Beli Rumah Subsidi Tak Semudah yang Diklaim Pemerintah

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Kamis, 01 Desember 2016 | 07:29 WIB
Beli Rumah Subsidi Tak Semudah yang Diklaim Pemerintah
Komplek perumahan subsidi Samudera Residence, di Citayam, Bogor, Jawa Barat. [Suara.com/Syaiful Rachman]

“Iya sih, katanya memang ada uang yang dibawa kabur. Saya juga dengar-dengar ada masalah di marketingnya. Banyak yang keluar. Tapi saya nggak tahu kenapa dan nggak mau tahu. Yang penting bagi saya rumah ini penyelesaiannya harus jelas,” kata Mia.

Ia pun merasa kecewa dengan program subsidi yang diklaim pemerintah masyarakat MBR dapat dengan mudah untuk memiliki rumah impian. Pasalnya, apa yang diklaim pemerintah dengan praktik dilapangan berbanding terbalik. Masyarakat MBR masih dipersulit dalam memiliki rumah bersubsidi.

Hal yang sama dirasakan oleh Tio yang sama-sama menjadi konsumen Samudera Residence. Tio mengaku sudah mengeluarkan uang sebesar Rp60 juta untuk membeli rumah di Samudera Residence sejak September 2015 silam. Namun hingga kini, Tio yang bekerja di Pontianak ini belum menjalani akad Kredit. Padahal, ia sudah memperoleh SP3K yang kedua dari perbankan.

“Dulu awal-awal saya sudah dapat SP3K dari bank, tapi katanya sudah kadaluarsa. Lah ini kan bukan salah saya dong, salah developernya yang kealamaan. Terus saya urus lagi, sekarang udah ada lagi ini. Nah saya disuruh tunggu sampai tanggal 15 Desember 2016 untuk melakukan akad kredit. Ini kan buang waktu sekali,” kata Tio kepada Suara.com di hari yang sama.

Tio bercerita, pegawai swasta di Pontianak ini butuh berbulan-bulan untuk memburu griya dengan harga sesuai kantong hingga akhirnya tertarik membeli rumah seharga Rp 140 juta di Samudera Residence. Elang Group selaku pengembang menjanjikan rumah subsidi pemerintah tipe 36/72 itu bakal tuntas dalam enam bulan.

“Dari bank udah aman tuh, BTN kan. Terus saya datang langsung ke lokasinya. Kemudian saya bayar uang DP sekitar Rp50 juta tahun 2015 lalu. Tapi, nasib saya masih terkating-katung karena pengembang ini itu nggak ada kabar bagaimana kelanjutannya. Saya sudah memenuhi kewajiban saya untuk menyerahkan berkas, uang muka serta booking fee. Setidaknya sudah lebih dari Rp60 juta saya keluarkan,” katanya.

Menurut Tio, ada sebanyak 30 orang bernasib serupa dengannya. Mereka rata-rata sudah membayar uang muka namun belum mendapatkan kepastian. Rata-rata semua konsumen Samudera Residence ini sudah setahun namun belum masuk dalam proses akad kredit. “Sampai kami bikin group whatsapp untuk tanya kabar teman-teman soal rumah ini. Tapi ada sih sebagian yang sudah akad kredit,” katanya.

Tio mengaku, pihak marketing yang melayaninya sejak awal mengatakan Samudera Residence meminta Tio menunggu hingga tanggal 15 Desember 2016 untuk melakukan akad kredit. Tio hanya bisa menunggu, apakah pada tanggal tersebut developer akan benar-benar melakukan akad kredit atau tidak.

“Kalau nggak, saya akan ajak teman-teman untuk menempuh jalur hukum. Karena uang yang kami keluarkan ini besar loh. Kami ini niat mau membeli rumah malah dipermaikan seperti ini. Saya jujur kecewa karena pemerintah tidak mengawasi denga baik soal progam subsidi ini,” katanya.

