Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.770.000
IHSG 7.623,586
LQ45 759,945
Srikehati 349,574
JII 532,247
USD/IDR 17.136

Perempuan Lebih Baik Dalam Berutang, Mengapa?

Pebriansyah Ariefana | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Kamis, 30 Maret 2017 | 20:44 WIB
Perempuan Lebih Baik Dalam Berutang, Mengapa?
Utang kartu kredut menumpuk

Suara.com - Perempuan pada umumnya banyak terkendala dalam hal akses terhadap pinjaman atau layanan finansial lainnya yang ditawarkan oleh bank. Hal ini terutama dirasakan oleh pengusaha perempuan yang menjalankan usaha kecil.

Bank biasanya menyasar usaha di sektor formal dan bila mereka memberikan pinjaman untuk usaha kecil informal, mereka lebih memilih melayani peminjam laki-laki.

Secara tradisional, laki-laki sebagai kepala keluarga memang dianggap memegang kepemilikan dan kontrol lebih terhadap aset tanah atau uang.

Sebaliknya, pengusaha perempuan seringkali dipandang sebelah mata. Bank-bank tersebut telah menyia-nyiakan peluang yang sangat berharga, dan saya akan jabarkan alasannya.

Karena mereka dianggap kurang layak untuk mendapatkan pinjaman bank, banyak perempuan di pedesaan yang akhirnya beralih ke lembaga keuangan mikro untuk mendapatkan pinjaman. Menariknya adalah banyak LKM yang telah membuktikan dari pengalaman selama bertahun-tahun bahwa peminjam perempuan sebenarnya memiliki resiko kredit yang lebih rendah dibanding laki-laki.

Peminjam perempuan di banyak LKM secara konsisten memiliki tingkat pembayaran kembali yang sangat tinggi. Contohnya Komida (Koperasi Mitra Dhuafa), yang adalah Mitra Pemberi Pinjaman di Mekar dan merupakan sebuah koperasi simpan pinjam yang memiliki 153 cabang dan sekitar 370.000 peminjam yang kesemuanya wanita. Dari tahun ke tahun, 99,7 persen peminjam di Komida mengembalikan pinjaman mereka secara tepat waktu.

Selain Komida, dua koperasi simpan pinjam lain yaitu Karya Usaha Mandiri dan MBK Ventura, yang juga secara eksklusif memberi pinjaman hanya kepada peminjam perempuan, juga selalu mencatatkan tingkat pembayaran kembali yang sangat tinggi, yaitu sebesar 98% per tahun. Beberapa penelitian juga telah membuktikan bahwa peminjam perempuan di berbagai negara senantiasa mengungguli peminjam laki-laki dalam membayar kembali pinjaman mereka.

 Adalah hal yang menarik bahwa ada satu kelompok masyarakat yang dianggap memiliki resiko kredit yang besar bagi satu jenis lembaga keuangan, namun di saat yang sama, dipandang sebagai klien yang berharga bagi lembaga lainnya. Ada berbagai alasan kenapa peminjam perempuan jarang menimbulkan masalah bagi para LKM.

Pertama, tidak ada akses ke pemberi pinjaman lainnya. Faktanya, bagi kebanyakan pengusaha perempuan, mendapatkan pinjaman untuk usaha kecil mereka tidaklah mudah. Butuh waktu yang panjang, dan dengan skala usaha yang kecil, mendapatkan pinjaman lebih sulit dibanding kalau bisnis mereka masuk ke dalam usaha skala besar. Terkadang LKM adalah satu-satunya pilihan, kalau mereka tidak mau jatuh ke dalam perangkap rentenir.

Direktur Operasional Komida, Sugeng Priyono, mengatakan salah satu alasan utama peminjam di Komida membayar pinjaman mereka tepat waktu adalah karena mereka ingin memastikan bahwa mereka tetap memiliki akses dan bisa kembali mendapatkan pinjaman di masa depan.

"Tekad semacam ini lebih sering ditemukan pada perempuan dibandingkan laki-laki," kara Sugeng dalam keterangan tertulisanya, Kamis (30/3/2017).

Kedua, lanjut Sugeng, peminjam perempuan seringkali mengutarakan bahwa mereka akan merasa malu sama teman-teman atau tetangganya jika ketahuan tidak membayar.

Perempuan merasakan tekanan yang lebih besar untuk menjadi peminjam yang baik dibandingkan laki-laki karena mereka takut mendapatkan kritik dari lingkungannya.

"Selain itu, mereka juga merasa takut gagal dalam menjalankan bisnisnya. Banyak di antara mereka yang menggantungkan pendapatan keluarga pada usaha yang dijalankan," katanya.

