Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

Di Cina, Kecoa Jadi Bisnis yang Menguntungkan

Vania Rossa | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Rabu, 12 Desember 2018 | 07:25 WIB
Di Cina, Kecoa Jadi Bisnis yang Menguntungkan
Ilustrasi kecoak. [Shutterstock]

Suara.com - Sebagian orang menganggap kecoa adalah salah satu jenis binatang atau hama yang sangat menjijjkan, sampai-sampai diciptakan berbagai obat untuk membasmi hama tersebut.

Namun, berbeda di Cina. Negeri tirai bambu ini justru menternakkan kecoa. Pesatnya pertumbuhan kota di Cina menimbulkan masalah pelik berupa limbah sisa makanan yang menggunung.

Berkat jasa kecoa, limbah sisa makanan itu hilang dari muka bumi ditelan kecoa, karena bagi binatang serangga itu, sisa makanan adalah santapan paling lezat.

Dilansir dari Huffington Post, di pinggiran Kota Jinan, Ibukota Provinsi Shandong Timur, miliaran kecoa memiliki tugas mulia untuk melahap 50 ton limbah dapur setiap hari. Volume limbah dapur itu beratnya setara dengan tujuh ekor gajah dewasa.

Shandong Qiaobin sendiri berencana membuka tiga industri semacam itu lagi tahun depan untuk mengatasi sampah dapur terbesar ketiga yang dihasilkan di Jinan, wilayah berpenduduk tujuh juta orang.

Awalnya, sampah sisa makanan ini dimanfaatkan sebagai pakan babi, tetapi hal itu rupanya menyebabkan wabah flu babi. Akhirnya, pemerintah Cina melarangnya di seluruh negeri. Larangan itu pun ikut menyuburkan industri kecoak yang nyeleneh ini.

"Kecoa menjadi 'teknologi' ramah lingkungan untuk mengurai sampah dapur," kata Liu Yusheng, presiden Shandong Insect Industry Association.

Tak hanya itu, kecoak juga bisa dijadikan pakan kaya protein untuk babi dan hewan ternak lainnya. "Ini seperti mengubah sampah menjadi sumber daya yang baru lagi," ucap Li Hongyi, ketua Shandong Qiaobin.

Sementara itu, di desa terpencil di Sichuan, Li Bingcai (47) punya ide serupa. Li yang dulunya berbisnis ponsel telah menginvestasikan satu juta yuan (Rp 2 miliar) untuk bisnis kecoak yang dijualnya ke peternakan babi dan peternakan ikan sebagai pakan, tak lupa juga ke perusahaan farmasi sebagai bahan obat-obatan. Kecoa ternaknya kini sudah mencapai 3,4 juta ekor.

"Orang-orang masih menganggap aku aneh karena bisnis ini," ujar Li. "Padahal, nilai ekonominya sangat besar dan aku ingin warga desa lainnya bisa makin kaya jika mau mengikuti jalanku."

Di desanya sendiri sudah ada dua peternakan kecoa, sementara Li masih menargetkan untuk membuka 20 peternakan lagi.

Di tempat lain di Sichuan, perusahaan bernama Gooddoctor bahkan mengembangbiakkan 6 miliar kecoak.

“Sari kecoak sangat bagus untuk menyembuhkan lesi mulut, gangguan asam lambung, luka di kulit, dan bahkan kanker perut," ujar Wen Jianguo, manajer peternakan kecoak di Gooddoctor.

Bahkan, para ahli sedang meneliti kemungkinan penggunaan ekstrak kecoa dalam produk masker kecantikan, pil diet, dan perawatan rambut rontok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Alasan Pertumbuhan UMKM di Indonesia Tumbuh Stagnan

Alasan Pertumbuhan UMKM di Indonesia Tumbuh Stagnan

Bisnis | Selasa, 11 Desember 2018 | 15:10 WIB

7 Sumber Kekayaan Gisel di Luar Panggung Hiburan

7 Sumber Kekayaan Gisel di Luar Panggung Hiburan

Entertainment | Jum'at, 30 November 2018 | 08:23 WIB

2 Bisnis Ini Dirasa Akan Menguntungkan Menurut Jokowi

2 Bisnis Ini Dirasa Akan Menguntungkan Menurut Jokowi

Bisnis | Kamis, 29 November 2018 | 10:51 WIB

Terkini

Manfaatkan Reksa Dana BRI, Fakultas Pertanian UGM Beasiswai 6 Mahasiswa dari Keuntungan Investasi

Manfaatkan Reksa Dana BRI, Fakultas Pertanian UGM Beasiswai 6 Mahasiswa dari Keuntungan Investasi

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:57 WIB

Purbaya Anggap Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61 Persen Keajaiban: Kita Keluar dari Kutukan 5%

Purbaya Anggap Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61 Persen Keajaiban: Kita Keluar dari Kutukan 5%

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:51 WIB

Emas Naik Pelan-pelan, Harganya Diproyeksi Bisa Tembus USD 5.200

Emas Naik Pelan-pelan, Harganya Diproyeksi Bisa Tembus USD 5.200

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:50 WIB

Bertemu di Hotel Borobudur, Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Terseret Dakwaan Korupsi Impor?

Bertemu di Hotel Borobudur, Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Terseret Dakwaan Korupsi Impor?

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:26 WIB

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen, Tapi Dinilai Rapuh karena Bergantung Konsumsi

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen, Tapi Dinilai Rapuh karena Bergantung Konsumsi

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:18 WIB

Platform Kripto OSL Indonesia Umumkan Migrasi Bursa dan Kliring

Platform Kripto OSL Indonesia Umumkan Migrasi Bursa dan Kliring

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Pertamina dan LanzaTech Berkolaborasi Dorong Investasi Energi Bersih Berbasis Teknologi

Pertamina dan LanzaTech Berkolaborasi Dorong Investasi Energi Bersih Berbasis Teknologi

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:10 WIB

Sektor Ekonomi Kreatif RI Serap Tenaga Kerja 27,4 Juta

Sektor Ekonomi Kreatif RI Serap Tenaga Kerja 27,4 Juta

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:09 WIB

Multiplier Effect Industri Hulu Migas, Dukung Perekonomian Daerah

Multiplier Effect Industri Hulu Migas, Dukung Perekonomian Daerah

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:01 WIB

Harga Minyak Naik Tipis, Investor Ragukan Kesepakatan AS-Iran Tercapai

Harga Minyak Naik Tipis, Investor Ragukan Kesepakatan AS-Iran Tercapai

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 10:59 WIB