Alih Profesi Penangkap Benih Lobster, Ini Bantuan Dari KKP

Adhitya Himawan | Suara.com

Jum'at, 28 Juli 2017 | 13:53 WIB
Alih Profesi Penangkap Benih Lobster, Ini Bantuan Dari KKP
Petugas Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu Denpasar, membawa wadah berisi benih lobster mutiara hasil sitaan, saat pelepasliaran di Pantai Ketewel, Gianyar, Sabtu (1/4). [Antara]

Program alih usaha penangkap benih lobster sampai saat ini telah memasuki tahap akhir bimbingan teknis pelatihan, dan proses distribusi sarana dan prasarana budidaya direncanakan akan didistribusikan pada Agustus 2017. Ini merupakan wujud pemerintah dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk memberikan alternatif agar ekonomi masyarakat tetap berjalan dengan baik meski mereka tidak menangkap benih lobster

Menurut Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto, bentuk dukungan KKP yang akan diberikan tahun ini dengan mengalokasikan bantuan sarana dan prasarana budidaya senilai Rp50 milar untuk mengembalikan profesi semula sebagai pembudidaya ikan. Masyarakat terlebih dahulu harus tergabung dalam kelompok, dan ke depan kelompok-kelompok tersebut bisa tergabung dalam koperasi atau membentuk wadah koperasi baru. KKP dalam hal ini akan meminta Kementerian Koperasi dan UMKM untuk memfasilitasi pembinaan terhadap koperasi tersebut.

"Melalui program ini diharapkan pendapatan masyarakat bisa mencapai Rp3,5 juta/ bulan dengan produksi ikan meningkat hingga 470 ribu ton per tahun dan menghasilkan 2246 pembudidaya ikan dengan target paket yang berhasil terserap sebanyak 2.2.46 paket di tiga lokasi, 1 provinsi, 3 kabupaten, dan 2.246 penerima", terang Slamet dalam keterangan resmi, Kamis (27/8/2017).

Restocking Kerang Mutiara

Aktivitas penangkapan induk tiram mutiara dari alam secara over-exploitative telah berdampak terhadap penurunan stok induk tiram mutiara di alam. Indikasinya, unit pembenihan mutiara saat ini mulai kesulitan mendapatkan induk kerang mutiara. Untuk itu, KKP melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) merancang kegiatan penebaran kembali atau restocking untuk menjaga kelestarian stok tiram mutiara di alam. Jumlah tiram mutiara yang di-restocking sebanyak lebih dari 15 ribu ekor merupakan hasil pembenihan buatan yang dilakukan oleh Balai Perikanan Budidaya Air Laut Lombok.

Restocking dilakukan di perairan Gili Kendo, Kawasan Sambelia Lombok Timur dengan melibatkan Komite Pengelolaan Perikanan Laut (KPPL) kawasan Sambelia. KPPL adalah suatu komite yang merupakan kumpulan dari anggota masyarakat pantai yang terdiri dari tokoh agama, tokoh adat, nelayan, pembudidaya ikan dan pihak terkait lainnya yang dibentuk secara swadaya sebagian peran parsitipatif masyarakat dalammenjaga kelestarian SDA kelautan dan perikanan.

Perikanan Lombok merupakan habitat asli jenis tiram mutiara Pinctada Maxima yang terkenal di mancanegara dengan sebutan “The Queen of Pearl” atau Ratunya Mutiara atau south sea pearl (SSP). Badan pusat statistik mencatat bahwa nilai perdagangan mutiara asal Indonesia dalam kuun waktu 5 tahun terakhir (tahun 2012-2016) menunjukkan kinerja positif, dengan kenaikan rata-rata nilai ekspor sebesar 13,5 persen. Tahun 2016 nilai ekspor mutiara Indonesia mencapai 45,9 juta dolar Amerika Serikat (AS), di mana Indonesia saat ini masih diperhitungkan sebagai produsen utama mutiara jenis south sea pearl.

Pada Juli 2017, KKP telah melakukan restocking untuk jenis ikan endemik lokal 26,5 juta ekor benih. Untuk program pada 2018 pihak DJPB akan menambah bantuan benih ikan sebanyak dua kali lipat di mana semula hanya 100 juta ekor akan ditambah menjadi 200 juta ekor.

