Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.340,020
LQ45 636,637
Srikehati 310,704
JII 381,030
USD/IDR 17.904

RUU Jasa Konstruksi Siap Dibawa ke Rapat Paripurna DPR

Adhitya Himawan

Jum'at, 09 Desember 2016 | 04:00 WIB
RUU Jasa Konstruksi Siap Dibawa ke Rapat Paripurna DPR
Raker Komisi V DPR RI dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Gedung DPR. [Dok Kementerian PUPR]

Komisi V DPR RI dan pemerintah telah sepakat membawa Rancangan Undang-Undang (RUU) Jasa Konstruksi ke Rapat Paripurna untuk disahkan menjadi undang-undang. RUU Jasa Konstruksi yang terdiri dari 14 bab dan 106 pasal tersebut rencananya akan dibawa ke Rapat Paripurna DPR RI pada 15 Desember 2016 nanti.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mewakili Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI, Rabu (7/12/2016) mengatakan serangkaian pembahasan telah dilaksanakan bersama antara DPR RI dengan Tim Perumus dari unsur pemerintah sejak Maret 2016 sampai Desember 2016.

Menurutnya, RUU Jasa Konstruksi ini sangat diperlukan, mengingat industri konstruksi Indonesia masih perlu peningkatan di beberapa aspek seperti rantai pasok, delivery system dalam sistem pengadaan barang dan jasa serta mutu konstruksi dan tuntutan penyelenggaraan good coorporate government. “RUU Jasa Konstruksi ini diharapkan menjadi jawaban atas kebutuhan tata kelola dan dinamika pengembangan jasa konstruksi Indonesia sejalan dengan perkembangan dunia konstruksi saat ini,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (8/12/2016).

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah sangat menyambut baik adanya RUU Jasa Konstruksi karena banyak mengakomodir perubahan baru dan telah mengikuti dinamika saat ini. Perubahan yang pertama adalah adanya perlindungan bagi pengguna dan penyedia jasa dalam melaksanakan pekerjaan konstruksi. Kedua, adanya pembagian peran yang jelas antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam pelaksanaan jasa konstruksi.

Ketiga adanya perlindungan bagi tenaga kerja Indonesia untuk bekerja di bidang jasa konstruksi, termasuk pengaturan tenaga kerja asing yang akan bekerja di Indonesia. Empat, adanya jaminan mutu pekerjaan konstruksi melalui proses sertifikasi dan penjaminan pekerjaan. Terakhir, adanya keterbukaan informasi melalui sistem informasi yang terintegrasi sebagai upaya pembinaan dan pengembangan jasa konstruksi.

Lebih lanjut Menteri Basuki menjelaskan, jaring pengaman pun disiapkan bagi investasi yang masuk di bidang jasa konstruksi, serta adanya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan dan pengawasan konstruksi. Pada kesempatan tersebut, Menteri Basuki juga mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam proses penyusunan RUU Jasa Konstruksi yang menjadi inisiatif DPR RI.
“Dengan demikian kami yakin rancangan undang-undangan ini mampu memberikan makna dan nilai tambah bagi penyelenggaraan jasa konstruksi yang handal, berdaya saing, berkualitas dan berkelanjutan,” tuturnya.

Ketua Panitia Kerja RUU Jasa Konstruksi, Muhidin Mohamad Said mengatakan bahwa RUU Jasa Konstruksi tersebut merupakan pengganti UU Nomor 18/1999 tentang Jasa Konstruksi. “Rencananya RUU Jasa Konstruksi akan dibawa ke Rapat Paripurna pada 15 Desember 2016 nanti,” ujarnya.

Saat menghadiri rapat kerja yang dipimpin oleh Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemy Francis tersebut, Menteri Basuki didampingi oleh Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR Yusid Toyib, Kepala Balitbang Kementerian PUPR Danis H Sumadilaga, Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Imam Santoso, Direktur Jenderal Cipta Karya Sri Hartoyo dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S Atmawidjaja.

Sebelumnya dalam Rapat Panja RUU Jasa Konstruksi, Direktur Jenderal Bina Konstruksi, Yusid Toyib menjelaskan bahwa pentingnya pasal tentang usaha penyediaan bangunan dimasukan karena banyak sekali kegiatan saat ini mengenai investasi yang harus dilakukan dan dibina yang bukan dengan hanya peraturan presiden (perpres) saja, melainkan dengan payung undang-undang. “Ini penting untuk mengatur jika pihak-pihak swasta membangun bangunan gedung tinggi tanpa seizin kita, maka dengan adanya payung tentang usaha penyediaan bangunan akan ini, bisa menjadi safety,” ujar Yusid.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kontrak Pekerjaan Pembangunan Bendungan Napun Gete Ditandatangani

Kontrak Pekerjaan Pembangunan Bendungan Napun Gete Ditandatangani

Bisnis | Kamis, 08 Desember 2016 | 06:08 WIB

Bank Dunia Mulai Realisasikan Pengembangan Infrastruktur KSPN

Bank Dunia Mulai Realisasikan Pengembangan Infrastruktur KSPN

Bisnis | Kamis, 08 Desember 2016 | 06:04 WIB

Bangunan Infrastruktur Pendukung Asian Games 2018 Terus Digenjot

Bangunan Infrastruktur Pendukung Asian Games 2018 Terus Digenjot

Bisnis | Kamis, 08 Desember 2016 | 05:45 WIB

DIPA Tahun 2017 Kementerian PUPR Sebesar Rp101,496 Triliun

DIPA Tahun 2017 Kementerian PUPR Sebesar Rp101,496 Triliun

Bisnis | Kamis, 08 Desember 2016 | 05:36 WIB

Gender Infrastruktur PU dan Permukiman

Gender Infrastruktur PU dan Permukiman

Video | Kamis, 08 Desember 2016 | 00:00 WIB

Underpass Stasiun Manggarai Rampung, Siap Diresmikan

Underpass Stasiun Manggarai Rampung, Siap Diresmikan

Bisnis | Rabu, 07 Desember 2016 | 04:00 WIB

Tingkatkan Keselamatan Bangunan, Pemerintah Gandeng KOICA

Tingkatkan Keselamatan Bangunan, Pemerintah Gandeng KOICA

Bisnis | Rabu, 07 Desember 2016 | 03:00 WIB

Kementerian PUPR dan DPR Tuntaskan Draft UU Jasa Konstruksi

Kementerian PUPR dan DPR Tuntaskan Draft UU Jasa Konstruksi

Bisnis | Rabu, 07 Desember 2016 | 02:00 WIB

3263 Paket Pekerjaan 2017 Sudah Dilakukan Lelang Dini

3263 Paket Pekerjaan 2017 Sudah Dilakukan Lelang Dini

Bisnis | Rabu, 07 Desember 2016 | 02:00 WIB

Inilah Penjelasan Kerusakan Jembatan Cipamuruyan

Inilah Penjelasan Kerusakan Jembatan Cipamuruyan

Bisnis | Selasa, 06 Desember 2016 | 05:26 WIB

Terkini

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:45 WIB

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Jabar | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:39 WIB

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:37 WIB

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:35 WIB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:29 WIB

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:28 WIB

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:24 WIB

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Entertainment | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:13 WIB

×