"Namun secara prosentase mengalami kenaikan dari pencapaian tahun sebelumnya yang mencapai 92,1 persen dari APBNP 2015. Hal tersebut antara lain akibat melambatnya kegiatan ekspor yang disebabkan pelemahan harga komoditas ekspor," kata Sri.
Selanjutnya, kata Sri, realisasi PNBP tahun 2016 melebihi target APBNP tahun 2016 meskipun harga komoditas Mengalami penurunan. Menurut Sri, hal ini dipengaruhi oleh adanya pergeseran sumber penerimaan dari PNBP sumber daya alam ke PNBP yang bersumber dari penerimaan kementerian dan lembaga.
"Penerimaan SDA lebih rendah dibandingkan target dalam APBNP, meskipun asumsi harga minyak dan lifting minyak dan gas cukup sesuai dengan asumsi dalam APBNP, tetapi menguatnya nilai tukar rupiah dan kenaikan cost recovery berpengaruh terhadap penerimaan PNBP," kata Sri.