Padahal, lanjut Tio, pihaknya sudah melakukan pengecekkan terkait developer ini di Website Bank BTN. Hasilnya, Elang Group memiliki trackrecord yang baik. Namun nyatanya, dalam kasus rumah subsidi di Samudera Residence sangat kacau.

baca juga

"Kok bisa ya track recordnya baik. Padahal, kita seperti dipermaikan begini. Saya heran penilaiannnya bagaimana itu," kata Tio.

Selain Mia dan Tio, hal serupa juga dialami oleh Yenny. Ibu dari 2 orang anak ini mengaku mengurungkan niatnya untuk membeli rumah di Samudera Residence. Hal tersebut lantaran, proses transaksi yang terlalu lama dan tidak jelas prosedurnya sama sekali.

Dia menjelaskan, lamanya proses transaksi itu disebabkan karena rumitnya pemasangan instalasi listrik, jaringan air dari PDAM, sertifikat dari BPN dan kredit perbankan. Padahal pemda bisa melakukan intervensi agar proses tersebut bisa lebih cepat.

Untuk pemasangan fasilitas tersebut bisa memakan waktu dua bulan. Seharusnya untuk rumah subsidi ada pengecualian minimal pemasangan untuk listrik bisa tujuh hari.

"Yang saya tahu, kebijakan dari pemerintah itu yang soal subsidi runah kan sudah keluar. Katanya biar cepat, tapi nyatanya semua masih lama. Makan waktu berbulan-bulan. Jadi saya nggak jadi. Eh tahunya banyak yang ketipu," katanya.

Guna mengecek kebenaran kasus ini, Suara.com mencoba untuk mendatangi langsung lokasi perumahan yang terletak di Jalan Swadaya No 32, Sasak Panjang, Tajur Halang, Bogor, Jawa Barat.

Saat tiba di lokasi tersebut, hanya terlihat sekitar 70 rumah di lokasi berdiri di luas lahan 100 hektar ini. Suara.com langsung menuju kantor marketing yang terletak di pintu masuk komplek ini. Suara.com pun langsung dipertemukan oleh Sales Marketing bernama Lina. Ia pun langsung memawarkan kepada saya rumah subsidi. Lalu saya pun mendengarkan penjelasan Lina terkait skema pembayaran dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh pembeli. "Ini ada rumah subsidi harga Rp135 juta dengan tipe 36," kata Lina.

Padahal, ketiga konsumen diatas mendapat penjelasan dari pihak marketing bahwa jatah subsidi untuk perumahan Samudera Residence sudah habis dari BTN. Suara.com akhirnya langsung bertanya terkait masalah yang dihadapi oleh tiga konsumen diatas terkait adanya perubahan dari rumah subsidi menjadi rumah komersil.

"Mbak, katanya perumahan di Samudera Residence berubah dari rumah subsidi menjadi rumah komersil? Terus ada yang sudah sampai satu tahun, SP3K udah keluar tapi belum akad kredit juga. Sampai SP3K nya kaladuarsa, apa benar?," Tanya Suara.com.


Lina pun menjawab dengan sedikit bingung dan terbata-bata. "Sebenarnya, jatah untuk runah subsidinya udah habis mba, kalau mau nunggu dulu nanti saya kabarin. Kalau soal satu tahun belun akad itu, nggak ada mba. Kalau SP3K udah keluar dalam sebulan langsung akad kok, apalagi DP udah lunas," kata Lina.

"Kalau yang perubahan rumah subsidi jadi komersil itu memang yang dulu-dulu mba. Karena sempat ada pergantian kepala projectnya. Tapi nggak jadi berubah komersil setahu saya." katanya.

Namun, pihaknya membantah jika sampai saat ini masih ada konsumen yang sudah satu tahun belum melakukan akad kredit dan belum bisa menempati hunian tersebut.

"Nggak kok, kalau yang subsidi semua udah akad kok rata-rata. Disini sudah ada yang menempati huniannya. Kalau yanh subsidi itu rata-rata di cluster Neontetra. Rumahnya juga sudah jadi, kan kalau KPR rumahnya harus jadi 100 persen,kalau belum banknya nggak mau," tutup Lina.

