Alasan Pertumbuhan UMKM di Indonesia Tumbuh Stagnan

Pebriansyah Ariefana, Dian Kusumo Hapsari

Selasa, 11 Desember 2018 | 15:10 WIB
Alasan Pertumbuhan UMKM di Indonesia Tumbuh Stagnan
Associate Director UKM Center Universitas Indonesia Dewi Meisari Haryanti. (Suara.com/Dian Kusumo Hapsari)

Suara.com - Associate Director UKM Center Universitas Indonesia Dewi Meisari Haryanti mengungkapkan, Usaha Mikro Kecil menengah khususnya usaha mikro di Indonesia memiliki potensi bisnis yang sangat besar, feasible dan sustainable.

Namun sayangnya, sektor ini tidak menarik dimata perbankan. Hal tersebut lantaran sulit ya akses modal untuk pengembangan usaha, karena pola transaksi mereka yang kecil-kecil, sering dan berputar cepat sehingga sulit untuk mengakumulasi laba atau aset.

Padahal, Usaha mikro adalah usaha yang perputaran usahanya sampai dengan Rp 300 juta per tahun. Jadi kalau dalam satu tahun ada 300 hari kerja efektif, maka penghasilan rata-rata maksimum adalah Rp 1 juta per hari. Yang termasuk dalam skala ini adalah pedagang kaki lima (PKL), tukang ojek, atau anak-anak muda yang suka berdagang di online shop.

“Tapi pertumbuhannya stagnan. Kenapa, karena, perputaran uangnya itu telalu cepat, dapat uang hari ini, besok sudah dibelanjakan lagi. Jadi mereka tak sempat nabung. Hal ini membuat pertumbuhan UMKM di Indonesia stagnan karena kesulitan mendapatkan modal. Makanya beruntung ada Fintech. Lebih cepat mendapatkan modal,” kata Dewi di kantor Amartha, Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (11/12/2018).

Menurut Dewi, kemudahan prosedur yang dihadirkan oleh Fintech sangat membantu UMKM terbukti dengan peningkatan akun borrower hampir 600 persen periode Januari sampai September 2018.

“Jadi agunan bisa diganti dengan rekomendasi kelompok, adanya pembina atau koperasi sebagai penjamin dan bahkan rekam jejak borrower yang tersimpan baik di sistem dapat berperan sebagai agunan,” katanya.

Dengan adanya perkembangan Fintech ini, diharapkan bisa dimanfaatkan dengan baik oleh para pelaku UMKM di Indonesia. Sehingga sektor ini bisa membantu mendongkrak perekonomian di Indoenesia.

“Ini juga bisa mengurangi jerat rentenir yang marak di daerah-daerah pelosok. Jadi tidak usah lagi pinjem ke retenir, kalau pinjam ke fintech pelaku usaha bisa berusaha dengan nyaman,” katanya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Berminat Menjajal Bisnis Jual-Beli Apartemen? Pahami 4 Hal Ini Dulu!

Berminat Menjajal Bisnis Jual-Beli Apartemen? Pahami 4 Hal Ini Dulu!

Bisnis | Sabtu, 08 Desember 2018 | 20:47 WIB

Menkeu Promosikan Investasi di Indonesia dalam Forum G20 Argentina

Menkeu Promosikan Investasi di Indonesia dalam Forum G20 Argentina

Bisnis | Jum'at, 30 November 2018 | 16:01 WIB

7 Sumber Kekayaan Gisel di Luar Panggung Hiburan

7 Sumber Kekayaan Gisel di Luar Panggung Hiburan

Entertainment | Jum'at, 30 November 2018 | 08:23 WIB

2 Bisnis Ini Dirasa Akan Menguntungkan Menurut Jokowi

2 Bisnis Ini Dirasa Akan Menguntungkan Menurut Jokowi

Bisnis | Kamis, 29 November 2018 | 10:51 WIB

Presiden Cabut Ketentuan Relaksasi UMKM, Begini Respon Bamsoet

Presiden Cabut Ketentuan Relaksasi UMKM, Begini Respon Bamsoet

DPR | Kamis, 29 November 2018 | 09:11 WIB

Terkini

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:53 WIB

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:43 WIB

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:36 WIB

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:15 WIB

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:06 WIB

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:01 WIB

×