P4I Imbau Pengusaha Palet Lestarikan Sumber Daya Alam

Ririn Indriani

Selasa, 22 Agustus 2017 | 21:39 WIB
P4I Imbau Pengusaha Palet Lestarikan Sumber Daya Alam
Ilustrasi pelestarian sumber daya alam. (Shutterstock)

Suara.com - Kegiatan usaha secara universal pada umumnya selalu menggunakan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan operasional dan produksinya. Baik langsung maupun tidak langsung, pasti akan ada kegiatan eksploitasi terhadap sumber daya alam. Tidak terkecuali dalam kegiatan usaha palet dan peti yang notabene selalu menggunakan bahan baku kayu.

Dengan bahan dasar kayu, bidang usaha palet dan peti juga memerlukan banyak pasokan kayu baik dari hasil Hutan Tanaman Industri maupun hasil Hutan Rakyat sebagai bahan bakunya. Alhasil, para pemasoknya (biasa disebut sawmill/ penggerjian kayu) harus selalu menebang pohon secara terus menerus sebagai faktor utama kegiatan produksi.

Dari catatan Paguyuban Pengusaha Palet dan Peti Indonesia (P4I), dalam sebulan saja, produksi satu produsen palet dan peti mencapai sekitar 1.000-2.000 kubik peti dan sekitar 5.000an unit palet. Untuk kegiatan diatas akan dibutuhkan sekitar 500an kubik kayu hasil olahan (tebang, belah, potong).

Dengan memakai asumsi 10 batang pohon muda bisa dibuat menjadi 1 kubik kayu olahan jadi, maka akan dilakukan penebangan 5.000 pohon setiap bulannya. Bila di Cikarang saja produsen palet dan peti yang mencapai puluhan, maka disinyalir kegiatan ini menghasilkan penebangan 500.000an batang pohon dalam sebulan atau sekitar 6.000.000 pohon dalam setahun.

"Kalau sumber daya rusak, maka kita semua yang kena dampaknya, termasuk yang tidak menggunakan sumber daya alam sekalipun," ujar Boy Sunarko Ketua P4I melalui keterangan tertulisnya.

Kendala utama dalam program reboisasi ini, lanjut dia, masih sedikitnya pelaku usaha yang bersedia menyisihkan sebagian keuntungannya untuk mendukung program reboisasi ini. Malah, kata Boy, ada pula perusahaan global yang mempunyai slogan Go Green tetapi ternyata tidak aplikatif dalam aktualnya.

Terbukti mereka masih menggunakan sumber alam berupa kayu dan enggan memasukkan unsur 'kewajiban mengelola sumber daya alam' sebagai bagian dari kontrak ataupun struktur biaya produksinya karena hanya melihat harga jual terendah dari produsen peti dan palet. "Padahal sumber daya hasil hutan yang kita gunakan selama ini adalah hutang yang kita pinjam dari anak cucu kita," jelasnya lebih lanjut.

Apabila satu hektar hutan terdiri dari 100 pohon, maka laju degradasi hutan dapat mencapai 60.000 hektar setiap tahunnya. Sementara untuk mengembalikan pohon sebanyak yang ditebang diperlukan waktu 10x lebih lama dari penebangan.

Artinya untuk satu tahun penebangan saja diperlukan 10 tahun masa reboisasi dalam jumlah dan luasan yang sama. Selama ini pasokan kayu ke daerah Cikarang kebanyakan di suplai dari daerah Banten dan Jawa Barat.

Untuk itu P4I mengimbau kalangan pengusaha palet dan peti untuk meremajakan sumber daya kayu yang mereka gunakan dengan mengalokasikan sebagian dari keuntungan usaha menjadi dana wajib reboisasi. Caranya dengan rutin melakukan koordinasi untuk penanaman pohon kembali dengan Komunitas Pohon Indonesia, yang telah melakukan MOU dengan Dirjen BPDAS-PS Kementerian Lingkungan Hidup.

