Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

APTI: Tembakau Bebaskan NTB Dari Busung Lapar

Adhitya Himawan

Selasa, 16 Mei 2017 | 19:12 WIB
APTI: Tembakau Bebaskan NTB Dari Busung Lapar
Tanaman tembakau. [Pixabay]

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Nusa Tenggara Barat (NTB), Sahminudin berpandangan, propinsi NTB saat ini adalah salah satu sentra tanaman tembakau di Indonesia. Sebelumnya tahun 1969, Propinsi NTB dikenal sebagai daerah kelaparan atau bisa dikatakan daerah miskin.

Berawal dari tahun tersebut, masyarakat NTB perlahan-lahan merubah pola ekonominya. Lahan yang tidak punya nilai ekonomi berubah drastis menjadi produktif. Hal ini berdampak pada SDM di NTB yang pendidikannya maju, ekonomi meningkat, bahkan tidak terdengar lagi busung lapar.

"Selain itu, rumah jadi sehat permanen, sarana ibadah masjid, pondok pesantren banyak dan mutu keamanan semakin kondusif, haji meningkat dari tahun ke tahun," kata Sahminudin di Mataram, NTB, Selasa (16/5/2017).

Sahminudin menambahkan, potensi lahan cocok dengan tanaman tembakau. Di Lombok ada lahan sekitar 68500 ha, Sumbawa 10000 ha, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 250.000 orang. Perputaran uang 1,5 hingga 2 Triliun rupiah tiap musim panen tembakau.

"Iklim di dareah kami sangat cocok dengan tembakau yang merupakan daerah dengan ketersediaan air terbatas," ujarnya.

Adanya ancaman dari kelompok anti tembakau yang ujung-ujungnya mematikan urat nadi pertembakauan nasional, menurut Sahminudin mengancam kehidupan petani tembakau.

Mereka yang menyeru anti tembakau dengan mendapatkam kucuran dana dari Bloomberg Initiative dan perusahaan farmasi asing sangat getol menyuarakan bahaya tembakau bagi kesehatan.

"Kelompok anti tembakau tersebut sangat mengganggu kehidupan petani tembakau tak hanya di NTB, tapi juga petani tembakau se-Nusantara," ujarnya.

Agenda Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) yang digawangi oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), salah satu agendanya adalah diversifikasi tembakau.

baca juga

"Itu tidak mudah, dan akan kami tolak bilamana kami dialihkan ke tanamam lain," tegasnya.

Petani tembakau di pelosok propinsi NTB sangat menyayangkan kampanye anti tembakau yang dilakukan oleh sekutu Bloomberg Initiative dan perusahaan farmasi asing. Pasalnya, mereka yang selalu menggerogoti budidaya tembakau dengan giat mendorong FCTC untuk segera diterapkan di negara ini.

"Kami tidak akan tinggal diam apapun resikonya, kami tetap menolak FCTC. FCTC diibaratkan makanan yang tidak cocok bila di makan di negara ini," tukas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Versi Komunitas Kretek, Ini Lima Alasan FCTC Harus Ditolak

Versi Komunitas Kretek, Ini Lima Alasan FCTC Harus Ditolak

Bisnis | Senin, 15 Mei 2017 | 14:13 WIB

Diversifikasi Tembakau Akan Matikan Kehidupan Petani

Diversifikasi Tembakau Akan Matikan Kehidupan Petani

Bisnis | Senin, 15 Mei 2017 | 13:46 WIB

Petani Tembakau Desak Pemerintah Tak Aksesi FCTC

Petani Tembakau Desak Pemerintah Tak Aksesi FCTC

Bisnis | Minggu, 14 Mei 2017 | 19:03 WIB

Dilecehkan Kepsek, Ibu 3 Anak Ini Justru Terancam 6 Tahun Bui

Dilecehkan Kepsek, Ibu 3 Anak Ini Justru Terancam 6 Tahun Bui

News | Selasa, 09 Mei 2017 | 19:35 WIB

Mahasiswa: Tanpa Kretek, Industri Rokok Nasional Tak Akan Tumbuh

Mahasiswa: Tanpa Kretek, Industri Rokok Nasional Tak Akan Tumbuh

Bisnis | Senin, 08 Mei 2017 | 00:07 WIB

AEPI Kritik Keuntungan HM Sampoerna Dinikmati Investor Asing

AEPI Kritik Keuntungan HM Sampoerna Dinikmati Investor Asing

Bisnis | Selasa, 02 Mei 2017 | 19:53 WIB

Kontribusi Industri Rokok Nasional Lebih Dari Rp600 Triliun

Kontribusi Industri Rokok Nasional Lebih Dari Rp600 Triliun

Bisnis | Selasa, 02 Mei 2017 | 19:44 WIB

Berani-beraninya Pelajar Ini Jualan Tembakau Memabukkan

Berani-beraninya Pelajar Ini Jualan Tembakau Memabukkan

News | Selasa, 02 Mei 2017 | 14:15 WIB

Pemda NTB Ungkap Kejanggalan Pemenang Miss Indonesia 2017

Pemda NTB Ungkap Kejanggalan Pemenang Miss Indonesia 2017

Entertainment | Selasa, 25 April 2017 | 06:56 WIB

Industri Rokok Kretek Harus Diberi Tarif Cukai Rendah

Industri Rokok Kretek Harus Diberi Tarif Cukai Rendah

Bisnis | Jum'at, 21 April 2017 | 14:00 WIB

Terkini

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 00:04 WIB

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:49 WIB

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Banten | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Entertainment | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Video | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:00 WIB

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:48 WIB

×