Menteri ATR/BPN: Kita Wujudkan Kesejahteraan Petani

Fabiola Febrinastri

Selasa, 19 Desember 2017 | 14:00 WIB
Menteri ATR/BPN:  Kita Wujudkan Kesejahteraan Petani
Seminar Nasional Solusi Penyediaan Lahan untuk Kesejahteraan Petani Berkelanjutan di Pontianak, Sabtu (21/1/2017). (Sumber: Kementerian ATR/BPN)

Suara.com - Saat ini terdapat dua tantangan utama di bidang pertanian yang dihadapi Indonesia, yaitu maraknya alih fungsi lahan pertanian menjadi non-pertanian dan permasalahan kesejahteraan petani, dimana 55,5 persen rumah tangga petani di Indonesia merupakan petani gurem.

“Kini saatnya kita merespons secara cepat, efektif dan efisien, berbagai krisis dan tantangan pembangunan nasional di bidang pertanian, dalam rangka terus mewujudkan kedaulatan pangan nasional, dan peningkatan kesejahteraan petani secara berkelanjutan," demikian disampaikan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sofyan A. Djalil, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Direktur Jenderal Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah, Erna Mochtar dalam Seminar Nasional Solusi Penyediaan Lahan untuk Kesejahteraan Petani Berkelanjutan di Pontianak, Sabtu (21/1/2017).

Data menunjukkan, telah terjadi penurunan luas sawah yang signifikan di Indonesia, dari 8,5 juta ha pada tahun 90-an menjadi 7,7 juta ha pada tahun 2013. Khusus di Pulau Jawa, penurunan luas sawah terjadi rata-rata sekitar 6.604 ha per tahun, sebagai akibat alih fungsi lahan salah menjadi kawasan industri, kawasan permukiman, serta pembangunan infrastruktur.

Adapun dalam upaya perwujudan kesejahteraan petani berkelanjutan, saat ini Indonesia juga masih menghadapi tantangan berupa ketimpangan Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan, dan Pemanfaatan Tanah (P4T). Ketimpangan dapat dilihat dari skema penguasaan dan pemilikan tanah, dimana komposisi 30 persen lahan di Indonesia yang dimiliki oleh masyarakat terdiri atas; 10 persen dikuasai badan hukum privat, 16 persen oleh perorangan, dan hanya 4 persen tanah yang dikuasai petani/gurem.

Kondisi kepemilikan lahan yang minim bagi kaum petani tersebut adalah hal yang ironis dalam menunjang kesejahteraannya.

Sebagai upaya merespons cepat tantangan tersebut, Erna menegaskan langkah-langkah strategis yang telah dan akan dilakukan melalui upaya penyediaan lahan dan pengembangan sistem penyajian data dan informasi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), serta kebijakan Kementerian ATR/BPN dalam mendukung pelestarian LP2B.

Secara garis besar, Erna mengemukakan 5 (lima) agenda kebijakan dalam pelestarian LP2B yang telah dan akan dijalankan secara konsisten dan kontinu. Pertama, penetapan LP2B dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Kedua, optimalisasi penggunaan lahan cadangan LP2B yang telah berhasil diidentifikasi untuk dimanfaatkan sebagai LP2B.

Ketiga, penerapan kebijakan insentif dan disinsentif pada kawasan-kawasan yang memiliki LP2B. Keempat, penguatan kelembagaan ekonomi petani, dan kelima, redistribusi tanah dengan cara pelepasan kawasan hutan seluas 4,1 juta ha dan tanah terlantar seluas 0,4 juta ha yang akan menjadi Tanah Cadangan Umum Negara (TCUN).

Sebagian lahan tersebut direncanakan untuk masyarakat sebagai lahan pertanian sesuai daya dukung dan RTRW.

“Solusi penyediaan lahan pertanian pangan berkelanjutan antara lain dapat dilakukan dengan  pengendalian alih fungsi lahan pertanian dan perlindungan LP2B, melalui instrumen pengendalian pemanfaatan ruang yang terdiri atas peraturan zonasi, perizinan pemanfaatan ruang, insentif dan disinsentif penataan ruang serta pengenaan sanksi terhadap indikasi pelanggaran pemanfaatan ruang,” tegas Erna.

Ia menambahkan, keseriusan upaya peningkatan ketahanan pangan akan menentukan daya saing Indonesia dengan negara-negara agraris lainnya di Asia. Peran penataan ruang sebagai panduan dalam berbagai kegiatan pembangunan termasuk infrastruktur sangatlah penting.

“Tantangan yang terbesar berada pada tataran pengendalian pemanfaatan ruang dan penguasaan tanah, untuk memastikan implementasi pembangunan berdasarkan RTRW yang telah menetapkan LP2B," katanya.

Dalam seminar yang dihadiri pula oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kalimantan Barat, Robert Isdius, guru besar Ekologi Manusia, Endriatmo Soetarto, Ketua Umum PP Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI), Bayu Krishnamurti, dan anggota Perhepi dari seluruh Indonesia ini, Erna mengharapkan dukungan dan kontribusi semua pihak dalam mengembangkan LP2B.

