Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

Analis: Pergerakan IHSG Awal Pekan Berpotensi Menguat

Dythia Novianty | Achmad Fauzi | Suara.com

Senin, 01 Oktober 2018 | 08:00 WIB
Analis: Pergerakan IHSG Awal Pekan Berpotensi Menguat
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat. (Suara.com/Dian Kusumo Hapsari)

Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan Senin (1/10/2018) berpotensi menguat. Pengumuman inflasi mendorong penguatan IHSG hari ini.

Analis dari Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, mengawali awal bulan, sekaligus memasuki kuartal ke empat di tahun 2018 di mana rilis data perekonomian awal bulan, inflasi yang disinyalir akan berada dalam kondisi terkendali, tentunya diharapkan dapat menopang pola gerak IHSG pada hari ini.

Selain itu, lanjut dia, kinerja emiten sepanjang kuartal ketiga juga akan turut mewarnai pola gerak IHSG hingga beberapa waktu mendatang.

"Hari ini IHSG berpotensi menguat dengan rentang 5.811-6.123," ujar William di Jakarta, Senin (1/10/2018).

Senada dengan William, Analis Senior dari CSA Research Institute Reza Priyambada juga memperkirakan IHSG berpotensi menguat. Menurut Reza, aksi beli diharapkan masih dapat terjadi yang diikuti dengan sentimen awal pekan yang positif untuk mempertahankan laju IHSG di zona hijaunya,.

"Diharapkan IHSG selanjutnya dapat bertahan di atas support 5948-5963 dan Resisten diharapkan dapat menyentuh kisaran 5987-5995," kata Reza

Sama dengan William dan Reza, Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji juga memprediksi IHSG berada di area resistance alias menguat. Dia memperkirakan, pada hari ini IHSG bergerkan di level 5.915 - 6.007.

Menurut Nafan Aji, Berdasarkan indikator, MACD bergerak ke atas menuju ke area positif. Sementara itu, Stochastic dan RSI bergerak ke atas menuju ke area overbought.

"Saat ini terlihat pola long white marubozu candle yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area resistance," imbuh Nafan.

Berdasarkan data RTI perdagangan IHSG pada akhir pekan lalu (28/9/2018) dibuka menguat di level 5.930. Penguatan itu berlanjut hingga IHSG ditutup di level 5.976. ‎

Dalam perdagangan kemarin, sebanyak 10,8 miliar volume saham diperdagangkan ‎dengan frekuensi 315.961 kali. Sementara,220 saham bergerak naik, 163 saham bergerak turun, dan 118 saham tidak mengalami pergerakan.‎‎

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Analis: Pergerakan IHSG Berpotensi Menguat Hari ini

Analis: Pergerakan IHSG Berpotensi Menguat Hari ini

Bisnis | Jum'at, 28 September 2018 | 07:56 WIB

Prediksi Analis : IHSG Berpotensi Menguat

Prediksi Analis : IHSG Berpotensi Menguat

Bisnis | Rabu, 26 September 2018 | 08:51 WIB

Sucorinvest Asset Management : Akhir Tahun IHSG Tembus Level 6300

Sucorinvest Asset Management : Akhir Tahun IHSG Tembus Level 6300

Bisnis | Selasa, 25 September 2018 | 17:12 WIB

Laju IHSG Masih Dipengaruhi Sentimen Perang Dagang AS - Cina

Laju IHSG Masih Dipengaruhi Sentimen Perang Dagang AS - Cina

Bisnis | Selasa, 25 September 2018 | 08:49 WIB

Perang Dagang AS - Cina Jadi Sentimen Negatif ke Pergerakan IHSG

Perang Dagang AS - Cina Jadi Sentimen Negatif ke Pergerakan IHSG

Bisnis | Senin, 24 September 2018 | 10:26 WIB

Marak Aksi Teror, IHSG dan Rupiah Kompak Melemah

Marak Aksi Teror, IHSG dan Rupiah Kompak Melemah

Bisnis | Rabu, 16 Mei 2018 | 14:23 WIB

Terkini

Kredit Tembus Rp8.659 Triliun, OJK Pastikan Kondisi Perbankan Masih Kuat

Kredit Tembus Rp8.659 Triliun, OJK Pastikan Kondisi Perbankan Masih Kuat

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:48 WIB

Wall Street Kembali Melambung Tinggi Setelah Perang AS-Iran Akan Usai

Wall Street Kembali Melambung Tinggi Setelah Perang AS-Iran Akan Usai

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:45 WIB

Beda CNG dan LPG, Benarkah Lebih Murah dari Gas Melon 3 Kg?

Beda CNG dan LPG, Benarkah Lebih Murah dari Gas Melon 3 Kg?

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:24 WIB

Harga Minyak Dunia Turun Lagi Usai Iran Tinjau Proposal Damai Amerika Serikat

Harga Minyak Dunia Turun Lagi Usai Iran Tinjau Proposal Damai Amerika Serikat

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:24 WIB

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:07 WIB

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:03 WIB

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:52 WIB

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:20 WIB

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:08 WIB

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:00 WIB