“Kami mengusahakan agar realisasi program ini berjalan setransparan mungkin sehingga rekan-rekan media diharapkan dapat membantu bersama-sama mengawasi hingga program ini dapat berjalan lancar” tandas Menteri Susi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Jurus KKP Permudah Nelayan Akses Layanan Perbankan

Ini Jurus KKP Permudah Nelayan Akses Layanan Perbankan

Bisnis | Kamis, 27 Juli 2017 | 15:21 WIB

Menteri Susi: Kapal Bukti Kejahatan Tak Boleh Dilelang

Menteri Susi: Kapal Bukti Kejahatan Tak Boleh Dilelang

Bisnis | Kamis, 27 Juli 2017 | 15:03 WIB

KKP Beberkan Sebab Stok Garam Nasional Alami Kekurangan

KKP Beberkan Sebab Stok Garam Nasional Alami Kekurangan

Bisnis | Kamis, 27 Juli 2017 | 14:55 WIB

Menjaga Kedaulatan Nasional Untuk Keadilan Pangan

Menjaga Kedaulatan Nasional Untuk Keadilan Pangan

Bisnis | Rabu, 19 Juli 2017 | 01:00 WIB

KKP Beberkan Sebab Nelayan Vietnam Kerap Curi Ikan Indonesia

KKP Beberkan Sebab Nelayan Vietnam Kerap Curi Ikan Indonesia

Bisnis | Selasa, 18 Juli 2017 | 22:20 WIB

Susi Akui Aksinya Basmi Pencurian Ikan Dibenci Pihak Tertentu

Susi Akui Aksinya Basmi Pencurian Ikan Dibenci Pihak Tertentu

Bisnis | Selasa, 18 Juli 2017 | 22:12 WIB

Bilang Laut Natuna Milik Vietnam, 5 Kapal Pencuri Ikan Ditangkap

Bilang Laut Natuna Milik Vietnam, 5 Kapal Pencuri Ikan Ditangkap

News | Selasa, 18 Juli 2017 | 19:46 WIB

Ini Alasan Larangan Tangkap Benih Lobster dan Rajungan

Ini Alasan Larangan Tangkap Benih Lobster dan Rajungan

Bisnis | Kamis, 13 Juli 2017 | 14:34 WIB

Luhut Janji akan Bantu Susi Pudjiastuti Basmi Maling Ikan

Luhut Janji akan Bantu Susi Pudjiastuti Basmi Maling Ikan

Bisnis | Selasa, 11 Juli 2017 | 15:31 WIB

Luhut Minta Susi Pudjiastuti Lebih Akomodasi Nelayan Kecil

Luhut Minta Susi Pudjiastuti Lebih Akomodasi Nelayan Kecil

Bisnis | Selasa, 11 Juli 2017 | 13:20 WIB

Terkini

Ketum Gekrafs Ngamuk Ide dan Editing Dihargai Nol: Bebaskan Amsal Sitepu

Ketum Gekrafs Ngamuk Ide dan Editing Dihargai Nol: Bebaskan Amsal Sitepu

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 14:13 WIB

Purbaya Akan Mutasi Ratusan Pegawai Ditjen Anggaran ke DJP

Purbaya Akan Mutasi Ratusan Pegawai Ditjen Anggaran ke DJP

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 14:08 WIB

Mentan Amran: Etanol Bisa Gantikan Pertalite dan Pertamax di Masa Depan

Mentan Amran: Etanol Bisa Gantikan Pertalite dan Pertamax di Masa Depan

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 13:55 WIB

Kolaborasi Telkom dan AYS Indonesia Dorong Pemulihan Ekosistem Alam di Tarakan

Kolaborasi Telkom dan AYS Indonesia Dorong Pemulihan Ekosistem Alam di Tarakan

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 13:44 WIB

Pemerintah Klaim Mudik dan Arus Balik 2026 Berjalan Lancar

Pemerintah Klaim Mudik dan Arus Balik 2026 Berjalan Lancar

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 13:40 WIB

IHSG Semakin Menurun di Sesi I, 453 Saham Kebakaran

IHSG Semakin Menurun di Sesi I, 453 Saham Kebakaran

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 13:19 WIB

Rupiah Makin Keok saat Harga Minyak Meroket, Pengamat Ungkap Kabar Buruk

Rupiah Makin Keok saat Harga Minyak Meroket, Pengamat Ungkap Kabar Buruk

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 12:47 WIB

Daftar Harga Pangan yang Naik Pasca lebaran, Bawang Melonjak Tajam!

Daftar Harga Pangan yang Naik Pasca lebaran, Bawang Melonjak Tajam!

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 12:20 WIB

BRI Dorong UMKM Desa Hendrosari Lewat Program Desa BRILiaN dan Wisata Lontar Sewu

BRI Dorong UMKM Desa Hendrosari Lewat Program Desa BRILiaN dan Wisata Lontar Sewu

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 12:11 WIB

Emas Dunia Berpotensi Tertekan, Pengamat: Penurunan Harga Hanya Sementara

Emas Dunia Berpotensi Tertekan, Pengamat: Penurunan Harga Hanya Sementara

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 11:54 WIB