Nampaknya pemerintah tak cukup hanya melakukan proses pemangkasan perizinan bagi developer. Kemudahan prosedur dan kejelasan regulasi soal rumah subsidi bagi customer juga perlu mendapat perhatian pemerintah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemangkasan Biaya Perizinan akan Dongkrak Program Sejuta Rumah

Pemangkasan Biaya Perizinan akan Dongkrak Program Sejuta Rumah

Bisnis | Rabu, 30 November 2016 | 08:20 WIB

Dongkrak SDM Properti, Agung Podomoro Gaet Universitas Gunadarma

Dongkrak SDM Properti, Agung Podomoro Gaet Universitas Gunadarma

Bisnis | Selasa, 29 November 2016 | 12:45 WIB

Agung Podomoro akan Bangun 1000 Unit Apartemen di Batam

Agung Podomoro akan Bangun 1000 Unit Apartemen di Batam

Bisnis | Kamis, 17 November 2016 | 16:20 WIB

Menteri Basuki Tinjau Hunian Tetap Perumahan Pascaerupsi Merapi

Menteri Basuki Tinjau Hunian Tetap Perumahan Pascaerupsi Merapi

Bisnis | Rabu, 16 November 2016 | 17:53 WIB

Garap Proyek South Quarter, Intiland Gandeng Reco Kris

Garap Proyek South Quarter, Intiland Gandeng Reco Kris

Bisnis | Selasa, 15 November 2016 | 13:48 WIB

Ini Developer yang Dinilai Bagus dalam Konstruksi dan Jalan Hijau

Ini Developer yang Dinilai Bagus dalam Konstruksi dan Jalan Hijau

Bisnis | Sabtu, 12 November 2016 | 07:37 WIB

Pemerintah Berupaya Tekan Harga Rumah Agar Terjangkau

Pemerintah Berupaya Tekan Harga Rumah Agar Terjangkau

Bisnis | Jum'at, 11 November 2016 | 08:00 WIB

Apartemen VERDURA Resmi Dibangun di Dataran Tinggi Sentul

Apartemen VERDURA Resmi Dibangun di Dataran Tinggi Sentul

Bisnis | Selasa, 08 November 2016 | 10:43 WIB

Pemda Didorong Sediakan Aset Tanahnya untuk Perumahan Subsidi

Pemda Didorong Sediakan Aset Tanahnya untuk Perumahan Subsidi

Bisnis | Rabu, 02 November 2016 | 08:57 WIB

Kadin Kritik Iuran Tapera Memberatkan Pengusaha

Kadin Kritik Iuran Tapera Memberatkan Pengusaha

Bisnis | Sabtu, 29 Oktober 2016 | 14:03 WIB

Terkini

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Jakarta | Minggu, 01 November 2026 | 22:31 WIB

Rumor MSCI Downgrade IHSG Panaskan Hubungan RI-Singapura

Rumor MSCI Downgrade IHSG Panaskan Hubungan RI-Singapura

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:20 WIB

Target Harga Saham BBCA di Tengah Koreksi Ekstrem

Target Harga Saham BBCA di Tengah Koreksi Ekstrem

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:11 WIB

Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor

Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:08 WIB

Patuhi Danantara, PTBA Resmi Bubarkan Anak Usaha

Patuhi Danantara, PTBA Resmi Bubarkan Anak Usaha

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:05 WIB

Aparat Bersenjata Geledah Ponpes Putri saat Santri Tidur, Komnas HAM Turun Tangan

Aparat Bersenjata Geledah Ponpes Putri saat Santri Tidur, Komnas HAM Turun Tangan

News | Minggu, 01 November 2026 | 22:00 WIB

Waspada! Ada Dokter Gadungan Rawat 169 Pasien Kanker, Ngaku Tak Bersalah dan Siapkan Vaksin Kanker

Waspada! Ada Dokter Gadungan Rawat 169 Pasien Kanker, Ngaku Tak Bersalah dan Siapkan Vaksin Kanker

News | Minggu, 01 November 2026 | 22:00 WIB

×