Petani Tembakau Desak Pemerintah Tak Aksesi FCTC

Adhitya Himawan

Minggu, 14 Mei 2017 | 19:03 WIB
Petani Tembakau Desak Pemerintah Tak Aksesi FCTC
Ratusan Petani Tembakau asal Klaten, Jawa Tengah, bertemu Anggota Baleg DPR RI Firman Soebagyo. [Dok DPR]

Gerakan anti tembakau yang menyeru supaya Pemerintah segera mengaksesi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC), mendapatkan peringatan dari DPN Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI).

Ketua DPN APTI Agus Parmuji menilai, gerakan anti tembakau yang dibiayai oleh Bloomberg Initiative dan lembaga donor anti tembakau dunia memiliki kepentingan besar untuk mematikan sektor pertembakauan di Indonesia.

Agus juga mengingatkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang keukeuh mendorong Presiden supaya mengaksesi FCTC dengan dalih Indonesia satu-satunya negara yang belum mengaksesi FCTC.

"Sikap Kemenkes itu telah melangkahi keputusan Presiden Jokowi, bahwa pemerintah akan mengkaji terlebih dulu berbagai aspek sebelum memutuskan akan mengaksesi atau tidak FCTC," kata Agus di Temanggung, Jawa Tengah, Minggu (14/5/2017).

Ditegaskan Agus, persoalan rokok dan tembakau tidak bisa dilihat dari satu aspek kesehatan. Menurutnya, ada banyak aspek yang terkandung di dalam industri hasil tembakau, mulai dari soal hak asasi manusia, petani, dan buruh pabrik hingga pedagang asongan yang harus dilindungi.

"Petani tembakau menyayangkan logika berfikir Kemenkes dan kelompok anti tembakau yang mendesak pemerintah segera menandatangani FCTC," terangnya.

Agus mewanti-wanti pemerintah tidak usah mengaksesi FCTC. Pasalnya, Peraturan Pemerintah Nomor 109/2012 sudah sepenuhnya mengadopsi isi FCTC.

"Petani tembakau menolak keras FCTC. Jangan hanya melihat aspek kesehatan saja, namun memperhatikan kultur budaya petani. Kami para petani ingin berdaulat menanam tembakau," tegasnya.

baca juga

Diketahui, DPR saat ini sudah membentuk pansus RUU Pertembakauan. DPR tinggal mengagendakan pembahasan bersama Pemerintah. Agus menegaskan supaya kedua belah pihak segera mensahkan RUU Pertembakauan yang tujuannya melindungi sektor pertembakauan nasional. Tanpa payung hukum kuat, kata Agus, sektor pertembakauan akan mati di negeri sendiri oleh masifnya kampanye gerakan anti tembakau.

"Adanya itikad baik DPR dan Pemerintah untuk mensahkan RUU Pertembakauan adalah momen pemerintahan Presiden Jokowi untuk mewujudkan visi Nawa Cita yang ingin mewujudkan kemandirian ekonomi bangsa," pungkas Agus

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mahasiswa: Tanpa Kretek, Industri Rokok Nasional Tak Akan Tumbuh

