BKPM: Investor Kimia dari Korsel Ingin Investasi di Indonesia

Adhitya Himawan

Selasa, 15 November 2016 | 16:59 WIB
BKPM: Investor Kimia dari Korsel Ingin Investasi di Indonesia
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong. [Dok BKPM]

Minat investasi Korea Selatan (Korsel) di Indonesia semakin progresif. Setelah sebelumnya muncul identifikasi minat dari salah satu investor negeri ginseng ini di sektor properti, kini giliran investor di bidang industri kimia yang berencana melakukan perluasan investasi senilai 127 juta Dolar Amerika Serikat (AS). Niat baik tersebut muncul ketika Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menjadi Special Guest Speaker pada forum pertemuan antara perusahaan produsen baja Korea Selatan, Pohang Iron and Steel Company (POSCO) dengan para pelanggannya "POSCO Global Early Vendor Involvement (EVI) Forum 2016" yang diadakan di Songdo, Incheon, Korea Selatan.

Melalui pertemuan dengan Kepala BKPM, salah satu investor Korsel yang bergerak di bidang industri manufaktur yang sebelumnya telah berinvestasi di Indonesia ini menyampaikan rencananya untuk memperluas bidang usaha, berupa turunan dari produk yang dihasilkan. Seperti disampaikan oleh investor tersebut, produk-produk yang akan dihasilkan dari rencana investasi tersebut masih memiliki nilai importasi yang tinggi, yaitu sebanyak 90 persen. Ada kekhawatiran sebelum mereka merealisasikan rencana investasi tersebut, yaitu masuknya berbagai produk asal Cina dengan harga yang jauh lebih murah dari produk di Indonesia, sehingga mereka berharap banyak pada kebijakan pemerintah untuk membantu perusahaan-perusahaan yang sudah berinvestasi agar dapat terus berkembang dengan pesat di tengah kondisi iklim penanaman modal yang kondusif.

Menurut Tom, Pemerintah Jokowi – JK memprioritaskan pertumbuhan industri manufaktur yang dapat memberikan nilai tambah signifikan bagi kondisi perekonomian di Indonesia. Ditambah lagi, baja dan kimia merupakan komponen bahan baku utama bagi sebagian besar industri lainnya, sehingga pertumbuhan industri baja dan kimia dapat memberi kontribusi besar bagi peningkatan kekuatan perekonomian, karena berfungsi sebagai tulang punggung sektor manufaktur. “Pemerintah akan membantu untuk memfasilitasi rencana investasi tersebut, terlebih lagi produk yang akan dihasilkan adalah substitusi impor," ujarnya dalam keterangan pada pers, Selasa (15/11/2016).

“Terkait kekhawatiran mengenai membanjirnya produk asal Cina yang dijual dengan harga sangat murah, tentunya akan dikaji kembali tentang mekanisme pengendalian importasi produk tersebut, mengingat produksi produk sejenis sudah dilakukan di dalam negeri," lanjut Tom.

Kepala BKPM menambahkan bahwa telah meminta Pejabat Promosi Investasi IIPC Seoul Imam Soejoedi dan KBRI Seoul Fungsi Ekonomi untuk menindaklanjuti rencana investasi perusahaan ini, sekaligus mendiskusikan berbagai detail terkait permasalahan yang sedang dihadapi agar rencana investasi dapat direalisasikan dengan cepat.

"Saya memberi perhatian besar terhadap penyelesaian berbagai masalah yang dihadapi oleh para investor dalam berinvestasi di Indonesia. Apabila kita berhasil membantu penyelesaian permasalahan tersebut, maka akan menjadi cerita sukses yang memiliki nilai jual dalam berpromosi. Di samping itu, perusahaan yang telah puas akan penyelasaian masalahnya akan menjadi corong untuk Indonesia bagi para investor lainnya," ungkapnya.

Imam Soejoedi menyatakan kesiapannya untuk membantu mencarikan solusi terbaik dari berbagai permasalahan yang dihadapi oleh Investor Korsel, terutama dengan memfasilitasi rencana investasi produk turunan dengan nilai investasi cukup besar, dengan nilai tambah yang tinggi bagi pertumbuhan industri manufaktur di Indonesia.

"Tim kami di Korsel sudah menerima arahan dari Kepaka BKPM dan akan terus follow up minat investasi tersebut sehingga kami dapat mencarikan solusi terbaik bagi investor," jelas Imam.

