Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.319,613
LQ45 635,207
Srikehati 308,696
JII 378,581
USD/IDR 18.032

Kemendag Minta PPI Pasok Cabai untuk Tekan Harga

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 06 Januari 2017 | 18:42 WIB
Kemendag Minta PPI Pasok Cabai untuk Tekan Harga
Pedagang cabai di pasar induk Senen, Jakarta, Jumat (4/9). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menugaskan Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) Persero untuk mendistribusikan komoditas cabai dari daerah penghasil. Ini untuk menekan harga komoditas tersebut.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan, saat dihubungi Antara mengatakan bahwa pasokan cabai akan didatangkan dari sejumlah wilayah di Sulawesi seperti dari Gorontalo dan Makassar untuk memasok kebutuhan di wilayah Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

"Cabai dari Sulawesi akan dipasok untuk wilayah yang harganya masih tinggi, betul (PPI ditugaskan)," kata Oke, di Jakarta, Jumat (6/1/2016).

Berdasarkan informasi hingga Jumat, tercatat kurang lebih sebanyak 900-1.000 kilogram cabai akan dipasok dari Sulawesi untuk beberapa wilayah di Indonesia.

Penugasan Kementerian Perdagangan kepada PPI tersebut, untuk cabai merah terhitung sudah berlangsung selama satu bulan, sementara untuk cabai rawit baru pada pekan ini.

Khusus untuk Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pasokan akan didatangkan dari Makassar sebanyak 600 kilogram untuk cabai merah besar dan cabai merah keriting sebanyak 100 kilogram. Selain itu dari Gorontalo sebanyak 300 kilogram untuk cabai rawit merah dan dari Surabaya sebanyak 60 kilogram untuk cabai rawit pedas.

Berdasarkan data dari Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kemendag, untuk harga rata-rata nasional cabai merah besar sudah mengalami penurunan menjadi Rp37.000 per kilogram. Sementara untuk harga cabai rawit merah berkisar antara Rp100.000-Rp120.000 per kilogram.

Harga cabai rawit di pasar tradisional Waisai Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, selama sepekan terakhir mengalami kenaikan hingga menyentuh harga Rp200.000 per kilogram. Harga tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp140.000 dari harga sebelumnya Rp60.000 per kilogram.

Sementara di pasar tradisional Temangggung, Jawa Tengah, harga cabai rawit juga melambung. Dari sebelumnya pada pekan lalu Rp80.000 per kilogram, menjadi Rp100.000 per kilogram. Kenaikan tersebut dikarenakan pasokan yang berkurang dari daerah penghasil.

baca juga

Kementerian Pertanian menyatakan bahwa kenaikan harga cabai tersebut disebabkan para petani cabai yang enggan memanen hasil produksi akibat curah hujan tinggi. Dengan curah hujan yang tinggi, cabai hasil panen tersebut lebih cepat busuk.

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri mengatakan bahwa akibat kenaikan harga komoditas tersebut, daya beli masyarakat juga mengalami penurunan jika dibandingkan dengan kondisi normal. Kenaikan tersebut disebabkan kurangnya pasokan dari daerah penghasil.

"Pasokan berkurang 50 persen dari angka normal, sementara daya beli masyarakat turun hingga 40 persen. Kenaikan terjadi hampir di semua daerah, bahkan Jawa Barat yang merupakan daerah penghasil juga mengalami kenaikan cukup tajam," kata Abdullah. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bahan Pokok di Pondok Labu dan Cipete Naik-Turun

