Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Mengapa Anda Perlu Menabung di Bank, Bukan di Bawah Bantal

Angelina Donna | Suara.com

Senin, 20 Maret 2017 | 18:05 WIB
Mengapa Anda Perlu Menabung di Bank, Bukan di Bawah Bantal

Suara.com - Belum lama ini pemerintah mengajak masyarakat untuk menabung di bank. Menabung di bank dinilai akan membuat ekonomi Indonesia secara keseluruhan berputar lebih kencang dari saat ini.
Selama ini masyarakat memang memiliki banyak pilihan untuk menabung.

Emas merupakan tempat paling popular bagi masyarakat. Selain emas, membeli tanah juga menjadi tempat paling favorit bagi masyarakat untuk menyimpan dananya dalam jangka panjang. Akibatnya dana masyarakat tidak masuk ke sistem perbankan.

Agar masyarakat mau menabung ke bank, tentu ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dan bank. Jika ada keuntungan yang lebih baik dan kemudahan proses yang didapatkan pemilik dana, tentu masyarakat tidak segan-segan menaruh dananya di bank sebagai tabungan. “Untuk keperluan kredit, masyarakat sebaiknya menabung uangnya di bank,” kata Jay Broekman, Managing Director Halomoney.co.id.

Berikut ini data yang menarik yang diungkapkan pemerintah mengapa masyarakat perlu menabung di bank, dikutip Halomoney dari berbagai sumber.

Perilaku konsumtif
Di berbagai media, pemerintah beralasan, perilaku konsumtif masyarakat mempengaruhi minimnya dana masyarakat yang disimpan di bank. Perilaku konsumtif tak lain ialah membelanjakan penghasilan masyarakat untuk kebutuhan konsumtif sehari-hari maupun kebutuhan konsumtif lainnya seperti mengambil cicilan kendaraan bermotor hingga berwisata di dalam dan luar negeri.

Akibat faktor perilaku konsumtif inilah, penghasilan keluarga hanya tersisa sedikit untuk disimpan di bank. Perilaku komsumtif ini juga semakin menjauhkan

Rasio tabungan ke PDB
Alasan lain, rasio tabungan masyarakat Indonesia terhadap perputaran ekonomi atau produk domestic bruto terbilang rendah disbanding Negara tetangga. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rasio tabungan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih relatif rendah, sebesar 34,8 persen pada 2015. Rasio ini lebih rendah dari Singapura yang mencapai 49%, bahkan lebih rendah dari Filipina yang sebesar 46%. Ini menandakan, simpanan masyarakat di bank hanya sepertiga dari total ekonomi, sedangkan dua pertiga lainnya tidak masuk di sistem bank.

Rasio tabungan di rumah tangga
Dari sisi rasio tabungan setiap rumah tangga, datanya juga menarik. Rata rasio tabungan rumah tangga terhadap total pendapatan di Indonesia hanya sebesar 8,5%. Jika dihitung dari pendapatan per kapita selama 2016 sebesar Rp47 juta per tahun atau mendakati Rp4 juta per bulan, berarti tabungan keluarga hanya sebesar kurang dari Rp400.000 per bulan untuk tabungan. Rasio tabungan rumah tangga penghasilan paling rendah hanya 5,2 % dan rumah tangga penghasilan tertinggi mencapai 12,6 %.

Lantas mengapa kita perlu menabung ke bank? Berikut ini penjelasan Halomoney.co.id, mengutip dari berbagai sumber:

Meningkatkan kredit score
Menabung di bank sebetulnya bisa meningkatkan skor Anda saat mengajukan pinjaman atau mau memiliki kartu kredit demi memudahkan transaksi. Jika dana Anda tercatat di bank, bank akan mengetahui total penghasilan Anda. Berbeda jika Anda tidak menaruh semua penghasilan Anda di bank, bank akan meragukan Anda jika Anda sedang mengajukan kredit ke bank.

Memiliki tanah bukan jaminan kredit mudah
Memiliki tanah bukan jaminan Anda akan mendapatkan kredit dengan mudah dan berbunga rendah. Bank akan menilai posisi tanah tersebut, apakah cukup strategis atau tidak. Memiliki prospek yang besar untuk berkembang atau tidak. Jika tidak memenuhi syarat di mata bank, Anda akan tetap dikenakan bunga cukup besar meski mengajukan sertifikat tanah sebagai jaminan.

Mudah dicairkan
Keuntungan memiliki tabungan di bank adalah mudah mencairkan dana. Apakah tabungan Anda dalam bentuk tabungan berjangka, deposito maupun reksadana, Anda dapat dengan mudah menarik dana Anda dari brankas bank. Berbeda jika Anda menabung dalam bentuk tanah: proses menjual tanah tersebut cukup pelik sehingga Anda membutuhkan waktu lebih lama. Padahal mungkin Anda sedang membutuhkan dana untuk kebutuhan mendadak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Inilah Komposisi Direksi dan Komisaris BTN yang Baru

Inilah Komposisi Direksi dan Komisaris BTN yang Baru

Bisnis | Jum'at, 17 Maret 2017 | 20:12 WIB

BTN Bagikan Dividen Tahun Buku 2016 Sebesar Rp523,8 Miliar

BTN Bagikan Dividen Tahun Buku 2016 Sebesar Rp523,8 Miliar

Bisnis | Jum'at, 17 Maret 2017 | 20:00 WIB

Inilah Perombakan Direksi dan Komisaris BNI Awal 2017

Inilah Perombakan Direksi dan Komisaris BNI Awal 2017

Bisnis | Jum'at, 17 Maret 2017 | 19:42 WIB

BNI Setor Dividen Rp3,96 Triliun ke Pemegang Saham

BNI Setor Dividen Rp3,96 Triliun ke Pemegang Saham

Bisnis | Jum'at, 17 Maret 2017 | 19:32 WIB

Terkini

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:07 WIB

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:03 WIB

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:52 WIB

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:20 WIB

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:08 WIB

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:00 WIB

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:52 WIB

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:49 WIB

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:20 WIB

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:47 WIB