Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.865.000
Beli Rp2.750.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

Pertamina Bersiap Ekspansi Bisnis ke Luar Negeri

Adhitya Himawan | Suara.com

Selasa, 06 Desember 2016 | 23:42 WIB
Pertamina Bersiap Ekspansi Bisnis ke Luar Negeri
Kantor pusat Pertamina di Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Sabtu (12/3/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

PT Pertamina (Persero) tengah mengarah menjadi perusahaan energi kelas dunia (world class company). Perseroan konsisten menjalankan kegiatan bisnisnya berdasarkan prinsip tata kelola korporasi yang baik sehingga bisa berdaya saing tinggi di dalam era globalisasi.

Guna mewujudkan menjadi perusahaan migas kelas dunia, Pertamina pun telah menetapkan strategi jangka panjang perusahaan, yaitu ‘Aggressive in Upstream, Profitable in Downstream’. Artinya perseroan berupaya untuk melakukan ekspansi bisnis hulu dan menjadikan bisnis sektor hilir migas menjadi lebih efisien dan menguntungkan.

“Banyak hal yang bisa dilakukan Pertamina untuk semakin membaik dan bisa bersaing di tingkat dunia. Untuk ini Pertamina harus memperoleh dukungan dari pemerintah,” kata Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman ketika dihubungi wartawan, Selasa (6/12/2016).

Dukungan pemerintah yang dimaksud adalah dengan memberi izin Pertamina untuk membereskan sejumlah hal di dalam negeri seperti membangun kilang minyak, mengambil blok-blok energi yang sudah habis masa kontraknya. “Pemerintah harus mendukung toh pada dasarnya ini semua dilakukan untuk ketahanan energi nasional,” imbuh pengamat energi ini.

Yusri menjelaskan bahwa Pertamina juga bisa diberi kewenangan menguasai aset melalui monetisasi agar aset yang tak bernilai menjadi bernilai. Namun untuk itu perlu dibuatkan payung hukumnya. “Jika itu dirasa memberi manfaat besar pada pertamina, bisa saja pimpinan perusahaan meminta kepada pemerintah dan DPR untuk segera membuat payung hukumnya,” ucapnya.

Ide monetisasi bertujuan menaikan ‘international leverage’ Pertamina. Hal itu dianggap positif oleh Yusri. Karena monetasasi cadangan minyak di dalam bumi, kalau bisa diagunkan sebagai pengaman akan membuat aset makin besar. Sekaligus modal ekspansi ke luar negeri.

Terkait harapan agar pemerintah dan DPR mesti memberikan keleluasaan kepada Pertamina untuk memanfaatkan keuntungan atau dividen untuk ekspansi lahan migas di luar negeri. Yusri mendukung harapan itu. “Jangan biarkan oknum-oknum baik dari pemerintah maupun DPR mengambil kesempatan pribadi misalnya dengan meminta proyek, atau penugasan ini itu di Pertamina,” kata Yusri.

Meski demikian, Yusri juga menyarankan Direksi Pertamina harus membuka diri dan transparan dalam pengelolaan manajemen dan keuangan. Bekerja sama dengan KPK dalam hal transparansi akan banyak manfaat yang didapat pertamina. Transparansi baginya bagian dari pengelolaan dana yang bisa diprioritaskan untuk melakukan ekspansi ke luar negeri,

Yusri yakin Pertamina mampu melakukannya apalagi di jajaran direksi sekarang ini ada Wakil Meteri ESDM Arcandra Thahar yang sangat menguasai migas. Selama ini bukan rahasia umum bahwa pola perekrutan direksi tak melibatkan orang-orang yang menguasai migas.

Sementara itu Laporan keuangan Pertamina pada kuartal III tahun ini menyebutkan perseroan telah meneken head of agreement (HoA) dengan Repsol untuk mengembangkan Treated Distillate Aromatic Extract (TDAE) Plant pada Refinery Unit IV, Cilacap.

