Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.870.000
Beli Rp2.730.000
IHSG 6.997,214
LQ45 708,256
Srikehati 341,255
JII 476,806
USD/IDR 17.010

APTI: Tembakau Bebaskan NTB Dari Busung Lapar

Adhitya Himawan | Suara.com

Selasa, 16 Mei 2017 | 19:12 WIB
APTI: Tembakau Bebaskan NTB Dari Busung Lapar
Tanaman tembakau. [Pixabay]

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Nusa Tenggara Barat (NTB), Sahminudin berpandangan, propinsi NTB saat ini adalah salah satu sentra tanaman tembakau di Indonesia. Sebelumnya tahun 1969, Propinsi NTB dikenal sebagai daerah kelaparan atau bisa dikatakan daerah miskin.

Berawal dari tahun tersebut, masyarakat NTB perlahan-lahan merubah pola ekonominya. Lahan yang tidak punya nilai ekonomi berubah drastis menjadi produktif. Hal ini berdampak pada SDM di NTB yang pendidikannya maju, ekonomi meningkat, bahkan tidak terdengar lagi busung lapar.

"Selain itu, rumah jadi sehat permanen, sarana ibadah masjid, pondok pesantren banyak dan mutu keamanan semakin kondusif, haji meningkat dari tahun ke tahun," kata Sahminudin di Mataram, NTB, Selasa (16/5/2017).

Sahminudin menambahkan, potensi lahan cocok dengan tanaman tembakau. Di Lombok ada lahan sekitar 68500 ha, Sumbawa 10000 ha, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 250.000 orang. Perputaran uang 1,5 hingga 2 Triliun rupiah tiap musim panen tembakau.

"Iklim di dareah kami sangat cocok dengan tembakau yang merupakan daerah dengan ketersediaan air terbatas," ujarnya.

Adanya ancaman dari kelompok anti tembakau yang ujung-ujungnya mematikan urat nadi pertembakauan nasional, menurut Sahminudin mengancam kehidupan petani tembakau.

Mereka yang menyeru anti tembakau dengan mendapatkam kucuran dana dari Bloomberg Initiative dan perusahaan farmasi asing sangat getol menyuarakan bahaya tembakau bagi kesehatan.

"Kelompok anti tembakau tersebut sangat mengganggu kehidupan petani tembakau tak hanya di NTB, tapi juga petani tembakau se-Nusantara," ujarnya.

Agenda Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) yang digawangi oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), salah satu agendanya adalah diversifikasi tembakau.

"Itu tidak mudah, dan akan kami tolak bilamana kami dialihkan ke tanamam lain," tegasnya.

Petani tembakau di pelosok propinsi NTB sangat menyayangkan kampanye anti tembakau yang dilakukan oleh sekutu Bloomberg Initiative dan perusahaan farmasi asing. Pasalnya, mereka yang selalu menggerogoti budidaya tembakau dengan giat mendorong FCTC untuk segera diterapkan di negara ini.

"Kami tidak akan tinggal diam apapun resikonya, kami tetap menolak FCTC. FCTC diibaratkan makanan yang tidak cocok bila di makan di negara ini," tukas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Versi Komunitas Kretek, Ini Lima Alasan FCTC Harus Ditolak

