Kaleidoskop 2016: Dibayangi Lambannya Pertumbuhan Ekonomi

Adhitya Himawan

Kamis, 29 Desember 2016 | 11:19 WIB
Kaleidoskop 2016: Dibayangi Lambannya Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi triwulan ketiga masih rendah. [Antara]

Sepanjang tahun 2016, pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga kuartal III hanya mampu mencapai 5,02 persen. Praktis, capaian ini meleset dari target pertumbuhan ekonomi nasional 7 persen yang pernah dijanjikan Presiden Joko Widodo saat kampanye Pemilihan Presiden tahun 2014 lalu.

Data tersebut semakin diperkuat dengan hasil laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat hingga kuartal III 2016 pertumbuhan ekonomi Indonesia mentok di kisaran 5,02 persen. Padahal di kuartal II 2016 pertumbuhan ekonomi Indonesia sempat di level 5,18 persen.

Capaian pertumbuhan ekonomi 5,02 persen hingga triwulan III, sesungguhnya merupakan hasil yang cukup mengecewakan.  Apalagi jika mengingat Jokowi pada pertengahan tahun 2015 menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2016 bisa mencapai 5,5 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan target pertumbuhan ekonomi yang tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2015 sebesar 5,7 persen.

Jokowi mengucapkan target tersebut  dalam Pidato Kenegaraan Asumsi Makro Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2016 serta Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 2016 di Gedung DPR MPR, Jakarta, Jumat (13/8/2015).

Namun pada pertengahan tahun 2016, Menteri Keuangan Sri Mulyani memutuskan untuk mengubah target pertumbuhan ekonomi yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2016 dari 5,1-5,2 persen menjadi 5-5,1 persen. Revisi target tersebut disampaikannya pada rapat kerja dengan Komisi XI DPR yang membahas tentang Rancangan APBN 2016, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (1/9/2016).

Padahal sejak tahun 2015, pemerintah sudah mengeluarkan 14 paket kebijakan ekonomi. Tujuannya untuk menstimulus pertumbuhan ekonomi nasional agar lebih bergairah. Namun apa lacur, hingga akhir tahun 2016, rangkaian jurus pemerintah tersebut belum mampu memberikan hasil yang signifikan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Sesungguhnya problem ekonomi Indonesia sepanjang 2016 juga dialami seluruh dunia. Faktanya, pertumbuhan ekonomi global juga tengah lesu.

Kenyataan ini diakui oleh Kepala BPS lama, Suryamin saat melaporkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I 2016 yang hanya mampu tumbuh sebesar 4,92 persen. Suryamin mengatakan, melambatnya pertumbuhan ekonomi tersebut cenderung dipengaruhi faktor eksternal, dimana perekonomian global yang masih belum stabil sehingga berimbas ke Indonesia.

Selain itu, lanjut Suryamin, kondisi perekonomian global yang masih lemah dimana pertumbuhan ekonomi Cina mengalami penurunan dari 6,8 persen menjadi 6, persen dan pertumbuhan ekonomi AS yang hanya 2 persen menjadi penyebab pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat. Pada kuartal III 2016, Negara Adikuasa ini juga hanya mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi 3,5 persen.

baca juga

Selama ini, pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia banyak ditopang oleh komoditas seperti kelapa sawit, minyak dunia, batubara, dan berbagai mineral tambang lain. Saat harga komoditas jatuh, perekonomian dunia juga lesu, berimbas kepada merosotnya permintaan impor komoditas Indonesia dari negara lain. Tak heran jika ekonomi Indonesia turut terseret lesu juga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pertumbuhan Ekonomi AS Q3 2016 Direvisi Jadi 3,5 Persen

Pertumbuhan Ekonomi AS Q3 2016 Direvisi Jadi 3,5 Persen

Bisnis | Jum'at, 23 Desember 2016 | 06:29 WIB

Menperin Optimis Industri Makanan Minuman Jadi Motor Ekonomi RI

Menperin Optimis Industri Makanan Minuman Jadi Motor Ekonomi RI

Bisnis | Kamis, 22 Desember 2016 | 13:31 WIB

Kontribusi Industri 17,82 Persen Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Kontribusi Industri 17,82 Persen Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Bisnis | Kamis, 22 Desember 2016 | 13:24 WIB

Ekonomi 2017 Diprediksi Masih lambat, Ini Jalan Keluar Menperin

Ekonomi 2017 Diprediksi Masih lambat, Ini Jalan Keluar Menperin

Bisnis | Kamis, 15 Desember 2016 | 13:30 WIB

Menperin: AS dan India Melirik Program Unggulan Jokowi

Menperin: AS dan India Melirik Program Unggulan Jokowi

Bisnis | Kamis, 15 Desember 2016 | 12:09 WIB

Ini yang Harus Dilakukan Supaya Pertumbuhan Ekonomi RI 7 Persen

Ini yang Harus Dilakukan Supaya Pertumbuhan Ekonomi RI 7 Persen

Bisnis | Rabu, 07 Desember 2016 | 06:12 WIB

Pascareformasi, Ekonomi Indonesia Dinilai Super Liberal

Pascareformasi, Ekonomi Indonesia Dinilai Super Liberal

Bisnis | Selasa, 06 Desember 2016 | 06:07 WIB

Sulawesi dan Kalimantan Tetap Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi

Sulawesi dan Kalimantan Tetap Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi

Bisnis | Selasa, 06 Desember 2016 | 05:00 WIB

Jokowi Tinjau Pembangunan Embung Desa di Kutai Kartanegara

Jokowi Tinjau Pembangunan Embung Desa di Kutai Kartanegara

Bisnis | Selasa, 06 Desember 2016 | 00:20 WIB

Jokowi Cek Pergerakan Ekonomi di Kalimantan Timur

Jokowi Cek Pergerakan Ekonomi di Kalimantan Timur

Bisnis | Minggu, 04 Desember 2016 | 23:26 WIB

Terkini

Serunya The Creator Quest: Jelajah Yogya, Kupas Tuntas Honda Care, dan Berburu Vario 125 Street

Serunya The Creator Quest: Jelajah Yogya, Kupas Tuntas Honda Care, dan Berburu Vario 125 Street

Jogja | Minggu, 11 Oktober 2026 | 18:29 WIB

Bukan Mengubah Diri, Ini Cara Perempuan Memaknai Kecantikan dan Kepercayaan Diri

Bukan Mengubah Diri, Ini Cara Perempuan Memaknai Kecantikan dan Kepercayaan Diri

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 18:23 WIB

Suahasil Peringatkan Harga Pangan Bakal Naik buntut Ancaman El Nino

Suahasil Peringatkan Harga Pangan Bakal Naik buntut Ancaman El Nino

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Politik Beras Orde Baru: Bagaimana Nasi Jadi Standar Makan Orang Indonesia?

Politik Beras Orde Baru: Bagaimana Nasi Jadi Standar Makan Orang Indonesia?

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Kulit Sawo Matang Wajib Tahu! 7 Warna Rambut Ini Bikin Wajah Cerah Bebas Kusam

Kulit Sawo Matang Wajib Tahu! 7 Warna Rambut Ini Bikin Wajah Cerah Bebas Kusam

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Polda Jabar Kerahkan 1.112 Personel dalam Operasi Antik Lodaya, Bidik 47 Target Operasi

Polda Jabar Kerahkan 1.112 Personel dalam Operasi Antik Lodaya, Bidik 47 Target Operasi

Jabar | Minggu, 11 Oktober 2026 | 18:13 WIB

Pabrik Material Konstruksi di Kendal Siapkan Peluang Kerja untuk 400 Orang

Pabrik Material Konstruksi di Kendal Siapkan Peluang Kerja untuk 400 Orang

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2026 | 17:58 WIB

Suahasil Sebut Manufaktur Indonesia Mulai Ekspansif di September 2026

Suahasil Sebut Manufaktur Indonesia Mulai Ekspansif di September 2026

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2026 | 17:57 WIB

Reformasi Berbuah Manis, OJK Kantongi Sinyal Positif dari Investor Global

Reformasi Berbuah Manis, OJK Kantongi Sinyal Positif dari Investor Global

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2026 | 17:54 WIB

Mesir Tawarkan Tambahan Beasiswa Kedokteran, Teknik, dan Sains untuk Mahasiswa RI

Mesir Tawarkan Tambahan Beasiswa Kedokteran, Teknik, dan Sains untuk Mahasiswa RI

News | Minggu, 11 Oktober 2026 | 17:48 WIB

×