Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Kopi Asal Bulukumba sampai ke Jerman

Siswanto | Suara.com

Minggu, 12 November 2017 | 14:16 WIB
Kopi Asal Bulukumba sampai ke Jerman
Ilustrasi kopi. (Shutterstock)

Suara.com - Conference of the Parties ke 23 di Jerman oleh anggota Anggota Komisi IV DPR daerah pemilihan Sulawesi 2, Andi Akmal Pasluddin, dimanfaatkan untuk mempromosikan Kopi Kahayya hasil produksi petani Bulukumba – Sulawesi Selatan.

Akmal menilai kopi Indonesia perlu untuk menjadi identitas kebanggaan dunia. Sebab, produk unggulan dari sektor pertanian dan perkebunan ini dapat dikonsumsi oleh seluruh masyarakat, termasuk masyarakat internasional.

"Kopi Kahayya ini asli produksi dari Bulukumba, Sulawesi Selatan, kualitas dan rasanya tidak kalah nikmat dibanding dengan kopi Toraja yang juga dari Sulawesi Selatan. Saat ini, Indonesia menjadi produsen kopi ke-empat terbesar di dunia setelah Brazil, Vietnam dan Kolombia," ujar legislator Komisi IV DPR melalui pernyataan tertulis yang diterima Suara.com, Minggu (12/11/2017).

Pada konverensi sebelumnya, yakni COP 22, di Maroko, akmal juga turut aktiv untuk mendorong program nasional pada penurunan emisi, ketahanan pangan, hingga pengentasan kemiskinan.

Pada COP tahun lalu, Akmal juga mendorong pemerintah agar memaksimalkan Blue Carbon karena potensi alam yang dimilikinya. Bentangan pantai Indonesia yang sangat panjang, terpanjang kedua setelah Kanada yakni 99.093 kilometer akan sangat mendukung blue carbon jika pemerintah serius.

Pada jalur untuk menempuh penurunan emisi dan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim, menjadi pertimbangan penting mengaktivasi fungsi ekosistem laut dan mangrove.

Sedangkan pada kegiatan COP 23 Bonn, Jerman, tahun ini, Legislator PKS ini turut mempromosikan kopi Kahayya kepada delegasi dari negara lain sebagai salah satu produk kopi asli Sulawesi Selatan yang berkualitas. Kopi Kahayya oleh beberapa sudah dikenal dengan kualitas dan rasa yang baik.

Akmal mengatakan kopi kahayya ini adalah jenis Arabika yang tumbuh pada ketinggian 800 – 1800 mdpl.

Mengenai citarasa, ia meyakinkan bahwa lidah tidak pernah berbohong. Termasuk lidah orang barat pun akan mengakui betapa nikmatnya kopi Kahayya ini. Selama ini, dunia Internasional telah mengenal kopi terbaik dari Indonesia antara lain : Kopi Jawa, Kopi Toraja, Kopi Gayo, Kopi Sidikalang, Kopi Lintong, Kopi Wamena dan Kopi Luwak. Untuk itu, dunia perlu mengerti, bahwa Kopi Kahayya merupakan kopi yang perlu masuk dalam daftar pencarian.

Anggota Badan Anggaran ini berharap produksi lokal Indonesia dapat semakin maju dan berkompetisi di dunia internasional. Sebelumnya ia telah mendorong kepada pemerintah Indonesia agar menjadikan kopi terbaik Indonesia menjadi identitas negara di dunia Internasional. Negara Indonesia perlu berfokus pada produk unggulan yang memiliki daya saing di dunia, seperti Kopi yang diproduksi di Indonesia.

Salah satu bentuk fokus pemerintah, yaitu pada pengembangan kopi nusantara sebagai bentuk kebijakan untuk meningkatkan kemampuan petani kopi, baik petani pemilik maupun penggarap lahan kopi. Salah satunya adalah mereka dipermudah untuk mengakses modal.

"Dengan adanya kegiatan internasional seperti COP 23 ini, menjadi satu momen untuk memperkenalkan produk-produk Indonesia. Semoga produk kita dapat terus semakin maju dan bersaing di tingkat Internasional. Beberapa pengunjung yang hadir tadi, memberi apresiasi positif terhadap kopi Kahayya produksi Bulukumba." kata Andi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Seraut Kenangan dalam Secangkir Kopi di Kedai Tempo Doeloe Kalisat Jember

Seraut Kenangan dalam Secangkir Kopi di Kedai Tempo Doeloe Kalisat Jember

Your Say | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:20 WIB

Resep Ketenangan di Pojok Kopi Dusun: Saat Modernitas Bertemu Tradisi di Kawasan Candi Muaro Jambi

Resep Ketenangan di Pojok Kopi Dusun: Saat Modernitas Bertemu Tradisi di Kawasan Candi Muaro Jambi

Your Say | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:50 WIB

Potret Sunyi Perempuan Pantura di Balik Secangkir Kopi Pangku

Potret Sunyi Perempuan Pantura di Balik Secangkir Kopi Pangku

Your Say | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:00 WIB

Sambal Seruit Simpang Kopi, Primadona Pedas Lampung yang Menggetarkan Jambi

Sambal Seruit Simpang Kopi, Primadona Pedas Lampung yang Menggetarkan Jambi

Your Say | Selasa, 28 April 2026 | 19:15 WIB

Harga 5 Mesin Kopi SMEG yang Jadi Kado El Rumi untuk Groomsmen, Setara Motor!

Harga 5 Mesin Kopi SMEG yang Jadi Kado El Rumi untuk Groomsmen, Setara Motor!

Lifestyle | Senin, 27 April 2026 | 10:11 WIB

BRI Hadirkan Promo Free Upsize Coffee di Common Ground Sepanjang Tahun

BRI Hadirkan Promo Free Upsize Coffee di Common Ground Sepanjang Tahun

Bri | Senin, 27 April 2026 | 07:35 WIB

Concept Store Kopi Premium Dikenalkan ke Surabaya

Concept Store Kopi Premium Dikenalkan ke Surabaya

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 11:52 WIB

Kopitiam Lagi Naik Daun: Bukan Sekadar Ngopi, Ini Alasan Konsepnya Diserbu Anak Muda

Kopitiam Lagi Naik Daun: Bukan Sekadar Ngopi, Ini Alasan Konsepnya Diserbu Anak Muda

Lifestyle | Jum'at, 24 April 2026 | 18:02 WIB

Filosofi Secangkir Kopi: Alasan Air Kompor Lebih Unggul dari Dispenser

Filosofi Secangkir Kopi: Alasan Air Kompor Lebih Unggul dari Dispenser

Your Say | Kamis, 23 April 2026 | 11:48 WIB

Buntut Napi Korupsi Ngopi di Kendari: Supriadi Dipindah ke Nusakambangan, Karutan Resmi Dicopot

Buntut Napi Korupsi Ngopi di Kendari: Supriadi Dipindah ke Nusakambangan, Karutan Resmi Dicopot

News | Rabu, 22 April 2026 | 12:58 WIB

Terkini

MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya

MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 21:19 WIB

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:33 WIB

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:01 WIB

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:30 WIB

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:24 WIB

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:45 WIB

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:33 WIB

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:03 WIB

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:55 WIB

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:47 WIB