Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Harus Ada Insentif Untuk Perkuat Daya Beli Masyarakat

Adhitya Himawan | Suara.com

Kamis, 03 Agustus 2017 | 10:48 WIB
Harus Ada Insentif Untuk Perkuat Daya Beli Masyarakat
Salah satu sentra ekonomi Pasar Raya Padang, Sumatera Barat, Rabu (23/11/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Kondisi fundamental makro saat ini bagus, tapi situasi di sector mikro (sektor riil) terlihat sebaliknya. Hasil penjualan semester I, sejumlah sektor turun atau di bawah target, seperti ritel, semen, otomotif, dan lain sebagainya. Ini menjadi tanggung jawab pemerintah untuk mencari jalan keluar dan solusi mengatasi kontradiksi makro dan mikro ini.

Anggota komisi XI DPR RI M. Sarmuji berpandangan, memang agak membingungkan melihat kondisi tersebut. Data perekonomian seolah ada anomali antara makro ekonomi dan mikro ekonomi. Penyebabnya belum tentu karena daya beli rendah. Sebabnya,  kalau terjadi penurunan daya beli biasanya dikarenakan terjadi inflasi yang tinggi.

Menurut Sarmuji, kondisi demikian bisa jadi juga disebabkan karena masyarakat menahan diri untuk belanja, karena kemungkinan pengeluaran yang lebih tinggi di belakang hari atau karena kepercayaan terhadap prospek penghasilan yang berkurang. Demikian juga dengan inflasi yang rendah bisa diakibatkan penurunan daya beli atau karena masyarakat menahan diri karena ekspektasi pengeluaran yang lebih tinggi.

“Pemerintah harus memberikan insentif untuk memperkuat daya beli utamanya pada masyarakat dengan penghasilan rendah,” kata Sarmuji di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (1/8/2017).

Dikatakan Sarmuji, momentum ini sekaligus bisa dimanfaatkan untuk memperkecil kesenjangan dan kemiskinan. Dalam konteks itu, lanjut dia, pemerintah perlu memperkuat program padat karya dan menamabah pemberian subsidi langsung kepada masyarakat yang berhak menerima.

“Program pembangunan infrastruktur sebaiknya direlaksasi agar liquiditas di sektor keuangan tidak terserap secara dominan ke sektor tersebut. Sehingga bisa digunakan untuk menggerakkan sektor produksi dan konsumsi,” ujar politisi Golkar itu.

Sarmuji mengatakan, Pemerintah juga perlu mendorong ekspor agar sektor produksi dalam negeri memiliki pangsa alternatif yang lebih baik. Pada gilirannya jika produksi dapat terserap di pasar luar negeri, perekonomian dalam negeri juga akan membaik.

Lebih lanjut menurutnya, sektor wisata juga harus terus ditingkatkan agar lebih menarik kunjungan wisatawan luar negeri.

“Sektor pariwisata akan memberikan efek berganda terutama tumbuhnya ekonomi kreatif. Sektor ini juga tidak terpengaruh dengan kelesuan ekonomi mikro dalam negeri,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bank UOB Indonesia Prediksi PDB RI Tumbuh 5,2 Persen

Bank UOB Indonesia Prediksi PDB RI Tumbuh 5,2 Persen

Bisnis | Jum'at, 28 Juli 2017 | 18:07 WIB

Jokowi Optimis Indonesia Jadi Negara Terkuat Ekonomi di 2045

Jokowi Optimis Indonesia Jadi Negara Terkuat Ekonomi di 2045

Bisnis | Jum'at, 28 Juli 2017 | 16:10 WIB

Jokowi: Asal Jangan Turbulensi politik, 2045 Kita Negara Terkuat

Jokowi: Asal Jangan Turbulensi politik, 2045 Kita Negara Terkuat

Bisnis | Jum'at, 28 Juli 2017 | 11:46 WIB

Temui Jokowi, Bank Dunia Tawarkan Bantuan Dana Infrastruktur

Temui Jokowi, Bank Dunia Tawarkan Bantuan Dana Infrastruktur

Bisnis | Kamis, 27 Juli 2017 | 12:26 WIB

Eva Kusuma Sundari: Tidak Ada Presiden Yang Tidak Utang

Eva Kusuma Sundari: Tidak Ada Presiden Yang Tidak Utang

Bisnis | Senin, 24 Juli 2017 | 17:11 WIB

Misbakhun Desak RUU Redenominasi Masuk Prolegnas 2017

Misbakhun Desak RUU Redenominasi Masuk Prolegnas 2017

Bisnis | Senin, 24 Juli 2017 | 14:06 WIB

Presiden Jokowi Paparkan Tiga Kunci Keunggulan Daerah

Presiden Jokowi Paparkan Tiga Kunci Keunggulan Daerah

Bisnis | Rabu, 19 Juli 2017 | 21:36 WIB

Misbakhun Dorong Negara Akui Konsultan Pajak Lewat RUU

Misbakhun Dorong Negara Akui Konsultan Pajak Lewat RUU

Bisnis | Selasa, 18 Juli 2017 | 23:15 WIB

Sebelum Jadi UU, Misbakhun Minta Isi Perppu 1/2017 Diperjelas

Sebelum Jadi UU, Misbakhun Minta Isi Perppu 1/2017 Diperjelas

Bisnis | Senin, 17 Juli 2017 | 22:03 WIB

Misbakhun Kritik Denny Indrayana Jadi Pembicara Seminar Oleh STAN

Misbakhun Kritik Denny Indrayana Jadi Pembicara Seminar Oleh STAN

News | Jum'at, 14 Juli 2017 | 22:01 WIB

Terkini

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:34 WIB

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:24 WIB

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:30 WIB

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:09 WIB

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:58 WIB

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:48 WIB

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:47 WIB

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:31 WIB

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:22 WIB

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:17 WIB