Mahasiswa: Tanpa Kretek, Industri Rokok Nasional Tak Akan Tumbuh

Bisnis | Senin, 08 Mei 2017 | 00:07 WIB

AEPI Kritik Keuntungan HM Sampoerna Dinikmati Investor Asing

AEPI Kritik Keuntungan HM Sampoerna Dinikmati Investor Asing

Bisnis | Selasa, 02 Mei 2017 | 19:53 WIB

Kontribusi Industri Rokok Nasional Lebih Dari Rp600 Triliun

Kontribusi Industri Rokok Nasional Lebih Dari Rp600 Triliun

Bisnis | Selasa, 02 Mei 2017 | 19:44 WIB

Industri Rokok Kretek Harus Diberi Tarif Cukai Rendah

Industri Rokok Kretek Harus Diberi Tarif Cukai Rendah

Bisnis | Jum'at, 21 April 2017 | 14:00 WIB

Kontribusi Cukai Pabrik Rokok Kretek Nasional Capai 80 Persen

Kontribusi Cukai Pabrik Rokok Kretek Nasional Capai 80 Persen

Bisnis | Selasa, 18 April 2017 | 06:42 WIB

GAPPRI Minta Pemerintah Jangan Korbankan Pabrik Rokok Lokal

GAPPRI Minta Pemerintah Jangan Korbankan Pabrik Rokok Lokal

Bisnis | Sabtu, 15 April 2017 | 18:50 WIB

Rencana Penyederhanaan Sistem Cukai Rokok Diapreasiasi

Rencana Penyederhanaan Sistem Cukai Rokok Diapreasiasi

Bisnis | Jum'at, 14 April 2017 | 15:16 WIB

Inilah Uniknya Tradisi Petani Tembakau di Temanggung

Inilah Uniknya Tradisi Petani Tembakau di Temanggung

Lifestyle | Senin, 10 April 2017 | 06:38 WIB

APTI Desak Pemerintah Atasi Banjir Impor Tembakau

APTI Desak Pemerintah Atasi Banjir Impor Tembakau

Bisnis | Jum'at, 31 Maret 2017 | 07:36 WIB

Serbuan Impor Tembakau Bikin Petani Galau dan Kelimpungan

Serbuan Impor Tembakau Bikin Petani Galau dan Kelimpungan

Bisnis | Sabtu, 25 Maret 2017 | 05:40 WIB

Terkini

The Conjuring: Unspoken, Game Horor Interaktif Berburu Hantu di Netflix

The Conjuring: Unspoken, Game Horor Interaktif Berburu Hantu di Netflix

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 15:45 WIB

Promo Tanggal Kembar, Coba Strategi Stok Dapur Tiga Bulan agar Belanja Lebih Hemat

Promo Tanggal Kembar, Coba Strategi Stok Dapur Tiga Bulan agar Belanja Lebih Hemat

Sumut | Rabu, 07 Oktober 2026 | 15:44 WIB

Meski Rangkap Jabatan, Bahlil Ngaku Tak Double Gaji

Meski Rangkap Jabatan, Bahlil Ngaku Tak Double Gaji

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 15:38 WIB

Korupsi Pengadaan Iklan Rp223,6 Miliar, KPK Periksa Tiga Pejabat Bank BJB

Korupsi Pengadaan Iklan Rp223,6 Miliar, KPK Periksa Tiga Pejabat Bank BJB

Jabar | Rabu, 07 Oktober 2026 | 15:37 WIB

Bawaslu Solo Buka Suara Soal Ijazah Gibran di Pilkada 2020

Bawaslu Solo Buka Suara Soal Ijazah Gibran di Pilkada 2020

Surakarta | Rabu, 07 Oktober 2026 | 15:37 WIB

Kaesang Jadi Tumpuan Baru Dinasti Politik Jokowi? Pengamat Soroti Nasib Gibran Usai Putusan MK

Kaesang Jadi Tumpuan Baru Dinasti Politik Jokowi? Pengamat Soroti Nasib Gibran Usai Putusan MK

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 15:36 WIB

Timnas Indonesia Bukan Bangsa Kalah-kalahan, Tapi Masih Banyak yang Harus Diperbaiki

Timnas Indonesia Bukan Bangsa Kalah-kalahan, Tapi Masih Banyak yang Harus Diperbaiki

Bola | Rabu, 07 Oktober 2026 | 15:35 WIB

Polisi Dalami Motif Penyerangan Kafe di Bandung, Satu Pelaku Masih Diburu

Polisi Dalami Motif Penyerangan Kafe di Bandung, Satu Pelaku Masih Diburu

Jabar | Rabu, 07 Oktober 2026 | 15:32 WIB

4 Perbedaan Body Lotion dan Body Serum yang Perlu Diketahui

4 Perbedaan Body Lotion dan Body Serum yang Perlu Diketahui

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 15:30 WIB

GAC Indonesia Hadirkan Layanan Darurat Jalan Raya Gandeng Transportasi Online

GAC Indonesia Hadirkan Layanan Darurat Jalan Raya Gandeng Transportasi Online

Otomotif | Rabu, 07 Oktober 2026 | 15:30 WIB

×