Dari data realisasi investasi Januari-September 2016 yang dimiliki oleh BKPM, Korea Selatan menduduki peringkat ke delapan dengan nilai investasi mencapai 743 juta Dolar AS terdiri dari 1.944 proyek. Nilai realisasi investasi dari Korea Selatan tersebut menyumbang 3,5 persen dari total realisasi investasi yang masuk pada periode Januari-September 2016. Dalam periode ini, realisasi investasi meningkat 13,4 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2015 dengan nilai investasi Rp453,4 triliun terdiri dari 21.843 proyek. Realisasi investasi dalam kurun waktu tersebut juga menyerap tenaga kerja sebanyak 960.041 orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Per September 2016, Investasi Singapura ke RI 7,1 Miliar Dolar AS

Per September 2016, Investasi Singapura ke RI 7,1 Miliar Dolar AS

Bisnis | Selasa, 15 November 2016 | 13:03 WIB

BKPM: RI-Australia Berkolaborasi di Perdagangan dan Investasi

BKPM: RI-Australia Berkolaborasi di Perdagangan dan Investasi

Bisnis | Sabtu, 12 November 2016 | 09:01 WIB

Arus Investasi di Indonesia Q3 2016 Sebesar Rp155,3 Triliun

Arus Investasi di Indonesia Q3 2016 Sebesar Rp155,3 Triliun

Bisnis | Jum'at, 28 Oktober 2016 | 13:23 WIB

Investasi Infrastruktur RI di Malaysia Ada 98 Proyek

Investasi Infrastruktur RI di Malaysia Ada 98 Proyek

Bisnis | Jum'at, 28 Oktober 2016 | 06:41 WIB

Blackspace akan Bangun Cold Storage Perikanan di Indonesia

Blackspace akan Bangun Cold Storage Perikanan di Indonesia

Bisnis | Selasa, 18 Oktober 2016 | 10:24 WIB

BKPM: Pengusaha Australia Investasi 1,3 Miliar Dolar AS di Banten

BKPM: Pengusaha Australia Investasi 1,3 Miliar Dolar AS di Banten

Bisnis | Senin, 10 Oktober 2016 | 20:42 WIB

Kepala BKPM Sosialisasikan Implementasi Paket Kebijakan Ekonomi

Kepala BKPM Sosialisasikan Implementasi Paket Kebijakan Ekonomi

Bisnis | Selasa, 04 Oktober 2016 | 17:54 WIB

RI dan Australia Bahas Peluang Investasi Rantai Pasok Dingin

RI dan Australia Bahas Peluang Investasi Rantai Pasok Dingin

Bisnis | Rabu, 28 September 2016 | 00:34 WIB

Kepala BKPM Perkuat Kerjasama Ekonomi di Forum IMT-GT

Kepala BKPM Perkuat Kerjasama Ekonomi di Forum IMT-GT

Bisnis | Jum'at, 23 September 2016 | 23:27 WIB

Kepala BKPM: Sektor UKM Jadi Korban Utama Regulasi Berbelit

Kepala BKPM: Sektor UKM Jadi Korban Utama Regulasi Berbelit

Bisnis | Jum'at, 16 September 2016 | 07:53 WIB

Terkini

Anime Our Last Crusade Season 3 Resmi Diumumkan, Tujuh Seiyuu Utama Kembali

Anime Our Last Crusade Season 3 Resmi Diumumkan, Tujuh Seiyuu Utama Kembali

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 11:30 WIB

O!Save Punya Siapa? Ini Pemilik Toko Retail Banjir Diskon yang Jadi Sorotan

O!Save Punya Siapa? Ini Pemilik Toko Retail Banjir Diskon yang Jadi Sorotan

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 11:24 WIB

Kronologi RANS Carnival Diboikot, Aksi 'Warga Jaga Warga' Selamatkan UMKM

Kronologi RANS Carnival Diboikot, Aksi 'Warga Jaga Warga' Selamatkan UMKM

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 11:22 WIB

Syarat Mengurus KTP Hilang 2026, Cek Dokumen dan Cara Menggantinya Gratis

Syarat Mengurus KTP Hilang 2026, Cek Dokumen dan Cara Menggantinya Gratis

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 11:22 WIB

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 11:00 WIB

Cara Membersihkan Kacamata yang Baik dan Benar, Boleh Dicuci Pakai Air?

Cara Membersihkan Kacamata yang Baik dan Benar, Boleh Dicuci Pakai Air?

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 10:46 WIB

Pemerintah Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga atas Eks Konsesi SRL di Pulau Rangsang

Pemerintah Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga atas Eks Konsesi SRL di Pulau Rangsang

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 10:33 WIB

Ulasan Novel Loversation: Belajar Menerima Diri dan Berdamai dengan Masa Lalu

Ulasan Novel Loversation: Belajar Menerima Diri dan Berdamai dengan Masa Lalu

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 10:30 WIB

×