Bahan Pokok di Pondok Labu dan Cipete Naik-Turun

Bisnis | Kamis, 26 Mei 2016 | 11:00 WIB

Harga Cabai Lampaui Rp70 Ribu Per Kilogram, Warga Menjerit

Harga Cabai Lampaui Rp70 Ribu Per Kilogram, Warga Menjerit

Bisnis | Selasa, 08 September 2015 | 18:53 WIB

Harga Cabai di Jayapura Naik

Harga Cabai di Jayapura Naik

Bisnis | Selasa, 08 September 2015 | 08:20 WIB

Harga Cabai Terus Melonjak

Harga Cabai Terus Melonjak

Foto | Jum'at, 04 September 2015 | 15:38 WIB

Dirjen: Surplus Cabai Perlu Ditingkatkan

Dirjen: Surplus Cabai Perlu Ditingkatkan

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2015 | 18:49 WIB

Jelang Lebaran, Cabai Merah Besar Rp52 Ribu Per Kilo di Pasar Ini

Jelang Lebaran, Cabai Merah Besar Rp52 Ribu Per Kilo di Pasar Ini

News | Minggu, 12 Juli 2015 | 10:40 WIB

Jelang Lebaran, Harga Cabai di Sini Rp100 Ribu/Kg

Jelang Lebaran, Harga Cabai di Sini Rp100 Ribu/Kg

News | Sabtu, 11 Juli 2015 | 07:55 WIB

Di Daerah Ini, Harga Cabai Tembus Rp110 Ribu per Kilogram

Di Daerah Ini, Harga Cabai Tembus Rp110 Ribu per Kilogram

Bisnis | Jum'at, 26 Desember 2014 | 14:48 WIB

Harga Cabai Melonjak Hampir 200 Persen

Harga Cabai Melonjak Hampir 200 Persen

Bisnis | Senin, 29 September 2014 | 13:33 WIB

Stok Kurang, Harga Cabai di Manado Naik 250 Persen

Stok Kurang, Harga Cabai di Manado Naik 250 Persen

Bisnis | Rabu, 02 April 2014 | 11:07 WIB

Terkini

Industri Kecantikan Indonesia Makin Bergairah, Inovasi dan Teknologi Jadi Kunci Persaingan

Industri Kecantikan Indonesia Makin Bergairah, Inovasi dan Teknologi Jadi Kunci Persaingan

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Dari Kulit hingga Tekstil Ramah Lingkungan, Tren Fashion Masa Depan Makin Berkelanjutan

Dari Kulit hingga Tekstil Ramah Lingkungan, Tren Fashion Masa Depan Makin Berkelanjutan

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:16 WIB

Wali Kota Solo Tegaskan Tak Toleransi Miras Ilegal, Empat Outlet Ditutup

Wali Kota Solo Tegaskan Tak Toleransi Miras Ilegal, Empat Outlet Ditutup

Jawa Tengah | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:06 WIB

Dari AI hingga Alat Diagnostik Presisi, Inovasi Teknologi Dorong Deteksi Penyakit Lebih Cepat

Dari AI hingga Alat Diagnostik Presisi, Inovasi Teknologi Dorong Deteksi Penyakit Lebih Cepat

Health | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Watak Weton Rabu Pon Milik Presiden Prabowo Subianto, Simak Kelebihan dan Kekurangannya

Watak Weton Rabu Pon Milik Presiden Prabowo Subianto, Simak Kelebihan dan Kekurangannya

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:05 WIB

BPS Ungkap Penjualan Truk hingga Pikap Melonjak 38,76%

BPS Ungkap Penjualan Truk hingga Pikap Melonjak 38,76%

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Mendagri Siapkan Tiga Langkah Sebagai Solusi Operasional Gaji Pegawai Pemda

Mendagri Siapkan Tiga Langkah Sebagai Solusi Operasional Gaji Pegawai Pemda

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:02 WIB

BRI Dukung Optimalisasi Dana SAL, Perkuat Penyaluran Kredit ke Sektor Produktif

BRI Dukung Optimalisasi Dana SAL, Perkuat Penyaluran Kredit ke Sektor Produktif

Sulsel | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:01 WIB

Deposit Judi Online Piala Dunia 2026 Tembus Rp1 Triliun! QRIS Paling Banyak Disalahgunakan

Deposit Judi Online Piala Dunia 2026 Tembus Rp1 Triliun! QRIS Paling Banyak Disalahgunakan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:01 WIB

Purbasari White Glow Body Serum Bisa Memutihkan Kulit? Cek Ulasan Pengguna

Purbasari White Glow Body Serum Bisa Memutihkan Kulit? Cek Ulasan Pengguna

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:55 WIB

×