Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Kemendag Minta PPI Pasok Cabai untuk Tekan Harga

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 06 Januari 2017 | 18:42 WIB
Kemendag Minta PPI Pasok Cabai untuk Tekan Harga
Pedagang cabai di pasar induk Senen, Jakarta, Jumat (4/9). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menugaskan Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) Persero untuk mendistribusikan komoditas cabai dari daerah penghasil. Ini untuk menekan harga komoditas tersebut.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan, saat dihubungi Antara mengatakan bahwa pasokan cabai akan didatangkan dari sejumlah wilayah di Sulawesi seperti dari Gorontalo dan Makassar untuk memasok kebutuhan di wilayah Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

"Cabai dari Sulawesi akan dipasok untuk wilayah yang harganya masih tinggi, betul (PPI ditugaskan)," kata Oke, di Jakarta, Jumat (6/1/2016).

Berdasarkan informasi hingga Jumat, tercatat kurang lebih sebanyak 900-1.000 kilogram cabai akan dipasok dari Sulawesi untuk beberapa wilayah di Indonesia.

Penugasan Kementerian Perdagangan kepada PPI tersebut, untuk cabai merah terhitung sudah berlangsung selama satu bulan, sementara untuk cabai rawit baru pada pekan ini.

Khusus untuk Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pasokan akan didatangkan dari Makassar sebanyak 600 kilogram untuk cabai merah besar dan cabai merah keriting sebanyak 100 kilogram. Selain itu dari Gorontalo sebanyak 300 kilogram untuk cabai rawit merah dan dari Surabaya sebanyak 60 kilogram untuk cabai rawit pedas.

Berdasarkan data dari Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kemendag, untuk harga rata-rata nasional cabai merah besar sudah mengalami penurunan menjadi Rp37.000 per kilogram. Sementara untuk harga cabai rawit merah berkisar antara Rp100.000-Rp120.000 per kilogram.

Harga cabai rawit di pasar tradisional Waisai Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, selama sepekan terakhir mengalami kenaikan hingga menyentuh harga Rp200.000 per kilogram. Harga tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp140.000 dari harga sebelumnya Rp60.000 per kilogram.

Sementara di pasar tradisional Temangggung, Jawa Tengah, harga cabai rawit juga melambung. Dari sebelumnya pada pekan lalu Rp80.000 per kilogram, menjadi Rp100.000 per kilogram. Kenaikan tersebut dikarenakan pasokan yang berkurang dari daerah penghasil.

baca juga

Kementerian Pertanian menyatakan bahwa kenaikan harga cabai tersebut disebabkan para petani cabai yang enggan memanen hasil produksi akibat curah hujan tinggi. Dengan curah hujan yang tinggi, cabai hasil panen tersebut lebih cepat busuk.

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri mengatakan bahwa akibat kenaikan harga komoditas tersebut, daya beli masyarakat juga mengalami penurunan jika dibandingkan dengan kondisi normal. Kenaikan tersebut disebabkan kurangnya pasokan dari daerah penghasil.

"Pasokan berkurang 50 persen dari angka normal, sementara daya beli masyarakat turun hingga 40 persen. Kenaikan terjadi hampir di semua daerah, bahkan Jawa Barat yang merupakan daerah penghasil juga mengalami kenaikan cukup tajam," kata Abdullah. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bahan Pokok di Pondok Labu dan Cipete Naik-Turun

Bahan Pokok di Pondok Labu dan Cipete Naik-Turun

Bisnis | Kamis, 26 Mei 2016 | 11:00 WIB

Harga Cabai Lampaui Rp70 Ribu Per Kilogram, Warga Menjerit

Harga Cabai Lampaui Rp70 Ribu Per Kilogram, Warga Menjerit

Bisnis | Selasa, 08 September 2015 | 18:53 WIB

Harga Cabai di Jayapura Naik

Harga Cabai di Jayapura Naik

Bisnis | Selasa, 08 September 2015 | 08:20 WIB

Harga Cabai Terus Melonjak

Harga Cabai Terus Melonjak

Foto | Jum'at, 04 September 2015 | 15:38 WIB

Dirjen: Surplus Cabai Perlu Ditingkatkan

Dirjen: Surplus Cabai Perlu Ditingkatkan

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2015 | 18:49 WIB

Jelang Lebaran, Cabai Merah Besar Rp52 Ribu Per Kilo di Pasar Ini

Jelang Lebaran, Cabai Merah Besar Rp52 Ribu Per Kilo di Pasar Ini

News | Minggu, 12 Juli 2015 | 10:40 WIB

Jelang Lebaran, Harga Cabai di Sini Rp100 Ribu/Kg

Jelang Lebaran, Harga Cabai di Sini Rp100 Ribu/Kg

News | Sabtu, 11 Juli 2015 | 07:55 WIB

Di Daerah Ini, Harga Cabai Tembus Rp110 Ribu per Kilogram

Di Daerah Ini, Harga Cabai Tembus Rp110 Ribu per Kilogram

Bisnis | Jum'at, 26 Desember 2014 | 14:48 WIB

Harga Cabai Melonjak Hampir 200 Persen

Harga Cabai Melonjak Hampir 200 Persen

Bisnis | Senin, 29 September 2014 | 13:33 WIB

Stok Kurang, Harga Cabai di Manado Naik 250 Persen

Stok Kurang, Harga Cabai di Manado Naik 250 Persen

Bisnis | Rabu, 02 April 2014 | 11:07 WIB

Terkini

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:05 WIB

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05 WIB

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:51 WIB

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:20 WIB

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:16 WIB

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:25 WIB

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:34 WIB

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:39 WIB

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:23 WIB

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:27 WIB