Ketiga, Strategi investasi yang lebih konservatif. Perempuan biasanya lebih konservatif atau berhati-hati dalam strategi investasinya, dibandingkan dengan laki-laki.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Utang Kartu Kredit Menumpuk, Lunasi dengan KTA Berbunga Rendah

Utang Kartu Kredit Menumpuk, Lunasi dengan KTA Berbunga Rendah

Bisnis | Senin, 27 Maret 2017 | 19:45 WIB

Hingga 2019, ADB Beri Pinjaman 10 Miliar Dollar AS Ke Indonesia

Hingga 2019, ADB Beri Pinjaman 10 Miliar Dollar AS Ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 21 Maret 2017 | 15:08 WIB

Kocak! Warteg Ini Punya Cara Unik Mencegah Pelanggan Berutang

Kocak! Warteg Ini Punya Cara Unik Mencegah Pelanggan Berutang

Lifestyle | Sabtu, 18 Maret 2017 | 15:00 WIB

Utang Luar Negeri RI Naik Jadi 317 Miliar Dolar AS

Utang Luar Negeri RI Naik Jadi 317 Miliar Dolar AS

Bisnis | Sabtu, 18 Februari 2017 | 06:39 WIB

Tahun Ini, Eximbank akan Terbitkan Surat Utang 5 Miliar Dolar AS

Tahun Ini, Eximbank akan Terbitkan Surat Utang 5 Miliar Dolar AS

Bisnis | Selasa, 07 Februari 2017 | 12:58 WIB

BRI Terbitkan Surat Utang Rp11,5 Triliun di Semester I 2017

BRI Terbitkan Surat Utang Rp11,5 Triliun di Semester I 2017

Bisnis | Rabu, 01 Februari 2017 | 11:31 WIB

Pascapilpres AS, BI Sebut Kurs Rupiah Menguat

Pascapilpres AS, BI Sebut Kurs Rupiah Menguat

Bisnis | Kamis, 19 Januari 2017 | 17:16 WIB

Cina Kurangi Kepemilikan Surat Utang Amerika Serikat

Cina Kurangi Kepemilikan Surat Utang Amerika Serikat

Bisnis | Kamis, 19 Januari 2017 | 08:31 WIB

Utang Luar Negeri Indonesia Tumbuh Melambat

Utang Luar Negeri Indonesia Tumbuh Melambat

Bisnis | Senin, 16 Januari 2017 | 18:25 WIB

JPMorgan Bisa Kembali Jadi Mitra Pemerintah di Masa Depan

JPMorgan Bisa Kembali Jadi Mitra Pemerintah di Masa Depan

Bisnis | Jum'at, 13 Januari 2017 | 07:51 WIB

Terkini

Purbaya Tolak Bantuan IMF, Yakin Dana SAL Rp 420 T Milik Pemerintah Masih Cukup

Purbaya Tolak Bantuan IMF, Yakin Dana SAL Rp 420 T Milik Pemerintah Masih Cukup

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 08:18 WIB

Inabuyer B2B2G Bisa Jadi Jembatan UMKM Ikut Serta Program MBG

Inabuyer B2B2G Bisa Jadi Jembatan UMKM Ikut Serta Program MBG

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 08:15 WIB

China Mengakui Analisis IMF: Dunia Global Terancam Krisis Lebih Buruk

China Mengakui Analisis IMF: Dunia Global Terancam Krisis Lebih Buruk

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 08:11 WIB

Produksi Listrik EBT Tembus 8.743 GWh, Pertamina Genjot Transisi Energi

Produksi Listrik EBT Tembus 8.743 GWh, Pertamina Genjot Transisi Energi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 08:06 WIB

BTN Cetak Laba Bersih Rp 1,1 Triliun di Kuartal I-2026

BTN Cetak Laba Bersih Rp 1,1 Triliun di Kuartal I-2026

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:59 WIB

Kunjungan Kerja ke AS, Purbaya Yakin Dana Asing Bakal Lebih Banyak Masuk Indonesia

Kunjungan Kerja ke AS, Purbaya Yakin Dana Asing Bakal Lebih Banyak Masuk Indonesia

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:56 WIB

IFG Life Rampungkan Pembayaran Klaim Nasabah Eks Jiwasraya

IFG Life Rampungkan Pembayaran Klaim Nasabah Eks Jiwasraya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:52 WIB

Harga Emas Antam, Galeri 24 dan UBS Naik Semua! Kembali Tembus Rp 3 Jutaan

Harga Emas Antam, Galeri 24 dan UBS Naik Semua! Kembali Tembus Rp 3 Jutaan

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:52 WIB

Harga Plastik Bikin Pedagang Pusing, Daya Beli Masyarakat Terancam?

Harga Plastik Bikin Pedagang Pusing, Daya Beli Masyarakat Terancam?

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:45 WIB

Negosiasi AS-Iran Berjalan Positif, Donald Trump Malah Tebar Ancaman

Negosiasi AS-Iran Berjalan Positif, Donald Trump Malah Tebar Ancaman

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:44 WIB