Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Dolar AS Menguat Didorong Sinyal Naiknya Suku Bunga

Tomi Tresnady | Suara.com

Rabu, 22 Februari 2017 | 07:08 WIB
Dolar AS Menguat Didorong Sinyal Naiknya Suku Bunga
Ilustrasi pergerakan dolar Amerika Serikat. [freedigitalphoto/ddpavumba]

Suara.com - Kurs dolar AS berakhir lebih tinggi terhadap sebagian besar mata uang utama pada Selasa (21/2/2017) atau Rabu pagi WIB, karena investor mengangkat harapan untuk kenaikan suku bunga lebih cepat di tengah pernyataan-pernyataan "hawkish" para pejabat Federal Reserve.

Presiden Federal Reserve Philadelphia, Patrick Harker, menyatakan pada pada Jumat (17/2) bahwa ia akan mendukung kenaikan suku bunga secepatnya setelah bulan depan, mengatakan ia "tidak akan mempertimbangkan Maret pada saat ini."

Selain itu, Presiden Federal Reserve Cleveland, Loretta Mester, mengatakan pada Senin (20/2) bahwa ia akan menjadi "nyaman" dengan Fed menaikkan suku bunga sekarang, karena tekanan inflasi meningkat.

Ketua Fed Janet Yellen memberi penilaian ekonomi positif pekan lalu, mengatakan bahwa ekonomi telah terus membuat kemajuan ke arah target lapangan kerja dan stabilitas harga maksimal. Dia juga menyiratkan kecepatan yang lebih cepat dari kenaikan suku bunga di waktu mendatang.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,45 persen menjadi 101,400 pada akhir perdagangan Selasa (21/2) menyusul komentar-komentar "hawkish" para pembuat kebijakan.

Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh menjadi 1,0545 dolar AS dari 1,0612 dolar AS di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,2460 dolar AS dari 1,2429 dolar AS di sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,7679 dolar AS dari 0,7663 dolar AS.

Dolar AS dibeli 113,58 yen Jepang, lebih tinggi dari 112,88 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 1,0091 franc Swiss dari 1,0026 franc Swiss, dan naik tipis menjadi 1,3153 dolar Kanada dari 1,3103 dolar Kanada.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dolar AS Menguat Berkat Trump Akan Potong Pajak Pebisnis

Dolar AS Menguat Berkat Trump Akan Potong Pajak Pebisnis

Bisnis | Selasa, 14 Februari 2017 | 06:40 WIB

Cina Kurangi Kepemilikan Surat Utang Amerika Serikat

Cina Kurangi Kepemilikan Surat Utang Amerika Serikat

Bisnis | Kamis, 19 Januari 2017 | 08:31 WIB

Ucapan Donald Trump Bikin Dolar AS Turun, Harga Emas Naik

Ucapan Donald Trump Bikin Dolar AS Turun, Harga Emas Naik

Bisnis | Rabu, 18 Januari 2017 | 06:49 WIB

Dolar AS Jatuh Setelah Konferensi Pers Donald Trump

Dolar AS Jatuh Setelah Konferensi Pers Donald Trump

Bisnis | Jum'at, 13 Januari 2017 | 06:15 WIB

Dolar AS Menguat Jelang Pidato Donald Trump

Dolar AS Menguat Jelang Pidato Donald Trump

Bisnis | Rabu, 11 Januari 2017 | 05:32 WIB

Hillary Clinton Bebas dari Investigasi FBI, Dolar AS Menguat

Hillary Clinton Bebas dari Investigasi FBI, Dolar AS Menguat

Bisnis | Selasa, 08 November 2016 | 06:54 WIB

Forextime: Saham Asia Menguat Akibat Naiknya Perdagangan Jepang

Forextime: Saham Asia Menguat Akibat Naiknya Perdagangan Jepang

Bisnis | Selasa, 25 Oktober 2016 | 12:34 WIB

Dolar AS Menguat Pagi Ini

Dolar AS Menguat Pagi Ini

Bisnis | Sabtu, 15 Oktober 2016 | 06:32 WIB

Terkini

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:31 WIB

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:14 WIB

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:58 WIB

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:48 WIB

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:36 WIB

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:31 WIB

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:26 WIB

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:19 WIB

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:14 WIB

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:04 WIB