIB

Jokowi Kritik Masyarakat yang Menabung di Bank Masih Rendah

Jokowi Kritik Masyarakat yang Menabung di Bank Masih Rendah

Bisnis | Selasa, 01 November 2016 | 06:33 WIB

Indonesia Negara Terbesar Kedua di Dunia untuk Produksi Ikan

Indonesia Negara Terbesar Kedua di Dunia untuk Produksi Ikan

Bisnis | Sabtu, 29 Oktober 2016 | 15:02 WIB

Genjot Investasi, Pemerintah Deregulasi Industri Penerbangan

Genjot Investasi, Pemerintah Deregulasi Industri Penerbangan

Bisnis | Sabtu, 29 Oktober 2016 | 12:43 WIB

PT Multi Prima Luncurkan 3 Unit Kapal Navigasi

PT Multi Prima Luncurkan 3 Unit Kapal Navigasi

Bisnis | Sabtu, 29 Oktober 2016 | 12:09 WIB

Kemenko Maritim Genjot Industri Pariwisata Bahari

Kemenko Maritim Genjot Industri Pariwisata Bahari

Bisnis | Sabtu, 29 Oktober 2016 | 11:25 WIB

Muliaman Hadad Raih Penghargaan  Monash University Australia

Muliaman Hadad Raih Penghargaan Monash University Australia

Press Release | Sabtu, 29 Oktober 2016 | 10:52 WIB

Bank Sahabat Sampoerna Lanjutkan Produk Tasaku

Bank Sahabat Sampoerna Lanjutkan Produk Tasaku

Bisnis | Kamis, 27 Oktober 2016 | 15:15 WIB

Bank CTBC Indonesia Fokus Kembangkan Wealth Management

Bank CTBC Indonesia Fokus Kembangkan Wealth Management

Bisnis | Rabu, 26 Oktober 2016 | 11:42 WIB

Terkini

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:34 WIB

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:24 WIB

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:30 WIB

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:09 WIB

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:58 WIB

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:48 WIB

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:47 WIB

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:31 WIB

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:22 WIB

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:17 WIB