“Saya berharap, semoga seminar ini dapat membangun persepsi yang sama bagi upaya-upaya kolektif dalam merespons tantangan pelestarian LP2B demi mendukung ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mediasi Sengketa Lahan 14 Hektare di Gunung Sindur Belum Menemukan Titik Terang, Ini Penyebabnya

Mediasi Sengketa Lahan 14 Hektare di Gunung Sindur Belum Menemukan Titik Terang, Ini Penyebabnya

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:40 WIB

Melawan Api yang Tak Terlihat di Lahan Gambut, Petugas Andalkan Nozzle Tancap Tanah

Melawan Api yang Tak Terlihat di Lahan Gambut, Petugas Andalkan Nozzle Tancap Tanah

News | Rabu, 04 November 2026 | 15:59 WIB

CREA: Kematian akibat Polusi Udara Melonjak 42 Persen, Asap Karhutla Makin Mematikan

CREA: Kematian akibat Polusi Udara Melonjak 42 Persen, Asap Karhutla Makin Mematikan

News | Rabu, 04 November 2026 | 16:55 WIB

Sindir Raksasa Sawit, Koalisi Sipil Siap Gelar Aksi di Dekat Pertemuan RSPO Terkait Bencana Karhutla

Sindir Raksasa Sawit, Koalisi Sipil Siap Gelar Aksi di Dekat Pertemuan RSPO Terkait Bencana Karhutla

News | Rabu, 04 November 2026 | 07:45 WIB

Sengketa Lahan Gunung Sindur Memanas: Proses Mediasi di Pengadilan Negeri Cibinong Berpotensi Gagal

Sengketa Lahan Gunung Sindur Memanas: Proses Mediasi di Pengadilan Negeri Cibinong Berpotensi Gagal

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:58 WIB

Buruh Perempuan Sawit Menanggung Beban Berlapis di Balik Asap Karhutla

Buruh Perempuan Sawit Menanggung Beban Berlapis di Balik Asap Karhutla

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 12:55 WIB

Mengenal Sonor: Tradisi Mengelola Api di Sumatera Selatan di Tengah Ancaman Kebakaran Gambut

Mengenal Sonor: Tradisi Mengelola Api di Sumatera Selatan di Tengah Ancaman Kebakaran Gambut

News | Senin, 02 November 2026 | 11:39 WIB

El Nino Ekstrem Ancam Picu Megafire, Lahan Gambut Kering Bisa Jadi Pemicu

El Nino Ekstrem Ancam Picu Megafire, Lahan Gambut Kering Bisa Jadi Pemicu

News | Senin, 02 November 2026 | 11:02 WIB

WALHI Desak Polri Buka Identitas 20 Korporasi Tersangka Karhutla, Jangan Hanya Jerat Peladang

WALHI Desak Polri Buka Identitas 20 Korporasi Tersangka Karhutla, Jangan Hanya Jerat Peladang

News | Minggu, 01 November 2026 | 15:36 WIB

BPBD Sebut Karhutla Kaltim Tembus 10 Ribu Hektare, Paser Catat Kasus Terbanyak

BPBD Sebut Karhutla Kaltim Tembus 10 Ribu Hektare, Paser Catat Kasus Terbanyak

News | Minggu, 01 November 2026 | 15:26 WIB

Terkini

Sinopsis Fire Investigator, Dracin Thriller Xu Kai dan Liu Yi Tie di Youku

Sinopsis Fire Investigator, Dracin Thriller Xu Kai dan Liu Yi Tie di Youku

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 13:20 WIB

3 Bedak Mengandung Kolagen untuk Wajah Segar dan Awet Muda di Usia 50 Tahun

3 Bedak Mengandung Kolagen untuk Wajah Segar dan Awet Muda di Usia 50 Tahun

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 13:19 WIB

AC Nyala Seharian Buat Udara Kamar Kering? 5 Humidifier Terbaik untuk Mengatasi Udara Gersang

AC Nyala Seharian Buat Udara Kamar Kering? 5 Humidifier Terbaik untuk Mengatasi Udara Gersang

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 13:19 WIB

Di Persidangan Jokowi Pamer Lulus KKN UGM dengan Nilai A: Kami Bikin Tulisan Program PKK

Di Persidangan Jokowi Pamer Lulus KKN UGM dengan Nilai A: Kami Bikin Tulisan Program PKK

News | Kamis, 05 November 2026 | 13:19 WIB

Tertawa Lebar Lihat Ijazah Jokowi, Roy Suryo Janji Akan Ungkap Hal Janggal

Tertawa Lebar Lihat Ijazah Jokowi, Roy Suryo Janji Akan Ungkap Hal Janggal

News | Kamis, 05 November 2026 | 13:17 WIB

Semua Sektor Industri RI Melonjak Kala Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,47% di Q3 2025

Semua Sektor Industri RI Melonjak Kala Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,47% di Q3 2025

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 13:16 WIB

Tak Sekadar Membaca, Kreativitas Anak di Pesisir Jakarta Didorong Lewat Pojok Literasi

Tak Sekadar Membaca, Kreativitas Anak di Pesisir Jakarta Didorong Lewat Pojok Literasi

Jakarta | Kamis, 05 November 2026 | 13:15 WIB

Ijazah Jokowi Lulusan Apa? Ini Faktanya

Ijazah Jokowi Lulusan Apa? Ini Faktanya

News | Kamis, 05 November 2026 | 13:15 WIB

Edan! Wasit Keluarkan 53 Kartu Merah di Laga Pertandingan U-20, Ada Apa?

Edan! Wasit Keluarkan 53 Kartu Merah di Laga Pertandingan U-20, Ada Apa?

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 13:14 WIB

Sejumlah Perwira Polri Disebut Terima Uang dari Bupati Lombok Barat Nonaktif

Sejumlah Perwira Polri Disebut Terima Uang dari Bupati Lombok Barat Nonaktif

Bali | Kamis, 05 November 2026 | 13:11 WIB

×