Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.482,878
LQ45 745,920
Srikehati 348,189
JII 516,980
USD/IDR 17.107

Dikritik JK, Adhi Karya Bakal Bangun LRT Jabodebek Fase II Tidak Melayang

Pebriansyah Ariefana | Achmad Fauzi | Suara.com

Senin, 14 Januari 2019 | 18:15 WIB
Dikritik JK, Adhi Karya Bakal Bangun LRT Jabodebek Fase II Tidak Melayang
Suasana Stasiun LRT (Light Rail Transit) di Taman Mini, Jakarta Timur, Senin (14/1). [Suara.com/Fakhri Hermansyah]

Suara.com - PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) bakal memenuhi kritikan dari Wakil Presiden Jusuf Kalla terkait jenis konstruksi pembangunan kereta api ringan atau Ligh Rail Transit atau LRT ‎Jabodebek fase II.

Rencananya untuk fase II hampir keseluruhan kontruksi akan dibuat at grade atau di atas tanah biasa tidak melayang atau tidak di bawah tanah.

Untuk diketahui, Jusuf Kalla mengkritik pembangunan LRT Jabodebek yang dibuat melayang, sehingga membuat biaya menjadi mahal atau sekitar Rp 500 miliar per kilometer.

"‎Kita hargai masukan pak Jusuf Kalla. Saya pikir pak JK melakukan pemikiran hal yang sama supaya lebih efisien. Kita akan memanfaatkan mungkin nanti fase II Cibubur Bogor ada potensi untuk kita lakukan. Supaya lebih efisien untuk tahap II," ujar Direktur Operasi II Adhi Karya Pundjung Setya Brata, di Precast LRT Adhi Pancoran, Jakarta, Senin (14/1/2019).

Adapun untuk fase memiliki panjang 40 kilometer yang dari rute Cibubur - Bogor, Dukuh Atas - Palmerah - Senayan, dan Palmerah - Grogol.

Dalam hal ini, Punjung akan berkoordinasi dengan pemilik lahan agar bisa merelakan untuk pembangunan transportasi. Salah satunya, berkoordinasi dengan Jasa Marga sebagai pemilik lahan untuk lintas Cibubur - Bogor.

"‎Kita coba koordinasi lagi sama Jasa Marga dan pemilik lahan sekitarnya probabilitas untuk mendapatkan at grade sebanyak banyaknya. ‎Kalau kita identifikasi secara di atas kertas (peluangnya) ada," tutur dia.

Meski begitu, tambah Pundjung, pembangunan LRT Jabodebek Fase II tetap ada yang berkontruksi layang. Karena, terang dia, terdapat penyimpanan jalan tol sehingga, mau tidak mau dibangun melayang.

"‎Kemudian karena sudah ada struktur di atasnya sehingga kita nggak memungkinkan untuk melakukan itu. ‎Kita lagi nyusun identifikasi lokasi-lokasi yang mengharuskan kita elevated. Kemudian kita identifikasi lokasi-lokasi yang memungkinkan itu at grade kemudian kita lakukan studi alignment nya,‎" tandas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Wapres Sebut Biaya LRT Mahal, Konstruktor: Harga Kami Lebih Rendah

Wapres Sebut Biaya LRT Mahal, Konstruktor: Harga Kami Lebih Rendah

Bisnis | Senin, 14 Januari 2019 | 17:20 WIB

Progres Pembangunan LRT Jabodebek Baru 56,1 Persen

Progres Pembangunan LRT Jabodebek Baru 56,1 Persen

Bisnis | Senin, 14 Januari 2019 | 13:11 WIB

Agar Nyaman, LRT Velodrome Bakal Dilengkapi Skybridge ke Halte TransJakarta

Agar Nyaman, LRT Velodrome Bakal Dilengkapi Skybridge ke Halte TransJakarta

News | Jum'at, 11 Januari 2019 | 21:24 WIB

LRT Belum Mampu Kurangi Kerugian Kemacetan di Jakarta Capai Rp 100 Triliun

LRT Belum Mampu Kurangi Kerugian Kemacetan di Jakarta Capai Rp 100 Triliun

News | Jum'at, 11 Januari 2019 | 20:13 WIB

Jokowi Sebut Gara-gara Macet Rp 65 Triliun Hanya Menguap Jadi Asap

Jokowi Sebut Gara-gara Macet Rp 65 Triliun Hanya Menguap Jadi Asap

Bisnis | Selasa, 08 Januari 2019 | 15:45 WIB

Terkini

Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T

Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 19:27 WIB

Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026

Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:55 WIB

Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!

Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:36 WIB

Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat

Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:25 WIB

Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran

Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:22 WIB

OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar

OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:06 WIB

Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi

Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:02 WIB

Purbaya Siapkan Bea Keluar Batu Bara Gegara Banyak Selundupan, Nikel Menyusul

Purbaya Siapkan Bea Keluar Batu Bara Gegara Banyak Selundupan, Nikel Menyusul

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 17:56 WIB

Ekonom UI Ramalkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Capai 5,54 Persen

Ekonom UI Ramalkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Capai 5,54 Persen

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 17:54 WIB

Harga Minyak dan Emas Bakal Meroket Efek Nego AS-Iran Buntu, Bagaimana Nasib BBM RI?

Harga Minyak dan Emas Bakal Meroket Efek Nego AS-Iran Buntu, Bagaimana Nasib BBM RI?

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 17:50 WIB