Di Cina, Kecoa Jadi Bisnis yang Menguntungkan

Vania Rossa, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 12 Desember 2018 | 07:25 WIB
Di Cina, Kecoa Jadi Bisnis yang Menguntungkan
Ilustrasi kecoak. [Shutterstock]

Suara.com - Sebagian orang menganggap kecoa adalah salah satu jenis binatang atau hama yang sangat menjijjkan, sampai-sampai diciptakan berbagai obat untuk membasmi hama tersebut.

Namun, berbeda di Cina. Negeri tirai bambu ini justru menternakkan kecoa. Pesatnya pertumbuhan kota di Cina menimbulkan masalah pelik berupa limbah sisa makanan yang menggunung.

Berkat jasa kecoa, limbah sisa makanan itu hilang dari muka bumi ditelan kecoa, karena bagi binatang serangga itu, sisa makanan adalah santapan paling lezat.

Dilansir dari Huffington Post, di pinggiran Kota Jinan, Ibukota Provinsi Shandong Timur, miliaran kecoa memiliki tugas mulia untuk melahap 50 ton limbah dapur setiap hari. Volume limbah dapur itu beratnya setara dengan tujuh ekor gajah dewasa.

Shandong Qiaobin sendiri berencana membuka tiga industri semacam itu lagi tahun depan untuk mengatasi sampah dapur terbesar ketiga yang dihasilkan di Jinan, wilayah berpenduduk tujuh juta orang.

Awalnya, sampah sisa makanan ini dimanfaatkan sebagai pakan babi, tetapi hal itu rupanya menyebabkan wabah flu babi. Akhirnya, pemerintah Cina melarangnya di seluruh negeri. Larangan itu pun ikut menyuburkan industri kecoak yang nyeleneh ini.

"Kecoa menjadi 'teknologi' ramah lingkungan untuk mengurai sampah dapur," kata Liu Yusheng, presiden Shandong Insect Industry Association.

Tak hanya itu, kecoak juga bisa dijadikan pakan kaya protein untuk babi dan hewan ternak lainnya. "Ini seperti mengubah sampah menjadi sumber daya yang baru lagi," ucap Li Hongyi, ketua Shandong Qiaobin.

Sementara itu, di desa terpencil di Sichuan, Li Bingcai (47) punya ide serupa. Li yang dulunya berbisnis ponsel telah menginvestasikan satu juta yuan (Rp 2 miliar) untuk bisnis kecoak yang dijualnya ke peternakan babi dan peternakan ikan sebagai pakan, tak lupa juga ke perusahaan farmasi sebagai bahan obat-obatan. Kecoa ternaknya kini sudah mencapai 3,4 juta ekor.

baca juga

"Orang-orang masih menganggap aku aneh karena bisnis ini," ujar Li. "Padahal, nilai ekonominya sangat besar dan aku ingin warga desa lainnya bisa makin kaya jika mau mengikuti jalanku."

Di desanya sendiri sudah ada dua peternakan kecoa, sementara Li masih menargetkan untuk membuka 20 peternakan lagi.

Di tempat lain di Sichuan, perusahaan bernama Gooddoctor bahkan mengembangbiakkan 6 miliar kecoak.

“Sari kecoak sangat bagus untuk menyembuhkan lesi mulut, gangguan asam lambung, luka di kulit, dan bahkan kanker perut," ujar Wen Jianguo, manajer peternakan kecoak di Gooddoctor.

Bahkan, para ahli sedang meneliti kemungkinan penggunaan ekstrak kecoa dalam produk masker kecantikan, pil diet, dan perawatan rambut rontok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Alasan Pertumbuhan UMKM di Indonesia Tumbuh Stagnan

Alasan Pertumbuhan UMKM di Indonesia Tumbuh Stagnan

Bisnis | Selasa, 11 Desember 2018 | 15:10 WIB

7 Sumber Kekayaan Gisel di Luar Panggung Hiburan

7 Sumber Kekayaan Gisel di Luar Panggung Hiburan

Entertainment | Jum'at, 30 November 2018 | 08:23 WIB

2 Bisnis Ini Dirasa Akan Menguntungkan Menurut Jokowi

2 Bisnis Ini Dirasa Akan Menguntungkan Menurut Jokowi

Bisnis | Kamis, 29 November 2018 | 10:51 WIB

Terkini

BRI InFrame 2026 Ajak Masyarakat Abadikan Geliat Ekonomi Indonesia

BRI InFrame 2026 Ajak Masyarakat Abadikan Geliat Ekonomi Indonesia

Bogor | Rabu, 23 September 2026 | 17:42 WIB

Ombudsman Beri Waktu Sebulan, Fasilitas 'Bilik Sultan' di Lapas Cibinong Harus Rata dengan Tanah

Ombudsman Beri Waktu Sebulan, Fasilitas 'Bilik Sultan' di Lapas Cibinong Harus Rata dengan Tanah

News | Rabu, 23 September 2026 | 17:38 WIB

Luluk Diana Sabet Perunggu di Debut Asian Games 2026

Luluk Diana Sabet Perunggu di Debut Asian Games 2026

Foto | Rabu, 23 September 2026 | 17:38 WIB

Penindakan Parkir di Surabaya Meledak, Aduan Jukir Nakal Tembus 1.136 Kasus

Penindakan Parkir di Surabaya Meledak, Aduan Jukir Nakal Tembus 1.136 Kasus

Jatim | Rabu, 23 September 2026 | 17:37 WIB

IMC Minta RUU Perampasan Aset Lindungi Pihak Ketiga: Jangan Otomatis Seluruh Harta Dirampas

IMC Minta RUU Perampasan Aset Lindungi Pihak Ketiga: Jangan Otomatis Seluruh Harta Dirampas

News | Rabu, 23 September 2026 | 17:37 WIB

BRI InFrame 2026 Hadirkan Cerita Ekonomi Kerakyatan Lewat Fotografi

BRI InFrame 2026 Hadirkan Cerita Ekonomi Kerakyatan Lewat Fotografi

Surakarta | Rabu, 23 September 2026 | 17:34 WIB

Kepala SPPG Tebingtinggi Bantah Tudingan Dugem-Selingkuh, Laporkan Sejumlah Akun Medsos ke Polisi

Kepala SPPG Tebingtinggi Bantah Tudingan Dugem-Selingkuh, Laporkan Sejumlah Akun Medsos ke Polisi

Sumut | Rabu, 23 September 2026 | 17:31 WIB

Ulasan Shine: Ketika Gemerlap K-Pop Menyimpan Perjuangan

Ulasan Shine: Ketika Gemerlap K-Pop Menyimpan Perjuangan

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 17:30 WIB

Kaki Pemain Keturunan Jepang Sudah Gatal Ingin Hadapi Timnas Indonesia di SUGBK

Kaki Pemain Keturunan Jepang Sudah Gatal Ingin Hadapi Timnas Indonesia di SUGBK

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 17:29 WIB

Fokus Jaga Rupiah, BI Tahan Bunga Acuan 5,75

Fokus Jaga Rupiah, BI Tahan Bunga Acuan 5,75

Foto | Rabu, 23 September 2026 | 17:28 WIB

×