Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

AS Keluar Dari TPP, Menko Darmin : Nggak Masalah

Dythia Novianty | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Selasa, 24 Januari 2017 | 21:05 WIB
AS Keluar Dari TPP, Menko Darmin : Nggak Masalah
Menko Perekonomian Darmin Nasution. [Suara.com/Dian Kusumo Hapsari]

Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi mengambil kebijakan untuk keluar dari perjanjian perdagangan bebas, yakni Trans Pasific Partnership (TPP). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution melihat keluarnya AS dalam TPP tidak akan berdampak kepada perekonomian di Indonesia.

“Nggak kok nggak masalah. Kita sendiri kan memang belum masuk TPP. Baru rencana kan jadi nggak akan menganggu,” kata Darmin saat ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (24/1/2017).

Dia mengatakan, memang Indonesia memiliki rencana bergabung dalam TPP tersebut. Namun, selama ini pemerintah Indonesia belum mempersiapkan apapun untuk masuk dalam TPP tersebut.

Pemerintah, menurut Darmin, melakukan beberapa studi untuk memastikan apa keuntungan dan kelemahan yang akan didapat Indonesia jika masuk TPP. Berbeda dengan negara seperti Singapura dan Vietnam yang sudah mempersiapkan secara matang untuk bergabung dalam perjanjian perdagangan bebas tersebut.

“Kita kan belum mempersiapkan apapun, jadi nggak merugi apapun. Kalau batal masuk yang juga nggak apa-apa,” katanya.

Seperti diketahui, pascadilantiknya Donald Trump pada Jumat (20/1/2017) sebagai Presiden AS, Trump langsung mengambil kebijakan dengan menarik AS dari TPP. Kepastian AS mundur dari TPP, disampaikan Trump melalui rekaman video yang memaparkan apa saja dilakukannya, apabila sudah berada di Gedung Putih Januari 2017 mendatang.

Dalam Video tersebut, Trump juga mengatakan akan kembali menegosiasikan kesepakatan perdagangan dengan North American Free Trade Agreement (NAFTA).

"Strategi dimulai dengan penarikan diri dari TPP dan memastikan setiap perjanjian baru di bidang perdagangan harus terkait dengan kepentingan para pekerja Amerika Serikat," katanya.

Pemerintah AS juga tidak segan menarik diri dari kesepakatan NAFTA apabila tidak memberikan keuntungan bagi pekerja Amerika.

"Telah sekian lama masyarakat Amerika Serikat dipaksa untuk menerima kesepakatan perdagangan yang hanya memuat kepentingan orang-orang kalangan atas Washington,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemerintah Siapkan Perencanaan Anggaran yang Lebih Kredibel

Pemerintah Siapkan Perencanaan Anggaran yang Lebih Kredibel

Bisnis | Jum'at, 13 Januari 2017 | 15:44 WIB

Rehabilitasi Irigasi untuk Capai Swassembada Pangan

Rehabilitasi Irigasi untuk Capai Swassembada Pangan

Bisnis | Minggu, 08 Januari 2017 | 07:06 WIB

Sri Mulyani dan Darmin Hadiri Rapat Perdana Tim Reformasi Pajak

Sri Mulyani dan Darmin Hadiri Rapat Perdana Tim Reformasi Pajak

Bisnis | Selasa, 20 Desember 2016 | 10:07 WIB

Pemerintah Godok Regulasi Tenaga Kerja di Sektor Prioritas

Pemerintah Godok Regulasi Tenaga Kerja di Sektor Prioritas

Bisnis | Jum'at, 09 Desember 2016 | 06:31 WIB

Mencuat Isu Rush Money, Ini Komentar Darmin Nasution

Mencuat Isu Rush Money, Ini Komentar Darmin Nasution

Bisnis | Kamis, 17 November 2016 | 16:51 WIB

Terkini

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:07 WIB

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:03 WIB

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:52 WIB

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:20 WIB

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:08 WIB

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:00 WIB

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:52 WIB

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:49 WIB

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:20 WIB

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:47 WIB