Isu Suku Bunga Fed Naik, BI Optimis Dana Asing Tetap Masuk

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 05 Oktober 2017 | 10:53 WIB
Isu Suku Bunga Fed Naik, BI Optimis Dana Asing Tetap Masuk
Kantor Pusat Bank Indonesia di Jakarta Pusat, Selasa (5/9/2017). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Suara.com - Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Dody Budi Waluyo menilai negara-negara berkembang masih menarik bagi investor untuk menempatkan modalnya. Ini di tengah isu Bank Sentral AS The Fed kemungkinan menaikkan suku bunga Desember 2017.

"Bagaimanapun juga interest diferensial antara negara maju dan berkembang seperti Indonesia masih besar, artinya menempatkan modal di negara berkembang itu masih atraktif," ujar Dody di sela-sela diskusi 'Economic and Banking Outlook' di Jakarta, Kamis (5/10/2017).

Dengan kondisi tersebut, bank sentral meyakini aliran modal asing masih akan masuk ke Indonesia dan berdampak positif bagi perekonomian domestik. Apalagi kondisi makro ekonomi Indonesia dalam tren perbaikan.

"Itu yang harusnya menjadikan kita cukup optimis, artinya secara fundamental tidak ada isu atau pelemahan," kata Dody.

Terkait dengan nilai tukar rupiah yang sempat mengalami pelemahan terhadap dolar AS pada beberapa hari terakhir, Dody sendiri melihat tersebut sifatnya sementara karena merupakan pengaruh dari kondisi eksternal, terutama kenaikan Fed Fund Rate (FFR) yang sudah diantisipasi oleh pasar.

"Kita tentunya masih berharap pengaruhnya cuma sementara karena dari sisi kejelasan dari Amerika sendiri sudah hampir mendekati pasti. Artinya kalo kita mengacu ke Fed Fund Rate maka menuju pada kenaikan satu kali lagi di Desember, kemudian penurunan daripada 'balance sheet' Fed akan terjadi di Oktober. Artinya kalkulasi itu sudah dipastikan oleh pasar," kata Dody.

Berdasarkan kurs tengah BI, nilai tukar rupiah pada Selasa (3/10/2017) lalu sempat mencapai Rp13.582 per dolar AS. Namun pada Rabu (4/10) menguat menjadi Rp13.489 per dolar AS. Sementara itu pada Kamis ini nilai tukar rupiah menguat tipis Rp13.483 per dolar AS.

Dalam RAPBN 2018, asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp13.400 per dolar AS. Dody menuturkan, asumsi tersebut masih sejalan dengan kisaran nilai tukar rupiah yang disampaikan BI yaitu Rp13.400-Rp13.700 per dolar AS.

"Asumsi tersebut bisa dicapai atau tidak itu tergantung bagaimana kemampuan kita mengelola eksternal kita, selama kita positif dan bisa ekspor di tahun depan juga positif. Kemudian sepanjang kita masih melihat angka FDI kita besar, seharusnya tidak akan ada isu untuk ekonomi atau Rupiah kita melemah," ujar Dody.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BI Minta Pengusaha Genjot Ekspor Dalam Negeri.

BI Minta Pengusaha Genjot Ekspor Dalam Negeri.

Bisnis | Selasa, 03 Oktober 2017 | 13:45 WIB

Apindo Akui Banyak Pemda Belum Permudah Izin Investasi

Apindo Akui Banyak Pemda Belum Permudah Izin Investasi

Bisnis | Selasa, 03 Oktober 2017 | 12:54 WIB

Polda Jatim Hentikan Penyidikan Kasus Ustaz Yusuf Mansur

Polda Jatim Hentikan Penyidikan Kasus Ustaz Yusuf Mansur

News | Minggu, 01 Oktober 2017 | 00:37 WIB

Ini Dampak Panasnya Suhu Politik Pemilu 2019 ke Properti

Ini Dampak Panasnya Suhu Politik Pemilu 2019 ke Properti

Bisnis | Sabtu, 30 September 2017 | 14:40 WIB

Satu Tahun Lebih dari Rp10 Juta Bisa Terkumpul? Ini Triknya

Satu Tahun Lebih dari Rp10 Juta Bisa Terkumpul? Ini Triknya

Bisnis | Kamis, 28 September 2017 | 18:37 WIB

Anggota Ombudsman Alvin Lie Protes Pelayanan GoJek ke BI

Anggota Ombudsman Alvin Lie Protes Pelayanan GoJek ke BI

Bisnis | Kamis, 28 September 2017 | 16:36 WIB

BI Bersikeras e-Money Tak Melanggar UU Mata Uang

BI Bersikeras e-Money Tak Melanggar UU Mata Uang

Bisnis | Rabu, 27 September 2017 | 16:55 WIB

Ini Alasan Bank Indonesia Kenakan Biaya Top Up e-Money

Ini Alasan Bank Indonesia Kenakan Biaya Top Up e-Money

Bisnis | Rabu, 27 September 2017 | 15:02 WIB

PT Pansaky Berdikari Bersama Sudah Miliki Izin dari OJK

PT Pansaky Berdikari Bersama Sudah Miliki Izin dari OJK

Bisnis | Selasa, 26 September 2017 | 11:33 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×