Berpotensi Raup Banyak Dolar AS, Kementan Ekspor Lidah Mertua

Iwan Supriyatna

Jum'at, 12 Oktober 2018 | 17:42 WIB
Berpotensi Raup Banyak Dolar AS, Kementan Ekspor Lidah Mertua
Ilustrasi dolar Amerika Serikat.[Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Kementerian Pertanian memacu peningkatan ekspor tanaman hias bambu suji dan lidah mertua karena tanaman tersebut bernilai ekonomi tinggi.

"Sesuai arahan Menteri Pertanian untuk meraup dolar dari sektor pertanian, kami lirik pengembangan budidaya tanaman hias, bunga Bambu Suji dan Lidah Mertua yang permintaan ekspornya sangat tinggi," kata Dirjen Hortikultura Kementan, Suwandi saat mengunjungi budidaya dan industri tanaman hias di Sukabumi, Jumat.

Suwandi mengungkapkan, untuk meningkatkan volume ekspor tanaman hias Bambu Suji dan Lidah Mertua, Kementan akan mendorong pengembangan budidaya melalui pola kemitraan. Petani binaan akan diperluas dan kelembagaan petani pun diperkuat, sehingga budidayanya berskala korporasi.

Menurut dia, kemitraan ini dapat menjadi pendapatan sampingan bagi petani yang mata pencaharian utamanya menanam padi atau sayuran. Peluang usahanya pun sangat besar dengan budi daya yang bisa dilakukan di pekarangan rumah.

Eksportir tanaman hias sekaligus pemilik CV Asia Prima, Tarempa Patuo, mengatakan pihaknya mulai mengekspor Bambu Suji atau "Dracina Sanderiana" sejak 1997. Selain Bambu Suji, perusahaan juga mengekspor tanaman hias lainnya berupa Lidah Mertua (Sansevieria Trifasciata).

Budi daya kedua jenis tanaman hias ini, lanjutnya, dilakukan oleh petani, sehingga membangun pola kemitraan dengan ratusan petani.

Bambu Suji dirangkai dalam berbagai bentuk, seperti Pagoda, Guci dan Nanas. Harga per rangkai bervariasi yakni Rp 15.000 sampai Rp 150.000.

"Bambu Suji kami ekspor ke Korea, Singapore, Malaysia dan Australia, bahkan Amerika. Dari tahun ke tahun trennya terus meningkat. Kalau Lidah Mertua diekspor ke Korea dan Singapore," kata Tarempa.

Menurutnya, tingginya permintaan ekspor Bambu Suji tersebut karena telah bergesernya pemanfaatan. Dulu, kebutuhannya musiman yakni untuk tahun baru Korea, namun sekarang sudah bergeser sebagai tanaman hias untuk dekorasi di dalam rumah, sehingga permintaannya sangat tinggi.

"Permintaan dari Belanda pun belum bisa dipenuhi. Ini bisnis di sektor pertanian yang sangat menguntungkan dan nyata meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata dia.

Ia menambahkan ekspor Bambu Suji rata-rata 2 kontainer per minggu dengan nilai Rp 600 juta, atau per tahunya mencapai Rp 32 miliar. Sementara Lidah Mertua diekspor dua kali per bulan, dengan nilai ekspor Rp 3 miliar per tahun.

Ia juga mengapresiasi pelayanan Kementan yang mempermudah izin ekspor. Menurut dia, jika sebelumnya perizinan memakan waktu lama, sekarang dengan sistem online menjadi cepat dan gratis. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kementan akan Gelar Kontes Ternak Terbesar se-Jatim di Blitar

Kementan akan Gelar Kontes Ternak Terbesar se-Jatim di Blitar

News | Selasa, 09 Oktober 2018 | 10:00 WIB

Kementan Optimalkan Lahan Rawa Pasang Surut dan Bioindustri Padi

Kementan Optimalkan Lahan Rawa Pasang Surut dan Bioindustri Padi

News | Senin, 08 Oktober 2018 | 12:00 WIB

Kementan Sarankan Peternak Telur Membentuk Koperasi

Kementan Sarankan Peternak Telur Membentuk Koperasi

Bisnis | Minggu, 07 Oktober 2018 | 13:17 WIB

Terkini

Bupati Klaten Hamenang Diduga Rutin Terima Uang Rp1,8 Miliar dari BUMD Hingga OPD

Bupati Klaten Hamenang Diduga Rutin Terima Uang Rp1,8 Miliar dari BUMD Hingga OPD

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 07:38 WIB

Fantastis! Bupati Klaten Terima Setoran Pengusaha Tambang, Ratusan Juta Rupiah Mengalir

Fantastis! Bupati Klaten Terima Setoran Pengusaha Tambang, Ratusan Juta Rupiah Mengalir

Surakarta | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 07:32 WIB

Pakai Facebook dan Instagram untuk Bisnis? Meta Berpotensi Mengambil Data Situs Web

Pakai Facebook dan Instagram untuk Bisnis? Meta Berpotensi Mengambil Data Situs Web

Tekno | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 07:31 WIB

Kecocokan Zodiak Libra dengan Libra dalam Percintaan dan Karier, Benarkah Pasangan Ideal?

Kecocokan Zodiak Libra dengan Libra dalam Percintaan dan Karier, Benarkah Pasangan Ideal?

Lifestyle | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 07:17 WIB

Bupati Klaten Hamenang Diduga Terima Rp 2 Miliar Per Bulan dari Pengusaha Galian C

Bupati Klaten Hamenang Diduga Terima Rp 2 Miliar Per Bulan dari Pengusaha Galian C

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 07:02 WIB

PSIM Yogyakarta Tumbang di Kandang, Van Gastel: Kami Hanya Kurang Beruntung

PSIM Yogyakarta Tumbang di Kandang, Van Gastel: Kami Hanya Kurang Beruntung

Sulsel | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 07:02 WIB

Usai Terjaring OTT, KPK Tetapkan Bupati Klaten Hamenang sebagai Tersangka

Usai Terjaring OTT, KPK Tetapkan Bupati Klaten Hamenang sebagai Tersangka

Foto | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Kalahkan Persiba Tiga Gol, Kendal Tornado FC Ambil Alih Puncak Klasemen

Kalahkan Persiba Tiga Gol, Kendal Tornado FC Ambil Alih Puncak Klasemen

Jawa Tengah | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:33 WIB

Menggambar Bukan Sekadar Bermain, Ini Manfaatnya untuk Imajinasi Anak

Menggambar Bukan Sekadar Bermain, Ini Manfaatnya untuk Imajinasi Anak

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:26 WIB

Mahasiswa Malaysia Pelajari Mitigasi Bencana dan Tata Air Pesisir Jakarta

Mahasiswa Malaysia Pelajari Mitigasi Bencana dan Tata Air Pesisir Jakarta

Jakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:18 WIB

×