Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.492

Tingkatkan Produksi Buah Lokal, Jokowi akan Gandeng BUMN

Adhitya Himawan | Dian Rosmala | Suara.com

Kamis, 17 November 2016 | 13:42 WIB
Tingkatkan Produksi Buah Lokal, Jokowi akan Gandeng BUMN
Presiden Jokowi membuka acara Fruit Indonesia 2016 di Senayan, Jakarta, pada Kamis (17/11/2016). [Dok Biro Pers Setpres/Kris]

Presiden Joko Widodo mendorong pengelolaan produksi buah-buah lokal agar dapat meningkat dan berjaya di pasar global. Harapan yang telah disampaikan presiden pada tahun lalu tersebut kembali ditekankannya saat membuka secara resmi acara "Fruit Indonesia 2016" di Senayan, Jakarta, pada Kamis (17/11/2016).

Mengawali sambutannya dalam acara tersebut, Presiden Joko Widodo yang datang bersama dengan Ibu Negara Iriana Joko Widodo menyinggung gelaran serupa yang tahun sebelumnya digelar di Institut Pertanian Bogor (IPB). Saat itu dirinya meminta agar pada acara kali ini dilakukan dengan cakupan yang lebih luas dan turut melibatkan pasar internasional sehingga potensi buah Indonesia dikenal di pasar global.

"Kalau melihat pameran yang diadakan saat ini, saya kira jelas lebih besar, lebih bagus, dan semoga nanti banyak transaksi-transaksi di dalam 'Fruit Indonesia 2016' ini," ujar presiden.

Agar dapat berjaya di pasar global, Presiden Joko Widodo meminta agar produksi buah-buah lokal dapat dikerjakan dan dikelola dengan baik. Penyediaan lahan pertanian dan produksi buah pun juga diminta untuk semakin ditingkatkan. Presiden juga memastikan akan terus memantau kinerja pemerintah daerah yang sebelumnya telah diinstruksikan untuk menyediakan lahan sebesar 5 sampai 50 hektar per unit usaha buah lokal.

"Saya sudah perintahkan kepada Menteri Pertanian, kalau kelapa sawit bisa mencapai 14 juta hektar, mestinya (lahan) buah-buahan pun bisa mencapai angka yang seperti dimiliki oleh sawit. Kalau itu ada betul-betul, pasar buah dunia akan dikuasai Indonesia," terangnya.

Untuk mendukung potensi dan produksi buah lokal tersebut, pemerintah Indonesia sendiri berkomitmen untuk membenahi segala regulasi yang dinilai dapat menghambat tujuan. Presiden Joko Widodo meyakinkan bahwa pihaknya akan memberikan dukungan penuh bagi kelangsungan program produksi buah nusantara.

"Kalau ada regulasi peraturan-peraturan yang menghambat, tolong disampaikan kepada saya. Termasuk misalnya infrastruktur logistik yang masih perlu dibangun oleh pemerintah, kami akan segera memberikan dukungan apabila dibutuhkan," tegas presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo mengajak para pelaku usaha dan UKM yang bergerak di bidang perdagangan buah untuk segera berbenah. Sebab menurutnya, saat ini pola pikir untuk sekedar berjualan buah ke pasar-pasar tradisional terdekat sudah tidak relevan. Di era persaingan seperti sekarang ini, produksi buah lokal haruslah diarahkan untuk dapat menjangkau pasar global. Maka itu, presiden meminta para pelaku usaha untuk memperhatikan betul hal-hal yang terkait dengan penanganan pascapanen.

"Ada standar yang jelas, baik saat memotong, menyeleksi kualitas, dan mempersiapkan packaging kemasan yang baik. Saya kira pekerjaan-pekerjaan besar kita adalah selain mempersiapkan bibitnya juga pascapanennya yang sering tidak kita perhatikan dengan baik," jelasnya.

Usai memberikan sambutan dan membuka acara, Presiden Joko Widodo bersama dengan anak-anak yang mengenakan busana dari berbagai daerah di Indonesia menyempatkan diri untuk mencicipi dan merasakan sendiri buah unggulan Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, presiden juga membagi-bagikan beberapa jenis buah yang tersedia kepada sejumlah jurnalis dan masyarakat. Selain itu, presiden juga mengunjungi sejumlah gerai yang menyajikan beragam buah khas Indonesia yang disuguhkan secara cuma-cuma. Setidaknya terdapat 25 hingga 35 jenis buah khas Indonesia akan ditemukan di festival tersebut.

