Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.971,953
LQ45 674,558
Srikehati 329,471
JII 461,839
USD/IDR 17.363

Ekonom: Inflasi Harus Dikelola dengan Baik

Adhitya Himawan | Suara.com

Senin, 09 Januari 2017 | 15:00 WIB
Ekonom: Inflasi Harus Dikelola dengan Baik
Kenaikan harga pangan bisa memicu inflasi tinggi. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Ekonom Katalis Indonesia, Adi Wibowo mengatakan awal tahun 2017 ekonomi kita dibuka dengan kenaikan harga pangan, yaitu naiknya harga cabai di pasaran. Tentu hal ini menjadi ancaman di pembuka tahun 2017. Apakah kenaikan harga pangan ini juga menguntungkan petani secara langsung? Ini yang mesti kita lihat lebih komprehensif.

"Kenaikan harga pangan ini apabila tidak dikelola dengan baik, maka akan menjadi ancaman selama tahun 2017," kata Wibowo saat dihubungi di Jakarta, Senin (9/1/2017).

Selain kenaikan harga pangan, ancaman inflasi yang tak kalah penting bagi kebutuhan masyarakat, menurut Wibowo adalah inflasi energi, dimana di awal tahun ini pemerintah mulai melakukan pencabutan subsidi listrik bagi pelanggan 900 VA karena asumsi pemerintah bahwa adanya subsisi listrik yang salah sasaran. Bersamaan dengan itu, pertamina resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) umum jenis pertamax, pertalite dan dexlite sebesar Rp. 300 per liter di semua daerah seiring dengan kondisi harga minyak mentah dunia.

"Tentu ini juga akan berdampak pada masyarakat berpendapatan menengah ke bawah secara sistematis dan signifikan yaitu harus menanggung beban hidup bulanan yang lebih tinggi," kata dia.

Lebih lanjut dikatakannya, trio inflasi yaitu inflasi pangan, inflasi tarif listrik, dan inflasi BBM segera harus dikelola dengan baik. Pasalnya, apabila tidak, akan berimplikasi pada kegiatan ekonomi yang lain.

"Diperlukan langkah antisipatif dan memanfatkan semua stakeholders yang dimiliki pemerintah untuk mengatasi dampak ekonomi lainnya bagi perekonomian nasional selama perjalanan 2017 mendatang. Belum lagi pertengahan tahun ke depan masyarakat akan menghadapi puasa ramadhan dan idul fitri," tukas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Harga Cabai Meroket, Djarot Punya Cara Sederhana Menyiasatinya

Harga Cabai Meroket, Djarot Punya Cara Sederhana Menyiasatinya

News | Senin, 09 Januari 2017 | 14:58 WIB

Ini Jurus Mendag untuk Meredam Lonjakan Harga Cabai

Ini Jurus Mendag untuk Meredam Lonjakan Harga Cabai

Bisnis | Senin, 09 Januari 2017 | 14:39 WIB

Harga Cabai Rp120 ribu, Mendag Imbau Masyarakat Beli via Online

Harga Cabai Rp120 ribu, Mendag Imbau Masyarakat Beli via Online

Bisnis | Senin, 09 Januari 2017 | 14:36 WIB

Mendag Juga Tuding Cuaca Jadi Penyebab Harga Cabai Meroket

Mendag Juga Tuding Cuaca Jadi Penyebab Harga Cabai Meroket

Bisnis | Senin, 09 Januari 2017 | 13:26 WIB

Jokowi Akui Kenaikan Harga Cabai Sulit Dihindari

Jokowi Akui Kenaikan Harga Cabai Sulit Dihindari

Bisnis | Senin, 09 Januari 2017 | 12:31 WIB

Harga Cabai Melonjak, Jokowi Salahkan Musim Buruk

Harga Cabai Melonjak, Jokowi Salahkan Musim Buruk

News | Senin, 09 Januari 2017 | 11:41 WIB

Jokowi Sebut Cuaca Buruk Jadi Sebab Harga Cabai Rawit Meroket

Jokowi Sebut Cuaca Buruk Jadi Sebab Harga Cabai Rawit Meroket

Bisnis | Senin, 09 Januari 2017 | 10:58 WIB

Kemendag Minta PPI Pasok Cabai untuk Tekan Harga

Kemendag Minta PPI Pasok Cabai untuk Tekan Harga

Bisnis | Jum'at, 06 Januari 2017 | 18:42 WIB

BPS Sebut Inflasi Desember 2016 Sebesar 0,42 Persen

BPS Sebut Inflasi Desember 2016 Sebesar 0,42 Persen

Bisnis | Selasa, 03 Januari 2017 | 23:16 WIB

BPS Sebut November 2016 Terjadi Inflasi 0,47 Persen

BPS Sebut November 2016 Terjadi Inflasi 0,47 Persen

Bisnis | Kamis, 01 Desember 2016 | 14:33 WIB

Terkini

Nilai Tukar Rupiah Terus Anjlok saat BPS Umumkan Pertumbuhan Ekonomi Melejit Tinggi

Nilai Tukar Rupiah Terus Anjlok saat BPS Umumkan Pertumbuhan Ekonomi Melejit Tinggi

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:48 WIB

Purbaya Restui Subsidi 200 Ribu Unit Motor dan Mobil Listrik, Berlaku Juni 2026

Purbaya Restui Subsidi 200 Ribu Unit Motor dan Mobil Listrik, Berlaku Juni 2026

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:42 WIB

Jumlah Pengangguran di Indonesia Berkurang 35.000 Orang

Jumlah Pengangguran di Indonesia Berkurang 35.000 Orang

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:20 WIB

Badai PHK Hantui Industri Tekstil hingga Plastik, Menperin: Bukan Hanya di Indonesia

Badai PHK Hantui Industri Tekstil hingga Plastik, Menperin: Bukan Hanya di Indonesia

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:09 WIB

Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah RI Berdiri, BI Tunjuk Biang Keroknya

Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah RI Berdiri, BI Tunjuk Biang Keroknya

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:54 WIB

Apa Saja Dampak Pelemahan Rupiah?

Apa Saja Dampak Pelemahan Rupiah?

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:48 WIB

Saling Intip Pengaruh Ekonomi ASEAN, MITEC Malaysia dan NICE Indonesia Bangun Poros MICE Regional

Saling Intip Pengaruh Ekonomi ASEAN, MITEC Malaysia dan NICE Indonesia Bangun Poros MICE Regional

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:41 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Q1 2026 Capai 5,61 Persen, Purbaya Akui Sempat Tak Bisa Tidur

Pertumbuhan Ekonomi RI Q1 2026 Capai 5,61 Persen, Purbaya Akui Sempat Tak Bisa Tidur

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:32 WIB

Konsumsi Pemerintah di Triwulan I 2026 Tumbuh 21,81 Persen, Kontribusi ke PDB Terbatas

Konsumsi Pemerintah di Triwulan I 2026 Tumbuh 21,81 Persen, Kontribusi ke PDB Terbatas

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:31 WIB

BPS Catatkan Pulau Jawa Sumbang 57,24 Persen PDB Indonesia Triwulan I 2026

BPS Catatkan Pulau Jawa Sumbang 57,24 Persen PDB Indonesia Triwulan I 2026

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 13:47 WIB