Bappenas Ungkap 5 Sektor Pendorong Pertumbuhan Ekonomi

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 15 Januari 2017 | 00:02 WIB
Bappenas Ungkap 5 Sektor Pendorong Pertumbuhan Ekonomi
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro (tengah), Gubernur BI Agus Martowardojo (kiri) dan Menteri PPN/ Kepala Bappenas Sofyan Djalil (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (14/7).

Suara.com - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional menyebutkan ada 5 sektor yang berpotensi dapat membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi domestik lebih tinggi.

Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan sektor pertama yang harus didorong adalah industri pengolahan nonmigas atau manufaktur. Menurut Bambang, memang sudah saatnya pemerintah kembali lagi mendorong industri manufkatur.

"Di manapun di dunia, tidak ada negara maju yang kondisinya seperti sekarang tanpa kontribusi dari manufaktur. Meskipun pertanian tetap penting, tapi manufaktur lah yang bisa kita dorong untuk mendorong pertumbuhan ekonomi," ujarnya di Jakarta, Sabtu (14/1/2017).

Sektor kedua yang perlu didorong adalah pertanian. Bambang menuturkan, kebutuhan pangan domestik masih cukup besar sehingga sektor tersebut harus didorong. Kendati demikian, kelebihan di sektor pertanian dinilai masih punya potensi ekspor dan dapat didorong industri manufaktur yang berbasis hasil pertanian.

"Jadi artinya pertanian penting, tapi jangan hanya menjual hasil pertanian mentah, tapi juga bagaimana pengolahannya. kalau sudah mengolah, berarti itu sudah masuk industri manufkatur," kata Bambang.

Sektor berikutnya adalah perdagangan. Menurut Bambang, baik perdagangan ritel maupun perdagangan besar harus mampu mendorong konsumsi. Kemudian ada pula sektor konstruksi. Peran pemerintah dan juga mendorong swasta untuk ikut dalam pembangunan, dinilai akan langsung mendorong sektor tersebut.

"Dalam dua tahun terakhir, sektor konstruksi tumbuhnya lumayan, sekitar 6 persen lebih, artinya ini bisa jadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan, " ujarnya.

Sektor terakhir, yakni informasi dan teknologi yang kini permintaannya cukup besar seiring dengan semakin berkembanganya teknologi.

"Jadi kelima sektor ini lah yang kita harapkan mendorong pertumbuhan, plus ada dua sektor khsusus yang kita ingin kembangkan dan punya potensi mendorong pertumbuhan, yaitu pertama, sektor jasa keuangan dan pariwisata," kata Bambang.

baca juga

Menurut Bambang, sektor jasa keuangan kini menjadi penting, apalagi pemerintah masih punya misi keuangan inklusif ( financial inclusion). Saat ini, masyarakat Indonesia masih belum banyak yang mengenal bank atau punya rekening di bank.

"Ini salah satu area yang bisa digarap. karena jika financial inclusion membaik, jasa keuangan juga akan meningkat, masyarakat juga akan makin sejahtera. Mereka hanya bisa sejahtera jika punya akses ke jasa keuangan," ujarnya.

Sementara itu, untuk pariwisata, Bambang mengatakan peran pemerintah daerah sangat sentral dan pemda harus memiliki ambisi mengembangkan pariwisata di daerahnya.

"Dan harusnya Bappeda yang lebih tahu mengenai analisa ekonomi, harus bisa menceritakan kepada kepala daerah atau kepala dinas lain, kalau kita kembangkan pariwisata daerah maka multiplier effect-nya pengeolahan," kata Bambang.

Di sektor pariwisata, pelaku ekonomi yang terlibat tidak hanya pengusaha besar, tapi juga sampai pengusaha paling kecil. Lapangan kerja yang tercipta juga akan bervariasi, mulai dari manajer hotel sampai tukang parkir, tour guide, dan sebagainya.

"Kita juga bicara bagaimana mencitpakan pertumbuhan yang berkualitas dalam tempo yang singkat dan pariwisata bisa menjadi jawaban. Kita sedang berupaya agar kita menjadi lebih menarik bagi wisatawan asing," ujarnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KEIN Optimis Pertumbuhan Ekonomi 2017 di Atas Target

KEIN Optimis Pertumbuhan Ekonomi 2017 di Atas Target

Bisnis | Jum'at, 13 Januari 2017 | 18:33 WIB

KEIN Optimis Pertumbuhan Ekonomi 2019 Capai 7 Persen

KEIN Optimis Pertumbuhan Ekonomi 2019 Capai 7 Persen

Bisnis | Jum'at, 13 Januari 2017 | 16:36 WIB

Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi RI Peringkat 3 Setelah Cina dan India

Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi RI Peringkat 3 Setelah Cina dan India

Bisnis | Jum'at, 13 Januari 2017 | 14:56 WIB

Gubernur BI Sebut Tantangan Ekonomi RI Semakin Kompleks

Gubernur BI Sebut Tantangan Ekonomi RI Semakin Kompleks

Bisnis | Jum'at, 13 Januari 2017 | 07:18 WIB

Miris, Pertumbuhan Ekonomi Inggris Akhir 2016 Cuma 0,5 Persen

Miris, Pertumbuhan Ekonomi Inggris Akhir 2016 Cuma 0,5 Persen

Bisnis | Kamis, 12 Januari 2017 | 08:46 WIB

Menkeu Klaim Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tertinggi

Menkeu Klaim Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tertinggi

Bisnis | Selasa, 10 Januari 2017 | 18:57 WIB

Ini Saran Pengamat agar Ekonomi RI Kembali ke UUD 1945

Ini Saran Pengamat agar Ekonomi RI Kembali ke UUD 1945

Bisnis | Selasa, 03 Januari 2017 | 02:00 WIB

Misbakhun Hargai Kerja Keras Sri Mulyani Jaga Ekonomi 2016

Misbakhun Hargai Kerja Keras Sri Mulyani Jaga Ekonomi 2016

Bisnis | Minggu, 01 Januari 2017 | 22:48 WIB

OJK Akui Pemulihan Ekonomi Global 2016 Lambat

OJK Akui Pemulihan Ekonomi Global 2016 Lambat

Bisnis | Sabtu, 31 Desember 2016 | 05:00 WIB

Kaleidoskop 2016: Dibayangi Lambannya Pertumbuhan Ekonomi

Kaleidoskop 2016: Dibayangi Lambannya Pertumbuhan Ekonomi

Bisnis | Kamis, 29 Desember 2016 | 11:19 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×