Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

Kekayaan 8 Orang Ini Setara dengan Harta Separuh Umat Manusia

Liberty Jemadu | Suara.com

Senin, 16 Januari 2017 | 15:29 WIB
Kekayaan 8 Orang Ini Setara dengan Harta Separuh Umat Manusia
Ilustrasi seorang bocah perempuan di sebuah desa di India (Shutterstock).

Suara.com - Ketimpangan antara yang kaya dan miskin di dunia tampaknya sudah kian menjadi-jadi. Sebuah laporan terbaru lembaga swadaya masyarakat internasional asal Inggris, Oxfam, menunjukkan bahwa harta delapan orang terkaya di dunia setara dengan kekayaan separuh umat manusia.

Dalam laporan yang diterbitkan bersamaan dengan pembukaan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss awal pekan ini, Oxfam menyebutkan bahwa kedelapan orang itu, yang termasuk di dalamnya pendiri Microsoft, Bill Gates, memiliki total kekayaan 426 miliar dolar AS, setara dengan kekayaan dari 3,6 miliar orang di Bumi.

Selain Gates dalam daftar itu juga ada nama Amancio Ortega, pendiri merek busana Zara di Spanyol; Warren Buffet, investor dan bos perusahaan Berkshire Hathaway asal Amerika Serikat; Carlos Slim Helu, taipan telekomunikasi dan properti di Meksiko; Jeff Bezos, pendiri Amazon; Mark Zuckerberg, pendiri dan bos Facebook; Larry Ellison, bos perusahaan teknologi Oracle asal AS; dan Michael Bloomberg, eks wali kota New York dan pemilik jaringan media Bloomberg.



Laporan terbaru ini menunjukkan bahwa kekayaan di Bumi semakin terpusat di segelintir manusia. Tahun lalu, dalam laporannya Oxfam membeberkan bahwa 62 manusia terkaya di Bumi menguasai harta yang jumlahnya setera dengan kekayaan separuh populasi manusia.

Semakin lebarnya jurang antara yang kaya dan miskin di 2017, menurut temuan Oxford, diketahui setelah munculnya data yang menunjukkan bahwa angka kemiskinan di Cina serta India rupanya lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya.

Oxfam menilai bahwa meningkatnya kesenjangan di dunia disebabkan oleh aksi para pemilik modal yang secara agresif menekan kenaikan upah, mengemplang pajak, dan bahwa perusahaan-perusahaan dunia terlalu fokus memberikan bonus besar kepada para pemimpin perusahaan alih-alih kepada para buruh.

Sebelumnya pada pekan lalu Forum Ekonomi Dunia mengatakan bahwa meningkatnya ketimpangan dan polarisasi sosial adalah dua ancaman terbesar terhadap ekonomi global pada 2017. Dua ancaman ini bisa membuat globalisasi mengalami kemunduran.

Adapun laporan Oxfam disusun berdasarkan data yang diperoleh dari daftar orang terkaya di dunia versi Forbes, yang dipadu dengan data dari bank investasi Creidt Suisse.

Dalam laporannya Oxfam menjabarkan bahwa sejak 2015, ada 1 persen kelompok manusia yang memiliki kekayaan yang jumlahnya jauh lebih besar dari total kekayaan 99 persen penduduk Bumi lainnya.

Dalam 20 tahun ke depan, 500 orang akan mewariskan kekayaan bernilai sekitar 2,1 triliun dolar kepada anak-anak mereka - jumlah yang lebih besar dari GDP India, negeri yang dengan jumlah penduduk 1,3 miliar jiwa.

Dari 1988 hingga 2011, imbuh Oxfam, pendapatan kelompok termiskin di dunia bertambah sekitar 65 dolar, sementara pendapatan kelompok "1 persen" justru naik 182 kali lipat menjadi 11.800 dolar.

Karenanya Oxfam mendesak agar dilakukan perubahan fundamental dalam sistem ekonomi global, sehingga sistem bisa memberikan manfaat kepada semua orang, bukan hanya segelintir manusia istimewa. (The Guardian)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dampak Kesenjangan Ekonomi terhadap Motivasi dan Ekspektasi Pendidikan Siswa

Dampak Kesenjangan Ekonomi terhadap Motivasi dan Ekspektasi Pendidikan Siswa

Your Say | Rabu, 29 April 2026 | 11:05 WIB

Mengapa Purbaya Lembek soal Pajak ke Orang Super Kaya di RI?

Mengapa Purbaya Lembek soal Pajak ke Orang Super Kaya di RI?