Penyediaan Lahan Khusus Produksi Buah Lokal

Kepada para jurnalis usai pembukaan acara, Presiden Joko Widodo mengungkap bahwa salah satu permasalahan yang dihadapi terkait dengan produksi buah lokal ialah kurangnya kemampuan produksi yang dimiliki Indonesia. Banyak permintaan akan buah-buahan dari pasar internasional yang masih belum dapat dipenuhi oleh Indonesia.

"Yang kita kurang misalnya manggis dan nanas, banyak sekali yang permintaannya belum bisa kita suplai dengan baik. Alpukat juga sama. Sebenarnya kita punya kekuatan, tetapi perlu memperbesar kapasitas produksi sehingga kita harapkan ekspor buah-buahan kita bisa naik," ungkap presiden.

Untuk itu, sebagaimana yang disampaikannya dalam sambutan, guna meningkatkan produksi buah nasional, pemerintah akan mulai melakukan penyediaan lahan khusus untuk produksi buah-buahan lokal. Pemerintah dalam hal ini turut melibatkan dan bekerja sama dengan BUMN untuk mewujudkan hal tersebut.

"Saya kira ke depan, kita juga ingin melibatkan BUMN agar tidak hanya menanam sawit dan karet. Kenapa tidak membuat 10 ribu hektar atau 50 ribu hektar khusus untuk buah? Kenapa tidak? Ini yang baru kita kejar," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Genjot 35 Ribu MW, PLN akan Bangun 54 PLTG di Maluku dan Papua

Genjot 35 Ribu MW, PLN akan Bangun 54 PLTG di Maluku dan Papua

Bisnis | Kamis, 17 November 2016 | 12:05 WIB

Ahok Jadi Tersangka, Jokowi: Jangan Ada Yang Menekan-nekan Polri

Ahok Jadi Tersangka, Jokowi: Jangan Ada Yang Menekan-nekan Polri

News | Kamis, 17 November 2016 | 11:41 WIB

Jokowi Mau Produksi Buah Indonesia Sebanyak Produksi Kelapa Sawit

Jokowi Mau Produksi Buah Indonesia Sebanyak Produksi Kelapa Sawit

Bisnis | Kamis, 17 November 2016 | 11:34 WIB

PGN Perluas Infrastruktur Gas Bumi di Bogor Hingga Sukabumi

PGN Perluas Infrastruktur Gas Bumi di Bogor Hingga Sukabumi

Bisnis | Kamis, 17 November 2016 | 11:16 WIB

Presiden Jokowi Larang Intervensi Hukum dalam Kasus Ahok

Presiden Jokowi Larang Intervensi Hukum dalam Kasus Ahok

News | Kamis, 17 November 2016 | 10:53 WIB

Presiden Jokowi Berharap Produksi Buah Tahun Ini Naik

Presiden Jokowi Berharap Produksi Buah Tahun Ini Naik

Bisnis | Kamis, 17 November 2016 | 10:47 WIB

Pelindo I Teken Konsesi Pengusahaan Pelabuhan Kuala Tanjung

Pelindo I Teken Konsesi Pengusahaan Pelabuhan Kuala Tanjung

Bisnis | Rabu, 16 November 2016 | 18:54 WIB

ASDP Akan Beli 60 Kapal Baru dalam 5 Tahun ke Depan

ASDP Akan Beli 60 Kapal Baru dalam 5 Tahun ke Depan

Bisnis | Rabu, 16 November 2016 | 16:52 WIB

Coba Tips Ini Bila Anak Tak Doyan Sayur dan Buah

Coba Tips Ini Bila Anak Tak Doyan Sayur dan Buah

Health | Rabu, 16 November 2016 | 20:16 WIB

Jokowi Tegaskan Stok Pangan Nasional Aman Sampai Mei 2017

Jokowi Tegaskan Stok Pangan Nasional Aman Sampai Mei 2017

Bisnis | Rabu, 16 November 2016 | 15:19 WIB

Terkini

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:34 WIB

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:24 WIB

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:30 WIB

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:09 WIB

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:58 WIB

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:48 WIB

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:47 WIB

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:31 WIB

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:22 WIB

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:17 WIB