Kekayaan 8 Orang Ini Setara dengan Harta Separuh Umat Manusia

Liberty Jemadu | Suara.com

Senin, 16 Januari 2017 | 15:29 WIB
Kekayaan 8 Orang Ini Setara dengan Harta Separuh Umat Manusia
Ilustrasi seorang bocah perempuan di sebuah desa di India (Shutterstock).

Suara.com - Ketimpangan antara yang kaya dan miskin di dunia tampaknya sudah kian menjadi-jadi. Sebuah laporan terbaru lembaga swadaya masyarakat internasional asal Inggris, Oxfam, menunjukkan bahwa harta delapan orang terkaya di dunia setara dengan kekayaan separuh umat manusia.

Dalam laporan yang diterbitkan bersamaan dengan pembukaan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss awal pekan ini, Oxfam menyebutkan bahwa kedelapan orang itu, yang termasuk di dalamnya pendiri Microsoft, Bill Gates, memiliki total kekayaan 426 miliar dolar AS, setara dengan kekayaan dari 3,6 miliar orang di Bumi.

Selain Gates dalam daftar itu juga ada nama Amancio Ortega, pendiri merek busana Zara di Spanyol; Warren Buffet, investor dan bos perusahaan Berkshire Hathaway asal Amerika Serikat; Carlos Slim Helu, taipan telekomunikasi dan properti di Meksiko; Jeff Bezos, pendiri Amazon; Mark Zuckerberg, pendiri dan bos Facebook; Larry Ellison, bos perusahaan teknologi Oracle asal AS; dan Michael Bloomberg, eks wali kota New York dan pemilik jaringan media Bloomberg.



Laporan terbaru ini menunjukkan bahwa kekayaan di Bumi semakin terpusat di segelintir manusia. Tahun lalu, dalam laporannya Oxfam membeberkan bahwa 62 manusia terkaya di Bumi menguasai harta yang jumlahnya setera dengan kekayaan separuh populasi manusia.

Semakin lebarnya jurang antara yang kaya dan miskin di 2017, menurut temuan Oxford, diketahui setelah munculnya data yang menunjukkan bahwa angka kemiskinan di Cina serta India rupanya lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya.

Oxfam menilai bahwa meningkatnya kesenjangan di dunia disebabkan oleh aksi para pemilik modal yang secara agresif menekan kenaikan upah, mengemplang pajak, dan bahwa perusahaan-perusahaan dunia terlalu fokus memberikan bonus besar kepada para pemimpin perusahaan alih-alih kepada para buruh.

Sebelumnya pada pekan lalu Forum Ekonomi Dunia mengatakan bahwa meningkatnya ketimpangan dan polarisasi sosial adalah dua ancaman terbesar terhadap ekonomi global pada 2017. Dua ancaman ini bisa membuat globalisasi mengalami kemunduran.

Adapun laporan Oxfam disusun berdasarkan data yang diperoleh dari daftar orang terkaya di dunia versi Forbes, yang dipadu dengan data dari bank investasi Creidt Suisse.

Dalam laporannya Oxfam menjabarkan bahwa sejak 2015, ada 1 persen kelompok manusia yang memiliki kekayaan yang jumlahnya jauh lebih besar dari total kekayaan 99 persen penduduk Bumi lainnya.

Dalam 20 tahun ke depan, 500 orang akan mewariskan kekayaan bernilai sekitar 2,1 triliun dolar kepada anak-anak mereka - jumlah yang lebih besar dari GDP India, negeri yang dengan jumlah penduduk 1,3 miliar jiwa.

Dari 1988 hingga 2011, imbuh Oxfam, pendapatan kelompok termiskin di dunia bertambah sekitar 65 dolar, sementara pendapatan kelompok "1 persen" justru naik 182 kali lipat menjadi 11.800 dolar.

Karenanya Oxfam mendesak agar dilakukan perubahan fundamental dalam sistem ekonomi global, sehingga sistem bisa memberikan manfaat kepada semua orang, bukan hanya segelintir manusia istimewa. (The Guardian)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hadiri WEF Davos 2026, Dirut BRI Angkat Peran Kunci UMKM ke Panggung Keuangan Global

Hadiri WEF Davos 2026, Dirut BRI Angkat Peran Kunci UMKM ke Panggung Keuangan Global

Bisnis | Minggu, 25 Januari 2026 | 12:17 WIB

Lawatan Selesai, Ini Rangkuman Capaian Strategis Prabowo di Inggris, Swiss dan Prancis

Lawatan Selesai, Ini Rangkuman Capaian Strategis Prabowo di Inggris, Swiss dan Prancis

News | Minggu, 25 Januari 2026 | 09:43 WIB

PSI Puji Pidato Prabowo di Davos: 2 Program Ini Jadi 'Senjata' Baru Indonesia

PSI Puji Pidato Prabowo di Davos: 2 Program Ini Jadi 'Senjata' Baru Indonesia

News | Jum'at, 23 Januari 2026 | 20:05 WIB

Bukan Pengganti PBB, Board of Peace Jadi Strategi Indonesia Dukung Kemerdekaan Palestina

Bukan Pengganti PBB, Board of Peace Jadi Strategi Indonesia Dukung Kemerdekaan Palestina

News | Jum'at, 23 Januari 2026 | 21:06 WIB

Donald Trump Kembali Bersikeras Akuisisi Greenland di Davos

Donald Trump Kembali Bersikeras Akuisisi Greenland di Davos

Video | Jum'at, 23 Januari 2026 | 16:00 WIB

Pidato Prabowo di Swiss Dipuji Ketua DPD RI: Indonesia Kuat, Strategis, dan Pilih Jalan Tengah

Pidato Prabowo di Swiss Dipuji Ketua DPD RI: Indonesia Kuat, Strategis, dan Pilih Jalan Tengah

News | Jum'at, 23 Januari 2026 | 13:42 WIB

Prabowonomics Menggema di WEF Davos 2026: Dari Danantara, MBG, hingga Efisiensi Anggaran

Prabowonomics Menggema di WEF Davos 2026: Dari Danantara, MBG, hingga Efisiensi Anggaran

News | Jum'at, 23 Januari 2026 | 09:05 WIB

Usai Pidato di Davos, Prabowo Lanjut 'Nongkrong' dan Ngopi Bareng Menteri di Paviliun Indonesia

Usai Pidato di Davos, Prabowo Lanjut 'Nongkrong' dan Ngopi Bareng Menteri di Paviliun Indonesia

News | Jum'at, 23 Januari 2026 | 07:54 WIB

Tantang Pihak-pihak yang Berani Suap Pejabat, Prabowo Wanti-wanti Ada Akibatnya

Tantang Pihak-pihak yang Berani Suap Pejabat, Prabowo Wanti-wanti Ada Akibatnya

News | Jum'at, 23 Januari 2026 | 07:05 WIB

Laporan Suara.com dari Davos: Bicara Investasi, Prabowo Pastikan Supremasi Hukum di Indonesia

Laporan Suara.com dari Davos: Bicara Investasi, Prabowo Pastikan Supremasi Hukum di Indonesia

News | Jum'at, 23 Januari 2026 | 06:42 WIB

Terkini

Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!

Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 21:44 WIB

Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap

Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 19:19 WIB

Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab

Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 19:08 WIB

Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes

Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 18:11 WIB

Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik

Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:58 WIB

Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran

Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:41 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026

Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:31 WIB

285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret

285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:16 WIB

LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas

LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:00 WIB

Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat

Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 16:48 WIB