Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Rupiah Melemah, Money Changer Malah Waswas Bakal Rugi

Reza Gunadha | Suara.com

Kamis, 06 September 2018 | 22:25 WIB
Rupiah Melemah, Money Changer Malah Waswas Bakal Rugi
Dalam situs resmi Bank Indonesia tercatat kurs jual rupiah melemah, bahkan pada siang hari ini kurs jual rupiah mencapai level Rp 15.002 per dolar AS.[Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat yang terus melemah, ternyata belum banyak menggerakkan warga untuk menjual mata uang negeri Pakde Sam yang mereka miliki.

Setidaknya, masih  sepinya warga yang mengonversi mata uang tersebut tampak dari sejumlah tempat penukaran uang atau money changer di Mal-mal besar dan elite Jakarta belum dipenuhi oleh para penukar.

Pantauan Suara.com, Kamis (6/9/2018), Dua Sisi Money Changer yang terletak di Pasific Place, masih sepi pengunjung.

Hal sama juga terjadi pada Sandi Valas Money Charger di Mal Ambasador yang juga tak ramai pengunjung.

Martin, petugas Dua Sisi Money Changer, mengatakan sepinya pengunjung ini karena lokasi usahanya tidak strategis.

"‎Tergantung lingkungan, mal ini tidak terlalu bagus, jadi tidak ramai. Walaupun Dolar AS naik tinggi, tapi tidak berpengaruh," kata Martin kepada Suara.com, Kamis (6/9/2018).

Berbeda dengan Martin, petugas Sandi Valas Money Changer bernama Fitri mengungkapkan, sepinya penukaran uang karena warga masih mempertahankan dolarnya.

Pasalnya, sambung dia, warga masih memperkirakan bahwa Rupiah bakal terus melemah terhadap Dolar AS.  ‎

"Jadi yang jual hanya spekulan saja. Or‎ang kalau (Dolar AS) naik, malah bertahan karena bisa naik lagi. Sejauh ini kayak begitu," jelas dia.

Meski begitu, Fitri menuturkan, para pengusaha penukaran uang waswas terhadap kondisi ini. Karena bisa saja penukaran uang merugi setelah menyetok banyak Rupiah tapi tidak terpakai.

"Jadi kalau begini ya untung tak untung. Kami malah khawatir.  Kebanyakan megang barang kalau anjlok bagaimana," tutur dia.

Untuk diketahui, Rupiah pada Rabu (5/9/2018) sempat diperdagangkan menyentuh angka Rp 15.000 per 1 Dolar AS.

Akan tetapi, ‎berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar (JISDOR) Bank Indonesia, perdagangan rupiah pada 6 September 2018 rupiah berada di level Rp 14.891 per Dolar AS.

Level tersebut naik dibandingkan hari sebelumnya di level Rp 14.927 per Dolar AS. [Achmad Fauzi]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

INDEF: Pejabat Negara Masih Enggan Lepas Dolar AS Stok Pribadi

INDEF: Pejabat Negara Masih Enggan Lepas Dolar AS Stok Pribadi

Bisnis | Kamis, 06 September 2018 | 20:53 WIB

Rupiah Terus Melemah, Nokia Belum Naikkan Harga Ponsel

Rupiah Terus Melemah, Nokia Belum Naikkan Harga Ponsel

Tekno | Kamis, 06 September 2018 | 19:09 WIB

Sandiaga Uno Jual 1000 Dolar AS, Bela Negara atau Cari Untung?

Sandiaga Uno Jual 1000 Dolar AS, Bela Negara atau Cari Untung?

Bisnis | Kamis, 06 September 2018 | 19:09 WIB

Rupiah Melemah, Pengembang Properti Malah Untung

Rupiah Melemah, Pengembang Properti Malah Untung

Bisnis | Kamis, 06 September 2018 | 17:18 WIB

Pengrajin Tempe Mulai Menjerit Dolar Terus Naik

Pengrajin Tempe Mulai Menjerit Dolar Terus Naik

Bisnis | Kamis, 06 September 2018 | 16:54 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB