Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.885.000
Beli Rp2.765.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.137

Tahun Babi Tanah, Indonesia Diprediksi Makmur Namun Rawan Konflik Politik

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 04 Januari 2019 | 13:49 WIB
Tahun Babi Tanah, Indonesia Diprediksi Makmur Namun Rawan Konflik Politik
Ilustrasi ramalan shio di Tahun Babi Tanah. (Shutterstock)

Suara.com - Pemerintah terus gencar melakukan pembangunan infrastruktur guna menopang perekonomian tanah air. Sepanjang 2018 saja, pemerintah telah mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,17 persen.

Pencapaian tersebut lebih tinggi dibandingkan capaian pertumbuhan ekonomi di 2017 sebesar 5,07 persen.

Namun bagaimana kondisi ‎perekonomian Indonesia di tahun 2019? Ahli Feng Shui Mauro Rahardjo mencoba memprediksikan kondisi perekonomian Indonesia di 2019.

Sebelum memprediksi perekonomian Indonesia, Mauro terlebih dahulu memprediksikan perekonomian dunia. Untuk memprediksi hal itu, Mauro menggunakan teknik flying star atau bintang terbang.

Menurut dia, dari 9 bintang yang ada, bin‎tang nomor 8 berada di tengah. Artinya, secara global ekonomi dunia akan meningkat baik.

‎"Dan juga tahun babi air, dipercaya tahun hoki untuk secara umum. ‎Delapan itu artinya kemakmuran, kemakmuran dunia‎," ujar Mauro kepada Suara.com, Jumat (4/1/2019)m

Terkait ekonomi Indonesia, Mauro menyebut pada umumnya ekonomi dalam negeri akan terdampak dari kebaikan ekonomi global.

Akan tetapi, kata dia, pada tahun ini merupakan babi tanah, yang mana tanah adalah tanah sawah, lalu babi mempunyai unsur air.

"Karena air bercampur dengan tanah terjadi kekeruhan. Jadi untuk Indonesia. Intinya satu kalau berbuat tanpa menunggu jernihnya air, maka akan melakukan kesalahan," terangnya.

"Tapi kalau orang yang sabar, sampai sesuatu jernih itu artinya yang menang. Artinya barang siapa yang tidak menunggu suasana akan kejebak, tapi barang siapa yang menunggu fakta itu artinya bagus. Jadi ada pihak yang jelek peruntungannya, ada yang bagus," tambahnya.

Selain itu, Mauro mengatakan pada tahun ini adanya pemilihan umum dan pemilihan presiden sangat mempengaruhi ekonomi Indonesia. Pada ajang demokrasi tersebut, sebut dia, biasanya banyak berita simpang siur.

Sehingga, jika berita belum benar faktanya yang kemudian seseorang bertindak, maka seseorang itu akan mendapatkan kekeliruan.

"‎Ya karena kebetulan bertabrakan dengan tahun politik, maka akan terjadi berita simpang siur, seperti yang kita lihat berita 7 kontainer nanti ada berita kayak gitu. Jadi sesuatu yang masih keruh kondisinya dia bertindak jadinya ketabrak," imbuhnya.

"‎Sabar menunggu keadaan jernih baru bertindak, pemilu sangat berpengaruh, bintang 8 ditengah, nah Indonesia kebagian bintang 3 bintang itu bintang konflik. Jadi akan terjadi konflik di Indonesia," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Realisasi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Turun Jadi 5,15 Persen

Realisasi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Turun Jadi 5,15 Persen

Bisnis | Rabu, 02 Januari 2019 | 18:24 WIB

Plafon KUR 2019 Ditetapkan Rp 140 Triliun, Bunganya Tetap 7 Persen

Plafon KUR 2019 Ditetapkan Rp 140 Triliun, Bunganya Tetap 7 Persen

Bisnis | Jum'at, 28 Desember 2018 | 10:20 WIB

Kemenhub Biayai Proyek Infrastruktur Kereta Api dari Hasil Penerbitan SBSN

Kemenhub Biayai Proyek Infrastruktur Kereta Api dari Hasil Penerbitan SBSN

Bisnis | Jum'at, 21 Desember 2018 | 14:32 WIB

Terkini

Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah

Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:48 WIB

Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi

Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:22 WIB

Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS

Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:10 WIB

Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik

Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 20:52 WIB

Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah

Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 19:29 WIB

Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen

Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 19:11 WIB

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 18:23 WIB

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:28 WIB

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:21 WIB

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:58 WIB