Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Laba Bersih PLN Tahun 2016 Mencapai Rp10,5 Triliun

Adhitya Himawan | Suara.com

Kamis, 06 April 2017 | 13:59 WIB
Laba Bersih PLN Tahun 2016 Mencapai Rp10,5 Triliun
Direktur Perencanaan Korporat PLN, Nicke Widyawati dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/4/2017).

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah menerbitkan laporan keuangan Tahun 2016 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan, Firma anggota jaringan global RSM dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified opinion). Hasilnya, PLN tahun lalu mampu meraup laba bersih Rp10,5 triliun.

Nilai penjualan tenaga listrik PT PLN (Persero) selama tahun 2016 mengalami kenaikan sebesar Rp 4,3 triliun atau 2,05 perse sehingga menjadi Rp 214,1 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 209,8 triliun.

Selain itu,PLN juga berhasil mencatatkan peningkatan konsumsi kWh yang juga didukung dari adanya kenaikan jumlah pelanggan dimana sampai dengan akhir tahun 2016 telah mencapai 64,3 juta atau bertambah 3,1 juta pelanggan dari akhir tahun 2015 sebesar 61,2 juta pelanggan.

Bertambahnya jumlah pelanggan ini juga mendorong kenaikan rasio elektrifikasi nasional yaitu dari 88,3 persen pada Desember 2015 menjadi 91,16 persen pada Desember 2016, melampaui target rasio elektrifikasi tahun 2016 yang tertuang dalam Renstra 2015-2019 sebesar 90,15 persen.

Pada Tahun 2016 PLN terus berusaha menekan harga jual tenaga listrik sehingga bisa menjual lebih murah listriknya kepada pelanggan dibanding tahun 2015. Pada tahun 2016 harga jual rata-rata Rp 994/kWh turun sebesar Rp 41/kWh dari Rp 1.035/kWh pada tahun 2015.

"Penurunan harga jual ini masih bisa diimbangi oleh efisiensi internal PLN sehingga tidak terlalu menggerus laba," kata Direktur Perencanaan Korporat PLN, Nicke Widyawati dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/4/2017).

Seiring dengan meningkatnya produksi listrik, beban usaha perusahaan naik sebesar Rp8,2 triliun atau 3,32 persen menjadi Rp254,4 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp246,3 triliun. Pertumbuhan beban usaha tahun 2016 lebih kecil dibanding pertumbuhan kWh jual karena PLN terus melakukan program efisiensi melalui substitusi penggunaan bahan bakar minyak/BBM dengan penggunaan batubara/energi primer lain yang lebih murah, dan pengendalian biaya bukan bahan bakar.

Efisiensi terbesar terlihat dari berkurangnya biaya bahan bakar minyak (BBM) sebesar Rp12,3 triliun sehingga pada 2016 menjadi Rp22,8 trilliun atau 35,03 persen dari tahun sebelumnya Rp35,0 trilliun, terutama dikarenakan penurunan konsumsi BBM 0,8 juta kilo liter, sehingga volume pemakaian sampai dengan 2016 sebesar 4,7 juta kilo liter.

EBITDA Tahun 2016 sebesar Rp57,99 triliun, naik sebesar Rp6,5 triliun dibandingkan dengan tahun 2015 sebesar Rp51,49 triliun. Hal ini menunjukkan peningkatan kemampuan PLN dalam berinvestasi dengan dana internal dan kemampuan untuk mengembalikan pinjaman.

Perbaikan kinerja PLN pada periode Tahun 2016, mengantarkan perseroan untuk dapat mencetak laba bersih sebesar Rp10,5 triliun lebih rendah dibanding laba tahun 2015 (tanpa penerapan ISAK 8) sebesar Rp15,6 triliun. Hal tersebut terutama karena PLN berusaha untuk terus memberikan tarif yang kompetitif bagi masyarakat dan dunia usaha. "Selain itu, PLN juga mengikuti tax amnesty untuk mendukung program pemerintah, sehingga beban pajak tahun 2016 meningkat cukup signifikan," ujar Nicke.

Dengan terbitnya POJK Nomor 6 tahun 2017 yang berlaku prospektif maka Laporan Keuangan PLN Tahun Buku 2016 tidak lagi mencatat transaksi jual beli tenaga listrik dengan perusahaan pengembang listrik swasta (Independent Power Producer/IPP) sebagai transaksi sewa pembiayaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Penjualan Listrik PLN Tahun Lalu Naik Rp4,3 Triliun

Penjualan Listrik PLN Tahun Lalu Naik Rp4,3 Triliun

Bisnis | Kamis, 06 April 2017 | 13:48 WIB

Pembangunan Sambungan Listrik Bandara Kertajati Dimulai

Pembangunan Sambungan Listrik Bandara Kertajati Dimulai

Bisnis | Senin, 03 April 2017 | 21:02 WIB

Total Aset Bank OBCC NISP Terbesar ke-8 di Indonesia

Total Aset Bank OBCC NISP Terbesar ke-8 di Indonesia

Bisnis | Minggu, 02 April 2017 | 19:47 WIB

Tahun Lalu, Pendapatan Viva Tumbuh 27 Persen

Tahun Lalu, Pendapatan Viva Tumbuh 27 Persen

Bisnis | Kamis, 30 Maret 2017 | 00:30 WIB

PLN Mulai Bangun Gardu Induk Mentok

PLN Mulai Bangun Gardu Induk Mentok

Bisnis | Rabu, 29 Maret 2017 | 01:30 WIB

Tahun Lalu, Bank Sahabat Sampoerna Naik Kelas ke BUKU II

Tahun Lalu, Bank Sahabat Sampoerna Naik Kelas ke BUKU II

Bisnis | Rabu, 29 Maret 2017 | 00:30 WIB

PLN Percepat Financial Close Proyek PLTU Jawa-4

PLN Percepat Financial Close Proyek PLTU Jawa-4

Bisnis | Selasa, 28 Maret 2017 | 02:30 WIB

Inilah Ekspansi Bisnis Garuda Indonesia Tahun 2017

Inilah Ekspansi Bisnis Garuda Indonesia Tahun 2017

Bisnis | Kamis, 23 Maret 2017 | 11:07 WIB

Laba Bersih Garuda Indonesia di 2016 Sebesar 9,36 Juta Dolar AS

Laba Bersih Garuda Indonesia di 2016 Sebesar 9,36 Juta Dolar AS

Bisnis | Kamis, 23 Maret 2017 | 11:02 WIB

Tahun 2016, RS Siloam Raih Laba Bersih Rp86 Miliar

Tahun 2016, RS Siloam Raih Laba Bersih Rp86 Miliar

Bisnis | Kamis, 23 Maret 2017 | 09:42 WIB

Terkini

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:10 WIB

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:01 WIB

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50 WIB

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:10 WIB

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:52 WIB

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:46 WIB

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:41 WIB

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:22 WIB

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:15 WIB

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:05 WIB