Guna mendukung program tersebut, pemerintah melalui Kementerian LHK menggulirkan fasilitas dana bergulir untuk pembangunan Hutan Rakyat melalui Badan Layanan Umum - Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan (BLU-P3H) yang mana dananya bersumber dari Dana Reboisasi

P4I menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan berbagai pihak terkait selain KPI untuk mendukung kegiatan tersebut. Dengan anggota sekitar 100 orang per unit usaha, maka program peremajaan diharapkan bisa berjalan sukses, efektif dan masif.

Untuk ke depannya, P4I juga membuka kemungkinan penjajakan penggunaan sumber daya alternatif yang lebih efektif dan ramah lingkungan melalui research dan development maupun brainstorming dengan semua pihak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Yosefa, Pebisnis Energi Terbarukan Dari NTT

Yosefa, Pebisnis Energi Terbarukan Dari NTT

Bisnis | Senin, 31 Juli 2017 | 13:09 WIB

Peran Pengusaha Dibutuhkan Untuk Dongkrak Ekonomi Jateng

Peran Pengusaha Dibutuhkan Untuk Dongkrak Ekonomi Jateng

Bisnis | Kamis, 27 Juli 2017 | 19:52 WIB

Permintaan Jepang Untuk Cangkang Sawit Indonesia Tumbuh 40 Persen

Permintaan Jepang Untuk Cangkang Sawit Indonesia Tumbuh 40 Persen

Bisnis | Minggu, 23 Juli 2017 | 15:03 WIB

Terkini

Pintas Ke Pelabuhan Ratu Lebih Cepat, Pemkab Bogor Lanjutkan Proyek Jalan Nanggung - Sukabumi

Pintas Ke Pelabuhan Ratu Lebih Cepat, Pemkab Bogor Lanjutkan Proyek Jalan Nanggung - Sukabumi

Bogor | Rabu, 02 September 2026 | 23:42 WIB

KPK Dalami Mekanisme Pemotongan Upah Pungut di Bogor

KPK Dalami Mekanisme Pemotongan Upah Pungut di Bogor

Jabar | Rabu, 02 September 2026 | 23:36 WIB

Memilih Desain Rumah yang Mengikuti Ritme Kehidupan Penghuninya

Memilih Desain Rumah yang Mengikuti Ritme Kehidupan Penghuninya

Lifestyle | Rabu, 02 September 2026 | 23:13 WIB

11 Tahun Buron, Tersangka Korupsi Bandara Melalan Ditangkap di Sulsel

11 Tahun Buron, Tersangka Korupsi Bandara Melalan Ditangkap di Sulsel

News | Rabu, 02 September 2026 | 22:05 WIB

MBG Berbahaya: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo

MBG Berbahaya: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo

Video | Rabu, 02 September 2026 | 21:50 WIB

BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo

BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo

Jawa Tengah | Rabu, 02 September 2026 | 21:29 WIB

Habitat Ludes Terbakar! Karhutla Kalimantan Picu Risiko Konflik Satwa dengan Manusia

Habitat Ludes Terbakar! Karhutla Kalimantan Picu Risiko Konflik Satwa dengan Manusia

News | Rabu, 02 September 2026 | 21:20 WIB

Nasib Apes Emil Audero Usai Gabung Rayo Vallecano Terusir dari Stadion Sendiri, Kok Bisa?

Nasib Apes Emil Audero Usai Gabung Rayo Vallecano Terusir dari Stadion Sendiri, Kok Bisa?

Bola | Rabu, 02 September 2026 | 21:17 WIB

Penyidikan KPK di Pemkab Bogor: PCNU Imbau Ulama Tetap Adem dan Tak Terprovokasi

Penyidikan KPK di Pemkab Bogor: PCNU Imbau Ulama Tetap Adem dan Tak Terprovokasi

Bogor | Rabu, 02 September 2026 | 21:06 WIB

Intip Posisi Kompor yang Benar Menurut Feng Shui Kang Hong Kian, Jangan Taruh di Sini!

Intip Posisi Kompor yang Benar Menurut Feng Shui Kang Hong Kian, Jangan Taruh di Sini!

Lifestyle | Rabu, 02 September 2026 | 21:05 WIB

×