Pabrik itu akan dibangun dengan kapasitas 60 ribu ton per tahun TDAE untuk melakukan proses destilasi ekstrak aromatik (distillate aromatic extract) menjadi bahan karet sintetis dan ban. Proyek itu akan mulai dioperasikan pada 2019 dengan investasi mencapai USD 80 juta.

Pertamina juga terus mendorong program efisiensi breakthrough project (BTP) dengan sejumlah langkah inisiatif yang baru. Pada kuartal III 2016, program itu telah menghasilkan penghematan hingga 1,6 miliar Dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan situs resmi perseroan, tahun ini Pertamina akan memprioritaskan sejumlah proyek. Misalnya, di upstream dan panas bumi Pertamina akan fokus di proyek Matindok Gas Development Project, Jambaran-Tiung Biru Gas Field, dan Geothermal Lumut Balai 1 & 2, Ulubelu 3 &4

Pada midstream serta gas pipeline network, proyek yang menjadi perhatian khusus adalah Muara Karang–Muara Tawar–Tegalgede (Jawa Barat), dan Gresik – Semarang (Jawa Timur dan Jawa Tengah)
Sedangkan di downstream, Pertamina fokus di proyek Upgrade on Refinery IV Cilacap (Proyek Langit Biru Cilacap) dan Development of Fuel Terminal in Sambu Island, Operasi di Tiga Negara

Perihal kiprah di luar negeri, Pertamina lewat anak usaha, PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP), sudah membukukan keberhasilan dengan beroperasi di tiga negara, yakni Aljazair, Irak, dan Malaysia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemerintah Luncurkan Program PLN Mini di Daerah Terpencil

Pemerintah Luncurkan Program PLN Mini di Daerah Terpencil

Bisnis | Senin, 05 Desember 2016 | 01:08 WIB

PP Properti Luncurkan 3 Mal Baru di Bekasi dan Surabaya

PP Properti Luncurkan 3 Mal Baru di Bekasi dan Surabaya

Bisnis | Rabu, 30 November 2016 | 07:22 WIB

PGN Perluas Infrastruktur Gas di Riau Hingga Jawa Timur

PGN Perluas Infrastruktur Gas di Riau Hingga Jawa Timur

Bisnis | Selasa, 29 November 2016 | 13:35 WIB

Arcandra Diyakini Membuat Pertamina Jadi BUMN Mendunia

Arcandra Diyakini Membuat Pertamina Jadi BUMN Mendunia

Bisnis | Senin, 28 November 2016 | 07:22 WIB

Turun di Seri Penutup GP2 2016, Ini Target Sean Gelael

Turun di Seri Penutup GP2 2016, Ini Target Sean Gelael

News | Kamis, 24 November 2016 | 16:06 WIB

Kembangkan BBM Ritel, AKRA Gandeng BP Global

Kembangkan BBM Ritel, AKRA Gandeng BP Global

Bisnis | Kamis, 17 November 2016 | 16:05 WIB

J Resources Asia Pasifik Tarik Sisa Pinjaman 205 Juta Dolar AS

J Resources Asia Pasifik Tarik Sisa Pinjaman 205 Juta Dolar AS

Bisnis | Kamis, 17 November 2016 | 15:47 WIB

Apro FInancial Membeli 77,38 Persen Saham Bank Dinar

Apro FInancial Membeli 77,38 Persen Saham Bank Dinar

Bisnis | Kamis, 17 November 2016 | 15:34 WIB

Genjot 35 Ribu MW, PLN akan Bangun 54 PLTG di Maluku dan Papua

Genjot 35 Ribu MW, PLN akan Bangun 54 PLTG di Maluku dan Papua

Bisnis | Kamis, 17 November 2016 | 12:05 WIB

PGN Perluas Infrastruktur Gas Bumi di Bogor Hingga Sukabumi

PGN Perluas Infrastruktur Gas Bumi di Bogor Hingga Sukabumi

Bisnis | Kamis, 17 November 2016 | 11:16 WIB

Terkini

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:49 WIB

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:43 WIB

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:34 WIB

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:22 WIB

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:06 WIB

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:57 WIB

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:31 WIB

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 13:21 WIB