Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Nggak Mau Gigit Jari di Hari Tua? Ajuin Dana Pensiun Sejak Dini

Angelina Donna | Suara.com

Rabu, 06 September 2017 | 20:08 WIB
Nggak Mau Gigit Jari di Hari Tua? Ajuin Dana Pensiun Sejak Dini

Suara.com - Semua orang yang bekerja pasti suatu saat akan pensiun. Mulai siapkan dana pensiun sejak dini buat hidup masa tua yang berkecukupan. Nggak mau gigit jari di hari tua kan?

Kenapa harus sejak dini
Prinsip dana pensiun besarannya mengikuti jumlah iuran. Namun lain ceritanya jika dana pensiun diolah ke instrumen investasi.
Makin besarnya iuran nggak selalu berarti hasil yang didapat kelak juga besar. Malah sebaliknya, mungkin dana pensiun sedikit karena iuran yang dikumpulkan ludes dalam investasi.

Saat merasa hasil yang didapat kurang maksimal, segera beralih ke penyedia dana pensiun lainnya. Urusan bakal lebih runyam jika usia sudah menjelang pensiun saat mengikutinya.
Bisa-bisa dana pensiun malah lebih sedikit dari total iuran bulanan yang telah disetorkan. Namun ini nggak berlaku buat pekerja yang mengikuti dana pensiun wajib dari kantor.
Yang bisa dilakukan adalah menambah dana pensiun di tempat lain, misalmya bank atau perusahaan asuransi. Hal ini juga bisa dilakukan jika merasa dana pensiun dari kantor nggak cukup.

Cukup dari kantor?
Beruntung buat yang sudah disediakan program dana pensiun dari kantor. Masalahnya, besaran manfaat dana pensiun dari kantor mungkin nggak seberapa.
Kira-kira hingga berapa lama bisa menggantungkan hidup pada dana itu hingga dipanggil Yang Kuasa. Pikirkan juga bagaimana dana pensiun itu bisa bermanfaat buat keluarga atau ahli waris saat si pekerja sudah tiada atau gak bisa lagi bekerja lantaran cedera.

Selain dana pensiun swasta dari kantor, ada pula program jaminan hari tua (JHT) dan jaminan pensiun (JP) yang iurannya diambil dari gaji bulanan. Keduanya berbeda meski tampak mirip.
JHT diberikan secara langsung ketika pekerja pensiun. Sedangkan JP diberikan secara bulanan saat masa pensiun datang.

Besaran iuran JHT adalah 5,7 persen per bulan (2 persen pekerja dan 3,7 persen pemberi kerja) dan 3 persen sebulan (2 persen pemberi kerja dan 1 persen pekerja) untuk JP.

Ikut dana pensiun di luar
Nggak ada salahnya ikut dana pensiun partikelir di luar perusahaan atau kewajiban sosial agar bisa lebih tenang menjelang usia senja. Berikut pertimbangannya:
1. Cari tahu dulu kelebihan dan kekurangan dana pensiun yang ditawarkan. Lihat bagaimana perhitungan hasil iuran saat sudah pensiun.
2. Lihat pula proteksi alias asuransi yang diberikan saat “terpaksa” pensiun, antara lain karena menderita cacat setelah mengalami kecelakaan kerja.
3. Lihat background pengelola dana pensiun. Pilih yang sudah punya nama. Meski begitu, lembaga yang baru bisa juga dipilih asal penawarannya bagus.

Jenis dana pensiun yang umumnya dipilih dan disediakan pihak selain perusahaan tempat kerja adalah Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Pengelolanya adalah bank atau lembaga asuransi.

Saat memilih DPLK, kita bisa menempuh langkah berikut ini agar kelak nggak gigit jari di hari tua lantaran nggak ada dana pensiun.
1. Pertimbangkan berapa kebutuhan dana pensiun saat kelak nggak bekerja lagi. Iuran dan manfaat dapat disesuaikan dengan target yang dituju.
2. Kalau dana pensiun difokuskan ke DPLK, pilih instrumen investasi yang nggak terlalu berpengaruh menghadapi fluktuasi.
3. Seharusnya penerima dana pensiun bisa bebas memilih instrumen investasi. Pilih yang punya aturan dana pensiun.
4. Pastikan terima laporan rutin tiap bulan yang memperlihatkan hasil pengolahan dana pensiun.

Ingat, setelah pensiun nggak ada lagi gaji bulanan yang masuk ke rekening. Adanya dana pensiun jelas sangat membantu menyangga kehidupan finansial saat memasuki usia senja.

Baca juga artikel Duitpintar lainnya:

Jaminan Hari Tua BPJS Ketenagakerjaan Itu Investasi Bukan Tabungan

Menyiapkan Dana Pensiun Gak Cuma Urusan Cowo Loh, Kamu yang Perempuan Juga Wajib

3 Bekal Memasuki Usia Pensiun yang Harus Dipersiapkan Sekarang

Published by

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hindari Ini Jika Ingin Sekolahkan Anak ke Luar Negeri

Hindari Ini Jika Ingin Sekolahkan Anak ke Luar Negeri

Lifestyle | Sabtu, 02 September 2017 | 07:00 WIB

Hindari 5 Hal Gak Penting Kalau Mau Karier Makin Baik

Hindari 5 Hal Gak Penting Kalau Mau Karier Makin Baik

Lifestyle | Jum'at, 01 September 2017 | 18:35 WIB

Ini Tips Mempersiapkan Dana Pensiun Anda dengan Matang

Ini Tips Mempersiapkan Dana Pensiun Anda dengan Matang

Bisnis | Selasa, 22 Agustus 2017 | 19:10 WIB

Taspen Segera Terbitkan Kartu Pintar Buat PNS

Taspen Segera Terbitkan Kartu Pintar Buat PNS

Bisnis | Rabu, 30 November 2016 | 07:07 WIB

Mandiri DPLK Layani Pensiunan Aetra Air

Mandiri DPLK Layani Pensiunan Aetra Air

Bisnis | Kamis, 29 September 2016 | 23:37 WIB

Terkini

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:43 WIB

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:27 WIB

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:40 WIB

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:55 WIB

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:50 WIB

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:39 WIB

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:32 WIB

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:24 WIB

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:10 WIB

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:00 WIB