Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

Pertumbuhan Ekonomi 2017 ke 2018 Diprediksi Hanya Naik 0,2 Persen

Pebriansyah Ariefana | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Senin, 30 Oktober 2017 | 13:35 WIB
Pertumbuhan Ekonomi 2017 ke 2018 Diprediksi Hanya Naik 0,2 Persen
Faisal Basri. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Pengamat Ekonomi dari Universitas Indonesia Faisal Basri memprediksikan pertumbuhan ekonomi di akhir 2017 hanya lima persen. Sementara di akhir 2018 sebesar 5,2 persen.

“Dengan mempertimbangan analisa IMF yang baru keluar Oktober ini dan membandingkan kondisi ekonomi nasional saat ini, maka hitungan saya tahun ini ekonomi tumbuh di angka 5,0 persen dan tahun depan 5,2 persen,” kata Faisal di Jakarta, Senin (30/10/2017).

Berdasarkan keputusan IMF, Faisal menyebut, proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini dinaikkan dari 3,5 persen menjadi 3,6 persen. Seluruh negara di-upgrade termasuk Indonesia pada April 2017 dari 5,1 persen menjadi 5,2 persen, termasuk Cina dari 6,7 persen menjadi 6,8 persen.

"Perdagangan dunia juga dinaikkan, proyeksi tahun lalu dari 2,4 persen menjadi 4,2 persen. Kemudian industri manufaktur dunia saat ini sedang digambarkan bergairah. Bakan, kepercayaan konsumer mengalami kenaikan lumayan bagus. Untuk semua kelompok lini ekonomi cukup bagus," katanya.

Namun, Faisal menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia justru melambat, di mana kesimbangan semakin rendah. Bahkan, ada indikasi penurunan konsumsi menengah ke atas. Bukan menurun daya beli tapi mereka gandrung menabung.

“Itu yang aneh terutama sejak Pilkada Jakarta. Sisi pendapatan yang ditabung naik dari 18,6 persen ke 20,77 persen Kajian Mandiri menyebut sampai 21,7 persen, karena masyarakat menunggu ketidakpastian," katanya.

Selain itu, lanjut Faisal soal rendahnya angka penyaluran kredit perbankan di Indonesia. Persentasenya baru 46,7 persen dari PDB. Padahal di negara lain sudah berada di atas 100 persen.

"Dibanding negara-negara lain yang sudah di atas 200 persen kita masih 40 persen-an. Mudah-mudahan dengan adanya fintech bisa naik, setidaknya mendekati 60 persen seperti sebelum krisis. Sehingga laporan bisa lebih akurat," tutur Faisal.

Oleh sebab itu, Faisal mengingatkan kepada pemerintah dalam mengambil kebijakan di bidang ekonomi harus lebih tepat. Agar, pertumbuhan ekonomi di Indonesia bisa lebih baik dan mampu bersaing dengan negara lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Faisal Basri Kritik Jokowi Ambisius Pasang Target Pajak

Faisal Basri Kritik Jokowi Ambisius Pasang Target Pajak

Bisnis | Senin, 30 Oktober 2017 | 13:06 WIB

Jokowi Janji Kerja Keras Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 2018

Jokowi Janji Kerja Keras Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 2018

Bisnis | Kamis, 26 Oktober 2017 | 20:52 WIB

Jokowi: Ekspor dan Investasi, Kunci Pertumbuhan Ekonomi Negara

Jokowi: Ekspor dan Investasi, Kunci Pertumbuhan Ekonomi Negara

Bisnis | Rabu, 25 Oktober 2017 | 15:05 WIB

Golkar Akui Ketimpangan Ekonomi di Era Jokowi Masih Sangat Terasa

Golkar Akui Ketimpangan Ekonomi di Era Jokowi Masih Sangat Terasa

Bisnis | Jum'at, 20 Oktober 2017 | 11:23 WIB

Luhut Minta Polri Ikut Serta Dongkrak Ekonomi, Begini Caranya

Luhut Minta Polri Ikut Serta Dongkrak Ekonomi, Begini Caranya

Bisnis | Jum'at, 20 Oktober 2017 | 10:46 WIB

Ekonomi Lesu, KAMMI Kritik Jokowi Gagal Penuhi Nawacita

Ekonomi Lesu, KAMMI Kritik Jokowi Gagal Penuhi Nawacita

Bisnis | Jum'at, 20 Oktober 2017 | 09:09 WIB

BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2018 Capai 5,1-5,5 Persen

BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2018 Capai 5,1-5,5 Persen

Bisnis | Kamis, 19 Oktober 2017 | 20:31 WIB

Sejak Krisis 1998, Ini Capaian Pertama Ekonomi RI di Era Jokowi

Sejak Krisis 1998, Ini Capaian Pertama Ekonomi RI di Era Jokowi

Bisnis | Selasa, 17 Oktober 2017 | 13:43 WIB

3 Tahun Jokowi Berkuasa, Darmin Klaim Ekonomi RI Tumbuh Positif

3 Tahun Jokowi Berkuasa, Darmin Klaim Ekonomi RI Tumbuh Positif

Bisnis | Selasa, 17 Oktober 2017 | 13:31 WIB

PKS Kritik Gencarnya Infrastruktur Era Jokowi Belum Berdampak

PKS Kritik Gencarnya Infrastruktur Era Jokowi Belum Berdampak

Bisnis | Kamis, 12 Oktober 2017 | 13:44 WIB

Terkini

Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Dunia Melandai

Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Dunia Melandai

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 06:39 WIB

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB