Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.775.000
Beli Rp2.640.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

70 Persen Saham di BEI Mampu Beri Keuntungan Pada Investor

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Senin, 10 April 2017 | 12:13 WIB
70 Persen Saham di BEI Mampu Beri Keuntungan Pada Investor
UGM melakukan kerja sama di bidang pendidikan pasar modal dengan The Indonesia Capital Market Institute. [Dok UGM]

Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM melakukan kerja sama di bidang pendidikan pasar modal dengan The Indonesia Capital Market Institute (TICMI), anak perusahaan dari Bursa Efek Indonesia yang bergerak di bidang pendidikan dan diseminasi informasi. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) pada Jumat (7/4/2017) di Auditorium FEB UGM, Yogyakarta.

Dekan FEB UGM Dr. Eko Suwardi, M.Sc. menyebut kerja sama ini sebagai perkembangan dari berbagai bentuk kerja sama yang telah dilakukan sengan Bursa Efek Indonesia sebelumnya. Ia pun berharap agar kerja sama ini dapat berjalan dengan lancar dan dapat memberikan manfaat yang besar selayaknya kerja sama yang telah dilakukan sebelumnya.

“Bagi kami kerja sama dengan Bursa Efek Indonesia, TICMI, Dana Reksa, dan lainnya itu merupakan kerja sama yang sudah berjalan lama dan sampai saat ini berjalan dengan baik. Semoga ke depannya bisa lebih baik lagi,” ujarnya.

Kerja sama di antara kedua institusi yang sama-sama bergerak dalam bidang pendidikan ini, menurutnya, akan semakin meningkatkan kontribusi keduanya dalam menjalankan misi mencerdaskan kehidupan bangsa dalam bidang perekonomian, khususnya terkait investasi. Pemahaman yang baik tentang hal ini ia pandang sebagai hal yang penting mengingat peran strategis yang dijalankan pasar modal sebagai sumber alternatif pendanaan pembangunan nasional. Ia pun mendorong mahasiswa yang hadir, khususnya mereka yang tertarik untuk bekerja di pasar modal, untuk dapat mengemban misi pasar modal sebagai penopang perekonomian nasional.

“Kerja di pasar modal itu tidak semata-mata untuk karier, untuk diri sendiri, tapi ada tujuan yang lebih mulia untuk memperoleh dana supaya Indonesia dapat membangun ke depan. Pasar modal memiliki peran yang penting sebagai alternatif pendanaan untuk membangun Indonesia,” papar Eko.

Senada dengan hal tersebut, General Manager Business Operation TICMI, Muh. Abdi Kristanto memaparkan pentingnya pendidikan khusus tentang pasar modal, khususnya bagi mereka yang ingin bekerja dalam bidang ini. Karena itu, ia menyebut program sertifikasi yang diselenggarakan oleh TICMI sebagai kesempatan yang baik bagi para mahasiswa FEB untuk memperoleh keterampilan yang diperlukan di dunia kerja nantinya.

“Ada satu tuntutan dari dunia kerja, yaitu sebelum mulai kerja harus sudah paham tentang industrinya dan tentang produk-produknya. Siap kerja ini tidak harus dengan pengalaman yang sudah hands on, tapi juga bisa dipersiapkan melalui sertifikasi,” kata Abdi.

Selain bagi mereka yang ingin terlibat secara profesional, pemahaman terkait kegiatan investasi bagi masyarakat secara umum juga menjadi perhatian dari TICMI dan FEB UGM. Asisten Vice President Head of Regional Development Area 1 BEI Dedi Priadi menyayangkan kurangnya pengetahuan masyarakat akan pasar modal juga banyaknya anggapan-anggapan negatif tentang pasar modal. Minimnya informasi yang jelas, menurutnya, menjadi sebab dari masih sedikitnya orang yang mau terlibat dalam penanaman modal.

“Kurangnya informasi sering kali menjadi beban untuk masuk pasar modal. Ketika berbicara tentang pasar modal orang sering kali langsung pikir itu hal yang berisiko, padahal segala sesuatu memang pasti ada risiko, bukan hanya di pasar modal. Faktanya 70 persen saham di BEI bisa menghasilkan keuntungan bagi investor,” jelas Dedi.

Karena itu, dalam kesempatan yang sama usai penandatanganan MoU ini dilangsungkan juga seminar nasional bertajuk “Karir di Pasar Modal”. Selain untuk memberikan pengenalan bagi para mahasiswa, seminar ini diharapkan juga dapat meningkatkan minat para pemuda untuk terjun dalam dunia pasar modal. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Moodys Naikkan Peringkat Pertamina Layak Investasi

Moodys Naikkan Peringkat Pertamina Layak Investasi

Bisnis | Jum'at, 07 April 2017 | 19:09 WIB

Helix Homes Promosikan Peluang Investasi Properti di AS

Helix Homes Promosikan Peluang Investasi Properti di AS

Bisnis | Selasa, 04 April 2017 | 19:44 WIB

Helix Homes America Lirik Pasar Properti Indonesia

Helix Homes America Lirik Pasar Properti Indonesia

Bisnis | Selasa, 04 April 2017 | 19:38 WIB

Puluhan Ekonom Kumpul di BEI, Buka Sesi Perdagangan Saham

Puluhan Ekonom Kumpul di BEI, Buka Sesi Perdagangan Saham

Bisnis | Selasa, 04 April 2017 | 11:46 WIB

Pandji Notonegoro Bantah Luhut Tersangkut Polemik Saham Kimco

Pandji Notonegoro Bantah Luhut Tersangkut Polemik Saham Kimco

Bisnis | Minggu, 02 April 2017 | 15:32 WIB

Ini Alasan BUMN Tambang Tak Usah Beli Saham Freeport Indonesia

Ini Alasan BUMN Tambang Tak Usah Beli Saham Freeport Indonesia

Bisnis | Minggu, 02 April 2017 | 14:52 WIB

Kunjungi BKPM, Perusahaan Perancis Minta Stabilitas Regulasi

Kunjungi BKPM, Perusahaan Perancis Minta Stabilitas Regulasi

Bisnis | Kamis, 30 Maret 2017 | 05:00 WIB

Temui Jokowi, Prancis akan Berinvestasi 2,6 Miliar Dolar AS

Temui Jokowi, Prancis akan Berinvestasi 2,6 Miliar Dolar AS

Bisnis | Rabu, 29 Maret 2017 | 21:56 WIB

Phillip Asset Management Luncurkan Phillip Government Bond

Phillip Asset Management Luncurkan Phillip Government Bond

Bisnis | Rabu, 29 Maret 2017 | 05:41 WIB

DPR RI Undang Qatar Berinvestasi di Indonesia

DPR RI Undang Qatar Berinvestasi di Indonesia

Bisnis | Kamis, 23 Maret 2017 | 07:01 WIB

Terkini

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:00 WIB

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:45 WIB

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:18 WIB

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:49 WIB

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:15 WIB

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:28 WIB

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:55 WIB

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:54 WIB

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:38 WIB

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:16 WIB