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 16:10 WIB

Potret Horor Ketimpangan Ekonomi: Harta 50 Triliuner RI Bertambah Rp13,48 Miliar Setiap hari

Potret Horor Ketimpangan Ekonomi: Harta 50 Triliuner RI Bertambah Rp13,48 Miliar Setiap hari

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 16:01 WIB

Hadiri WEF Davos 2026, Dirut BRI Angkat Peran Kunci UMKM ke Panggung Keuangan Global

Hadiri WEF Davos 2026, Dirut BRI Angkat Peran Kunci UMKM ke Panggung Keuangan Global

Bisnis | Minggu, 25 Januari 2026 | 12:17 WIB

Lawatan Selesai, Ini Rangkuman Capaian Strategis Prabowo di Inggris, Swiss dan Prancis

Lawatan Selesai, Ini Rangkuman Capaian Strategis Prabowo di Inggris, Swiss dan Prancis

News | Minggu, 25 Januari 2026 | 09:43 WIB

PSI Puji Pidato Prabowo di Davos: 2 Program Ini Jadi 'Senjata' Baru Indonesia

PSI Puji Pidato Prabowo di Davos: 2 Program Ini Jadi 'Senjata' Baru Indonesia

News | Jum'at, 23 Januari 2026 | 20:05 WIB

Bukan Pengganti PBB, Board of Peace Jadi Strategi Indonesia Dukung Kemerdekaan Palestina

Bukan Pengganti PBB, Board of Peace Jadi Strategi Indonesia Dukung Kemerdekaan Palestina

News | Jum'at, 23 Januari 2026 | 21:06 WIB

Donald Trump Kembali Bersikeras Akuisisi Greenland di Davos

Donald Trump Kembali Bersikeras Akuisisi Greenland di Davos

Video | Jum'at, 23 Januari 2026 | 16:00 WIB

Pidato Prabowo di Swiss Dipuji Ketua DPD RI: Indonesia Kuat, Strategis, dan Pilih Jalan Tengah

Pidato Prabowo di Swiss Dipuji Ketua DPD RI: Indonesia Kuat, Strategis, dan Pilih Jalan Tengah

News | Jum'at, 23 Januari 2026 | 13:42 WIB

Prabowonomics Menggema di WEF Davos 2026: Dari Danantara, MBG, hingga Efisiensi Anggaran

Prabowonomics Menggema di WEF Davos 2026: Dari Danantara, MBG, hingga Efisiensi Anggaran

News | Jum'at, 23 Januari 2026 | 09:05 WIB

Terkini

Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk

Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:35 WIB

Lebih Rentan Meledak, Distribusi CNG Lebih Baik Lewat Jargas

Lebih Rentan Meledak, Distribusi CNG Lebih Baik Lewat Jargas

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:23 WIB

Pertamina Jajaki SLB sebagai Mitra Teknologi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Pertamina Jajaki SLB sebagai Mitra Teknologi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:17 WIB

Harga MinyaKita Mahal, Pedagang: Mending Beli Minyak Goreng yang Lain!

Harga MinyaKita Mahal, Pedagang: Mending Beli Minyak Goreng yang Lain!

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:14 WIB

Laba Bank Jago Melonjak 42 Persen di Kuartal I 2026, Tiga Arahan Jadi Kunci

Laba Bank Jago Melonjak 42 Persen di Kuartal I 2026, Tiga Arahan Jadi Kunci

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:57 WIB

Dorong Reintegrasi Sosial, Kemnaker Siapkan Akses Kerja bagi Eks Warga Binaan

Dorong Reintegrasi Sosial, Kemnaker Siapkan Akses Kerja bagi Eks Warga Binaan

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:51 WIB

Integrasi Holding Ultra Mikro Jangkau 33,7 Juta Pelaku Usaha, Bukti BRI Berpihak pada Rakyat

Integrasi Holding Ultra Mikro Jangkau 33,7 Juta Pelaku Usaha, Bukti BRI Berpihak pada Rakyat

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:47 WIB

Purbaya Bebaskan Pajak untuk Merger BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun

Purbaya Bebaskan Pajak untuk Merger BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:32 WIB

Direktur Pegadaian Raih Penghargaan Women in Business Leadership 2026

Direktur Pegadaian Raih Penghargaan Women in Business Leadership 2026

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:25 WIB

Ukuran Tabung CNG 3 Kg Diprediksi Lebih Besar dan Berat dari LPG 12 Kg

Ukuran Tabung CNG 3 Kg Diprediksi Lebih Besar dan Berat dari LPG 12 Kg

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:10 WIB