Aset Holding BUMN Tambang Mencapai Rp106 Triliun

Rabu, 22 Maret 2017 | 14:42 WIB
Aset Holding BUMN Tambang Mencapai Rp106 Triliun
Kantor Pusat PT Aneka Tambang (Antam) Tbk di Jakarta Selatan, Minggu (3/7/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Pemerintah saat ini tengah menyiapkan holding BUMN tambang yang terdiri dari PT. Aneka Tambang Tbk, PT. Timah Tbk, PT. Bukit Asam Tbk dan PT. Indonesia Asahan Alumunium (Inalum). Kementerian BUMN masih menyelesaikan payung hukum untuk pembentukan perusahaan induk atau holding BUMN dalam revisi Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2016.

Deputi BUMN Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Fajar Harry Sampurno menjelaskan, dengan adanya pembentukan holding ini dapat memberikan dampak positif bagi Kementerian BUMN terutama dalam meningkatkan leverage.

“Karena perusahaan-perusahaan yang masuk dalam holding ini memiliki kinerja yang sangat positif beberapa tahun terakhir. Meski Antam sempat negatif dua tahun lalu tapi sudah membaik. Jadi dampaknya sangat bagus sekali untuk kami terutama dalam meningkatkan leverage,” kata Fajar di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Rabu (22/3/2017).

Selain itu, lanjut Fajar, keuntungan dibentuknya holding BUMN tambang ini, maka perusahaan dibawah naungan BUMN ini bisa melakukan ekspansi bisnis yang lebih agresif bahkan bisa menembus internasional, karena dari sisi financial sudah didukung dari empat perusahaan tersebut.

“Dari holding ini akan memiliki total aset, liabilitas, dan ekuitas masing-masing mencapai Rp106 triliun, Rp24 triliun, dan Rp82 triliun. Dampaknya sangat positif sekali untuk perekonomian di Indonesia,” katanya.

Nantinya, Inalum akan menjadi induk holding dari BUMN tambang ini. Hal tersebut lantaran 100 persen saham milik Inalum dimiliki oleh negara sepenuhnya. namun hal itu hanya bersifat sementara.

"Karena saat ini hanya Inalum yang sahamnya 100 persen dimiliki pemerintah, jadi mudah dikontrol oleh pemerintah, nanti tahap selanjutnya akan ada New Co, inalum turun sejajar dengan yang lain," katanya.

Fajar menegaskan, pembentukan holding BUMN ini tidak akan mempengaruhi kinerja masing-masing perusahaan, terutama perusahaan tambang yang kini sudah melantai di Bursa Efek Indonesia‎.

Baca Juga: Holding BUMN Tambang Siap Kuasai 51 Persen Saham Freeport

"Jadi tetap biasa, segala rencana perusahaan atau kinerja tetap laporan ke publik sebagai pemegang saham juga, hanya saja nanti laporan keuangannya yang dikonsolidasikan ke Inalum," ujar dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI