Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pemerintah akan Bangun Infrastruktur 4 Danau di Bali Tahun 2017

Adhitya Himawan

Jum'at, 11 November 2016 | 08:53 WIB
Pemerintah akan Bangun Infrastruktur 4 Danau di Bali Tahun 2017
Panorama Danau Batur di Bali. [Shutterstock]

Kementerian Pekerjan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada tahun 2017 akan mengalokasikan dana sebesar Rp 600 miliar bagi pemeliharaan 4 danau di Provinsi Bali yang juga menjadi destinasi pariwisata yaitu danau Batur, Beratan, Buyan dan Tamblingan. Hal tersebut dikatakan Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida Ketut Jayada saat ditemui disela Konferensi Danau Dunia ke-16 di Bali, kemarin.

"Jadi tahun depan kami usulkan di 4 danau tidak fokus di danau Batur saja walaupun danau Batur menjadi prioritas nasional, danau Buyan kondisinya agak memprihatinkan kondisinya jauh lebih buruk daripada danau Batur karena itu kami usulkan ke empat-empatnya untuk ditangani. Usulan kami sekitar Rp 600 miliar dimulai tahun depan,karena (nilainya) besar kami coba menjadi kontrak tahun jamak," tutur Ketut dalam keterangan resmi, Kamis (10/11/2016).

Ketut mengatakan sebelumnya, dari tahun ke tahun pekerjaan yang dilakukan di empat danau tersebut berupa operasi dan pemeliharaan berupa pembersihan eceng gondok dan pengangakatan sedimentasi.

Baru pada 2016 dilaksanakan desainnya dan diharapkan di tahun 2017 dapat mulai dilaksanakan pembangunan fisik berupa tanggul, sandtrap dan saluran pengelak.

"Kegiatannya nanti berupa kegiatan pembuatan tanggul, kemudian _sandtrap_kemudian ada saluran pengelak dan lain lain tergantung kondisi danau masing masing," tambah Ketut.

Penanganan tersebut dianggap penting karena berdasarkan hasil studi yang dilakukan bahwa terjadi pendangkalan terjadi cukup besar di keempat danau tersebut yaitu sekitar 1.500 kubik per tahun sedimen yang masuk ke danau.

Lebih rinci, di danau Batur, Ketut mencontohkan hasil identifikasi bahwa pertama, penyebab pendangkalan adalah terdapatnya juga eksploitasi galian C, namun saat ini aktifitasnya sudah terhenti karena pemerintah daerah dan kepolisian sudah melarang aktifitas tersebut.

"Sebagai upaya fisik dari hasil studi kemarin kami sudah membuat perencanaan dimana aliran-aliran langsung dari daerah-daerah berpasir dihulu di desain supaya ada kantung lumpur atau sandtrap supaya aliran tidak langung ke danau sehingga aliran yang masuk ke danau nyangkut di kantung kantung tersebut yang dipelihara berkala," tambah Ketut.

Permasalahan kedua, di Danau Batur mulai banyak permukiman di pinggiran danau, untuk itu Ketut menilai penting sekali untuk mentetapkan garis sempadan dengan upaya fisik yang menandai batas antara danau dengan batas dengan tanah masyarakat sehingga tidak terjadi penyerobotan.

"Kita upayakan berupa tanggul yang diatasnya desain menjadi walkway atau jogging track sehingga batas antara masyarakat dan danau menjadi permanen kalau itu tidak permanen masyarakat pada saat surut akan turun apalagi kalau ada pendangkalan muncul tanah baru," tegas Ketut.

Permasalahan ketiga yaitu keramba jaring apung yang sangat mempengaruhi kualitas air yang berpengaruh terhadap danau tersebut, disebutkan beberapa tahun lalu terdapat ikan mati secara sporadis yang menunjukkan kualitas air sangat buruk.

"Kami sudah melakukan dialog dengan masyarakat di kawasan danau Batur bagaimana mengupayakan membentuk zonasi sehingga tidak seluruh kawasan danau menjadi daerah eksploitasi keramba jaring apung karena tentu ada potensi lain di danau Batur selain perikanan seperti pariwisata," tambah Ketut.

Diketahui bahwa danau Batur merupakan salah satu dari 15 danau prioritas yang tercantum dalam RPJMN. Ketut mengatakan, salah satu dipilihnya danau tersebut menjadi prioritas nasional karena keunikannya yang merupakan  danau vulkanik dan terbesar di Bali. Selain kawasan Batur juga ditetapkan oleh UNESCO sebagai geopark.

"Jadi memang sangat istimewa, kita tahu di dunia geopark hanya beberapa dan salah satunya di danau Batur ini," tutup Ketut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kementerian PUPR Juga Bangun Infrastruktur Padat Karya

Kementerian PUPR Juga Bangun Infrastruktur Padat Karya

Bisnis | Jum'at, 11 November 2016 | 08:45 WIB

Pemerintah Berupaya Tekan Harga Rumah Agar Terjangkau

Pemerintah Berupaya Tekan Harga Rumah Agar Terjangkau

Bisnis | Jum'at, 11 November 2016 | 08:00 WIB

Ini Kelebihan Teknologi Bendungan Knock Down

Ini Kelebihan Teknologi Bendungan Knock Down

Bisnis | Jum'at, 11 November 2016 | 07:55 WIB

Pemerintah Dorong Badan Usaha untuk Ikut Bangun Infrastruktur

Pemerintah Dorong Badan Usaha untuk Ikut Bangun Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 11 November 2016 | 07:38 WIB

Pelindo III akan Bangun Pelabuhan di Atas Laut Kupang

Pelindo III akan Bangun Pelabuhan di Atas Laut Kupang

Bisnis | Jum'at, 11 November 2016 | 06:50 WIB

Pembangunan Indonesia Sentris untuk Wujudkan Persatuan Indonesia

Pembangunan Indonesia Sentris untuk Wujudkan Persatuan Indonesia

Bisnis | Rabu, 09 November 2016 | 14:30 WIB

Presiden Jokowi Buka Indonesia Infrastructure Week 2016

Presiden Jokowi Buka Indonesia Infrastructure Week 2016

Bisnis | Rabu, 09 November 2016 | 11:34 WIB

Pemerintah Bangun Bendung Penahan Lahar di Sinabung

Pemerintah Bangun Bendung Penahan Lahar di Sinabung

Bisnis | Rabu, 09 November 2016 | 11:14 WIB

Sertifikasi Dapat Menjadi Modal untuk Para Pekerja Konstruksi

Sertifikasi Dapat Menjadi Modal untuk Para Pekerja Konstruksi

Bisnis | Rabu, 09 November 2016 | 11:03 WIB

Jokowi Minta Pembangunan Infrastruktur Dasar di Papua Dipercepat

Jokowi Minta Pembangunan Infrastruktur Dasar di Papua Dipercepat

Bisnis | Rabu, 09 November 2016 | 07:06 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×