Versi Komunitas Kretek, Ini Lima Alasan FCTC Harus Ditolak

Bisnis | Senin, 15 Mei 2017 | 14:13 WIB

Diversifikasi Tembakau Akan Matikan Kehidupan Petani

Diversifikasi Tembakau Akan Matikan Kehidupan Petani

Bisnis | Senin, 15 Mei 2017 | 13:46 WIB

Petani Tembakau Desak Pemerintah Tak Aksesi FCTC

Petani Tembakau Desak Pemerintah Tak Aksesi FCTC

Bisnis | Minggu, 14 Mei 2017 | 19:03 WIB

Dilecehkan Kepsek, Ibu 3 Anak Ini Justru Terancam 6 Tahun Bui

Dilecehkan Kepsek, Ibu 3 Anak Ini Justru Terancam 6 Tahun Bui

News | Selasa, 09 Mei 2017 | 19:35 WIB

Mahasiswa: Tanpa Kretek, Industri Rokok Nasional Tak Akan Tumbuh

Mahasiswa: Tanpa Kretek, Industri Rokok Nasional Tak Akan Tumbuh

Bisnis | Senin, 08 Mei 2017 | 00:07 WIB

AEPI Kritik Keuntungan HM Sampoerna Dinikmati Investor Asing

AEPI Kritik Keuntungan HM Sampoerna Dinikmati Investor Asing

Bisnis | Selasa, 02 Mei 2017 | 19:53 WIB

Kontribusi Industri Rokok Nasional Lebih Dari Rp600 Triliun

Kontribusi Industri Rokok Nasional Lebih Dari Rp600 Triliun

Bisnis | Selasa, 02 Mei 2017 | 19:44 WIB

Berani-beraninya Pelajar Ini Jualan Tembakau Memabukkan

Berani-beraninya Pelajar Ini Jualan Tembakau Memabukkan

News | Selasa, 02 Mei 2017 | 14:15 WIB

Pemda NTB Ungkap Kejanggalan Pemenang Miss Indonesia 2017

Pemda NTB Ungkap Kejanggalan Pemenang Miss Indonesia 2017

Entertainment | Selasa, 25 April 2017 | 06:56 WIB

Industri Rokok Kretek Harus Diberi Tarif Cukai Rendah

Industri Rokok Kretek Harus Diberi Tarif Cukai Rendah

Bisnis | Jum'at, 21 April 2017 | 14:00 WIB

Terkini

Masyarakat Indonesia Doyan Gunakan Pinjol, Utangnya Tembus Rp100,69 Triliun

Masyarakat Indonesia Doyan Gunakan Pinjol, Utangnya Tembus Rp100,69 Triliun

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 13:54 WIB

Amankan BBM, Bahlil: RI Tak Pilih-Pilih Pasokan

Amankan BBM, Bahlil: RI Tak Pilih-Pilih Pasokan

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 13:49 WIB

Bursa Saham RI Merah pada Sesi I, Betah di Level 6.900

Bursa Saham RI Merah pada Sesi I, Betah di Level 6.900

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 12:39 WIB

Trump Singgung 'Hari Pemusnahan' Iran: Ancam Ekonomi Global, Harga Minyak Terbang!

Trump Singgung 'Hari Pemusnahan' Iran: Ancam Ekonomi Global, Harga Minyak Terbang!

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 12:34 WIB

Utang Pinjol Warga RI Tembus Rekor Rp100 Triliun, Mulai Banyak yang Gadai Barang

Utang Pinjol Warga RI Tembus Rekor Rp100 Triliun, Mulai Banyak yang Gadai Barang

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 12:16 WIB

Kekayaan Donald Trump Meningkat jadi Rp107 Triliun di Tengah Konflik Perang

Kekayaan Donald Trump Meningkat jadi Rp107 Triliun di Tengah Konflik Perang

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 12:02 WIB

Elnusa Perkuat Transformasi Sebagai Low-Cost Operator, Targetkan Efisiensi Operasi Hingga 25%

Elnusa Perkuat Transformasi Sebagai Low-Cost Operator, Targetkan Efisiensi Operasi Hingga 25%

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 11:49 WIB

Sah! Menkeu Purbaya Restui Penggunaan Dana Desa Untuk Kopdes Merah Putih

Sah! Menkeu Purbaya Restui Penggunaan Dana Desa Untuk Kopdes Merah Putih

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 11:39 WIB

IHSG Babak Belur Terkoreksi 14%, Asing 'Kabur' Rp 23,34 Triliun dari Pasar Saham

IHSG Babak Belur Terkoreksi 14%, Asing 'Kabur' Rp 23,34 Triliun dari Pasar Saham

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 11:27 WIB

BREN dan DSSA Masuk List HSC, Harga Sahamnya Anjlok di Tengah Ancaman Delisting

BREN dan DSSA Masuk List HSC, Harga Sahamnya Anjlok di Tengah Ancaman Delisting

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 11:10 WIB