Array

Pengamat Kritik Buruknya Kinerja 8 BUMN Perkebunan

Adhitya Himawan Suara.Com
Rabu, 01 Maret 2017 | 15:00 WIB
Pengamat Kritik Buruknya Kinerja 8 BUMN Perkebunan
Kinerja PTPN mengalami kerugian. [ptpn13.com]

Ekonom Konstitusi, Defiyan Cori, mengkritik buruknya sebagian kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kerugian ini banyak diderita BUMN yang berkiprah di sektor perkebunan.

"Tidak kurang 8 BUMN berdasarkan sumber di Kementerian BUMN mengalami kerugian yang sangat besar," kata Defiyan, saat dihubungi Suara.com, Rabu (1/3/2017).

Delapan BUMN tersebut antara lain PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I sebesar Rp109 miliar,  PTPN II merugi Rp207 miliar, PTPN VII merugi Rp527 miliar, PTPN VIII mengalami rugi Rp544 miliar, PTPN IX mengalami rugi Rp320 miliar, PTPN X mengalami rugi Rp150 miliar, PTPN XIII merugi Rp243 miliar, PTPN XIV merugi Rp127 miliar. Terakhir, PT Riset Perkebunan Nusantara juga mengalami kerugian Rp47 miliar.

Melihat kondisi ini, Defiyan menegaskan bahwa menyelesaikan permasalahan inefisiensi dan inefektifitas manajemen dalam tubuh BUMN harus menjadi prioritas utama. Terlebih para Dewan Manajemen yang tidak berparadigma Kapitalisme saja, sebab BUMN modal awalnya adalah dari negara. "Menempatkan profesional di bidang manajemen memang penting bagi penyehatan pengelolaan BUMN dan juga Koperasi untuk tujuan kesejahteraan semua orang," ujar Defiyan.

Maka itu, fokus dan perhatian utama BUMN dalam bersaing harus ditujukan pada pengembangan usaha bisnis intinya (core business) dan anak-anak usaha yang selama ini justru menjadi beban manajemen dan negara harus dilepaskan.

Dengan mencermati permasalahan yang terdapat pada BUMN dan juga pada Koperasi (baru2 ini kasus Investasi Pandawa Group), maka inilah momentum pemerintah dalam menegakkan amanat konstitusi, yaitu pasal 33 dalam menyusun Sistem Ekonomi bangsa dengan memperkuat BUMN dan Koperasi sebagai sokoguru perekonomian bangsa yang lebih berkeadilan dan memberikan peluang terciptanya kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Tentu saja kerjasama dengan swasta juga diperlukan sejauh tidak mendominasi sektor-sektor kebutuhan dasar dan strategis menguasai hajat hidup orang banyak.

Oleh karena itu pembenahan manajemen di beberapa BUMN harus segera diselesaikan dengan melakukan rasionalisasi pada usaha inti BUMN dimaksud supaya dapat mencapai kinerja terbaik. Terutama dalam menarik Investasi yang akan ditawarkan kepada para investor dari negara lain. Sebab, tidak mungkin rasanya para investor menanamkan investasinya di Indonesia tanpa motif ekonomi, khususnya Arab Saudi yang selama ini keuangan negaranya bergantung dari penerimaan sektor minyak bumi.

"Jadi, kunjungan Raja Salman ini harus dipandang juga sebagai adanya kepentingan ekonomi dan bisnis negara tersebut atas Negara Indonesia dan ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dalam menata BUMN dan Koperasi secara saling menguntungkan untuk kemajuan perekonomian bangsa dan negara, tidak hanya sekedar ajang silaturrahim kekeluargaan saja," tutup Defiyan.

Baca Juga: Arab Saudi Mulai Lirik Investasi di Indonesia, Ini Sebabnya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI