BI Beberkan Penyebab Rupiah Terus Menguat Terhadap Dolar AS

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 09 November 2018 | 14:02 WIB
BI Beberkan Penyebab Rupiah Terus Menguat Terhadap Dolar AS
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Komplek Perkantoran Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (19/10/2018). (Suara.com/Achmad Fauzi)

Suara.com - Bank Indonesia (BI) membeberkan penyebab nilai tukar rupiah terus menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Sejak 31 Oktober lalu, rupiah memang terus menguat.

Berdasarkan pasar Spot Bloomberg, nilai tukar rupiah pada Jumat (9/11/2018)‎ pukul 13.06 WIB berada di level Rp 14.671 per dolar AS. Posisi tersebut menguat dibandingkan pada posisi 31 Oktober lalu yang masih berada di level Rp 15.000-an.

Sementara, berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia rupiah Jumat (9/11/2018)‎ berada di level Rp 14.632 per dolar AS. Posisi itu menguat dari pergerakan hari kemarin di level Rp 14.651.

Menurut Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, penguatan rupiah ini karena rilis pertumbuhan ekonomi pada kuartal III tahun 2018 di atas perkiraan pasar.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Pada kuartal III pertumbuhan ekonomi ‎sebesar 5,17 persen.

"Selain itu inflasi yang rendah, dan kepercayaan kebijakan pemerin‎tah. Termasuk juga beroperasinya DNDF. Pemantauan kami DNDF cukup baik, suplai dan permintaan cukup berkembang," ujar Perry saat ditemui di Kompleks Perkantoran BI, Jakarta, Jumat (9/11/2018).

Dari sisi global, tambah Perry, ‎meredanya ketegangan perang dagang AS dengan Cina turut menopang rupiah menguat.

‎"Baik faktor global maupun domestik yang mendorong nilai tukar rupiah menguat stabil. Ini semuanya sekali lagi sesuai dengan mekanisme pasar‎," tutur dia.

Perry menambahkan, dengan menguatnya rupiah tersebut, maka BI belum akan melakukan langkah untuk menstabilisasi rupiah.

"Pergerakan nilai tukar kebijakan sesuai mekanisme pasar supply dan demand nya bagus. Kita lihat enggak ada keperluan untuk stabilisasi," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dolar AS Diprediksi Menguat Hingga ke Level Rp 14.760

Dolar AS Diprediksi Menguat Hingga ke Level Rp 14.760

Bisnis | Jum'at, 09 November 2018 | 08:01 WIB

Pemilu Sela AS Jadi Faktor Penguatan Rupiah

Pemilu Sela AS Jadi Faktor Penguatan Rupiah

Bisnis | Kamis, 08 November 2018 | 15:33 WIB

Nilai Tukar Rupiah Diprediksi Bergerak di Kisaran Rp 14.610

Nilai Tukar Rupiah Diprediksi Bergerak di Kisaran Rp 14.610

Bisnis | Kamis, 08 November 2018 | 07:46 WIB

Terkini

Maskapai-maskapai Penerbangan Indonesia Minta Harga Tiket Pesawat Naik Gara-gara Perang di Teluk

Maskapai-maskapai Penerbangan Indonesia Minta Harga Tiket Pesawat Naik Gara-gara Perang di Teluk

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 15:06 WIB

OJK Genjot Free Float 15%, Emiten Diberi Tenggat hingga Maret 2027

OJK Genjot Free Float 15%, Emiten Diberi Tenggat hingga Maret 2027

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 14:07 WIB

Penumpang Whoosh Naik 11% saat Lebaran 2026, Tren Pengguna Kereta Cepat ke Bandung Masih Tinggi

Penumpang Whoosh Naik 11% saat Lebaran 2026, Tren Pengguna Kereta Cepat ke Bandung Masih Tinggi

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 13:50 WIB

Diskon Tol 30 Persen Jasa Marga Berlaku 2627 Maret 2026, Strategi Urai Puncak Arus Balik Lebaran

Diskon Tol 30 Persen Jasa Marga Berlaku 2627 Maret 2026, Strategi Urai Puncak Arus Balik Lebaran

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 13:36 WIB

IHSG Babak Belur di Sesi I: Merosot 1,21Persen, Tertekan Pelemahan Rupiah

IHSG Babak Belur di Sesi I: Merosot 1,21Persen, Tertekan Pelemahan Rupiah

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 13:23 WIB

Awas Harga BBM Naik! Indonesia Tidak Termasuk Negara Diizinkan Lewat Selat Hormuz

Awas Harga BBM Naik! Indonesia Tidak Termasuk Negara Diizinkan Lewat Selat Hormuz

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 13:18 WIB

Geopolitik Memanas, IHSG Terkoreksi ke Level 7.214

Geopolitik Memanas, IHSG Terkoreksi ke Level 7.214

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 13:15 WIB

H+5 Lebaran, Harga Pangan Mulai Turun: Cabai Rawit dari Rp110 Ribu ke Rp90 Ribu Per Kilogram

H+5 Lebaran, Harga Pangan Mulai Turun: Cabai Rawit dari Rp110 Ribu ke Rp90 Ribu Per Kilogram

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 12:11 WIB

Penerimaan Bea Cukai Tumbuh 7% di Maret 2026, Purbaya Akan Lebih Galak ke Rokok Ilegal

Penerimaan Bea Cukai Tumbuh 7% di Maret 2026, Purbaya Akan Lebih Galak ke Rokok Ilegal

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:58 WIB

Resmi Diperpanjang, Ini Cara Lapor SPT Tahunan melalui Coretax 2026

Resmi Diperpanjang, Ini Cara Lapor SPT Tahunan melalui Coretax 2026

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:51 WIB