Dirjen: Surplus Cabai Perlu Ditingkatkan

Siswanto

Jum'at, 17 Juli 2015 | 18:49 WIB
Dirjen: Surplus Cabai Perlu Ditingkatkan
Cabai keriting di Pasar Senen, Jakarta (Antara)

Suara.com - Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Spudnik Sujono menyatakan produksi cabai di dalam negeri saat ini mengalami surplus, namun volumenya masih perlu ditingkatkan sehingga mampu mengimbangi stok di pedagang.

Saat melakukan peninjauan operasi pasar yang dilakukan Perum Bulog di Pasar Induk Kramat Jati Jakarta, Rabu, dia mengungkapkan, pada Juni 2015 produksi cabai besar mencapai 99.685 ton sedangkan kebutuhan hanya 98.900 ton.

Sedangkan pada Juli 2015, tambahnya, produksi komoditas sayur tersebut sebanyak 97.668 ton dengan kebutuhan di Tanah Air mencapai 97 ribu ton.

"Jadi sebenarnya selama ini untuk cabai mengalami surplus, namun volumenya masih membahayakan sehingga (harga di pasar) mudah dipermainkan pedagang," katanya.

Oleh karena itu, menurut dia, pihaknya akan mengatur manajemen tanam, guna menjaga produktivitas pertanian agar mampu mengendalikan harga kebutuhan pokok ketika permintaan melonjak.

"Kita akan atur manajemen tanam dengan menganalisis kebutuhan bahan pokok setiap bulannya, sehingga kita dapat mengetahui kebutuhan dan pasokan bulanan. Kita atur agar terjadi kebutuhan dan suplai. Ini agar produksi jangan terlalu tipis surplusnya, karena surplus tipis ini dimainkan pedagang," ujarnya.

Menurut dia, komoditas cabai pernah surplus sebanyak 500 ribu ton dalam setahun, namun pada bulan-bulan tertentu tingkat surplus tersebut hanya sedikit, sehingga pedagang memainkan harganya hingga ke tingkat yang tak wajar.

"Seperti tahun lalu harga cabai sampai menembus Rp100 ribu per kilogram. Ini karena produksi cabai surplus sedikit, sehingga harga dimainkan pedagang," tuturnya.

Spudnik menyatakan Kementerian Pertanian sedang mengkaji bersama Perum Bulog untuk membuka toko tani di setiap titik seluruh pasar Indonesia untuk menjaga harga kebutuhan bahan-bahan pokok agar tak terjadi lonjakan secara drastis.

"Kita akan buka lapak yakni toko tani untuk mengamankan suplai di pasar seperti di Pasar Bekasi dan Pasar Induk Kramat Jati. Setiap tahun selalu terjadi (lonjakan harga), maka itu suplai kita atur jangan sampai produksinya surplus tipis, kita akan atur dari hulu hingga hilir," katanya.

Sementara itu terkait operasi pasar yang salah satunya menyediakan cabe, Spudnik menyatakan khusus di Jakarta dilakukan di 21 titik distribusi yang ada di pasar-pasar tradisional di lima wilayah DKI.

Dia menyatakan, kegiatan operasi pasar yang menjual cabe dengan harga Rp29 ribu itu mampu menekan harga komoditas tersebut yang di pasaran menjadi Rp40 ribu per kilogram dari sebelumnya hampir Rp45.500 hingga Rp48 ribu per kilogram. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jelang Lebaran, Cabai Merah Besar Rp52 Ribu Per Kilo di Pasar Ini

Jelang Lebaran, Cabai Merah Besar Rp52 Ribu Per Kilo di Pasar Ini

News | Minggu, 12 Juli 2015 | 10:40 WIB

Jelang Lebaran, Harga Cabai di Sini Rp100 Ribu/Kg

Jelang Lebaran, Harga Cabai di Sini Rp100 Ribu/Kg

News | Sabtu, 11 Juli 2015 | 07:55 WIB

Di Daerah Ini, Harga Cabai Tembus Rp110 Ribu per Kilogram

Di Daerah Ini, Harga Cabai Tembus Rp110 Ribu per Kilogram

Bisnis | Jum'at, 26 Desember 2014 | 14:48 WIB

Harga Cabai Melonjak Hampir 200 Persen

Harga Cabai Melonjak Hampir 200 Persen

Bisnis | Senin, 29 September 2014 | 13:33 WIB

Terkini

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:24 WIB

×