Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.492

IMF Minta Pangkas Utang, Sri Mulyani: Itu Bukan buat Indonesia

Reza Gunadha | Achmad Fauzi | Suara.com

Selasa, 22 Januari 2019 | 19:46 WIB
IMF Minta Pangkas Utang, Sri Mulyani: Itu Bukan buat Indonesia
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam sebuah diskusi di Restoran Tjikini Lima, Jakarta Pusat, Selasa (22/1/2019). (Suara.com/Achmad Fauzi)

Suara.com - International Monetary Fund alias IMF—lembaga donor internasional—meminta negara-negara di dunia untuk menurunkan rasio utang pemerintah, untuk menjaga perekonomian di tengah ketidakpastian ekonomi tahun 2019.

‎Menanggapi pernyataan IMF, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, rasio utang Indonesia masih rendah terhadap produk domestik bruto (PDB). Kekinian, rasio utang masih di level 30 persen terhadap PDB.

Dengan demikian, menurut Sri Mulyani, pernyataan IMF tidak tepat diperuntukkan bagi Indonesia.

"Untuk kategori negara yang berpenghasilan rendah, IMF mengatakan ada lebih dari 40 negara yang rasio utangnya di atas 100 persen. Jika dibandingkan, rasio utang Indonesia terhadap PDB masih pada 30 persen. Untuk standar internasional, itu rendah sekali,” kata Sri Mulyani dalam diskusi di Restoran Tjikini Lima, Jakarta Pusat, Selasa (22/1/2019).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyebutkan, pernyataan IMF lebih cocok pada negara Italia. Pasalnya, rasio utang Italia sudah mencapai batas ‎maksimal, yaitu di atas 60 persen.

"Italia itu yang menjadi sorotan. Italia itu debt to GDP ratio-nya di atas 100 persen, tapi mereka ingin defisitnya di atas 2,4 persen‎," jelas Sri Mulyani.

‎"Jadi bagaimana mereka mengurangi defisit dan utangnya tanpa membuat growth-nya juga melemah. Karena kalau growth-nya melemah utangnya juga menurun, maka rasio utangnya juga tidak akan menurun," tambahnya.

Wanita yang kerap disapa Ani juga mengatakan, ekonomi Indonesia masih tumbuh di atas 5 persen, dan defisit anggarannya 1,76 persen.

Dengan kondisi seperti itu, Indonesia tidak perlu menurunkan rasio utang pemerintah untuk‎ sementara ini.

"‎Indonesia sekarang growth-nya sudah di atas 5 persen dan defisitnya di bawah 2 persen. Jadi pernyataan IMF itu enggak relevan buat Indonesia.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Prabowo Sebut Indonesia Miskin Seperti Haiti, Sri Mulyani: Nggak Sama, Jauh

Prabowo Sebut Indonesia Miskin Seperti Haiti, Sri Mulyani: Nggak Sama, Jauh

Bisnis | Selasa, 22 Januari 2019 | 16:13 WIB

Pensiun Dari Jabatan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Ingin Jadi Selebgram

Pensiun Dari Jabatan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Ingin Jadi Selebgram

Bisnis | Selasa, 22 Januari 2019 | 14:56 WIB

Liburan ke Raja Ampat, Sri Mulyani : Semua Beban Pikiran Terasa Hanyut

Liburan ke Raja Ampat, Sri Mulyani : Semua Beban Pikiran Terasa Hanyut

Lifestyle | Selasa, 22 Januari 2019 | 15:05 WIB

Tahun Politik, Sri Mulyani Minta Pegawai Menkeu Kerja Pakai Hati

Tahun Politik, Sri Mulyani Minta Pegawai Menkeu Kerja Pakai Hati

Bisnis | Senin, 21 Januari 2019 | 21:46 WIB

Terkini

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:40 WIB

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:55 WIB

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:50 WIB

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:39 WIB

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:32 WIB

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:24 WIB

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:10 WIB

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:00 WIB

Gaji Ke-13 PNS dan Pensiunan Kapan Cair? Kabar Gembira, Jadwal Pencairan PPPK Sudah Diumumkan

Gaji Ke-13 PNS dan Pensiunan Kapan Cair? Kabar Gembira, Jadwal Pencairan PPPK Sudah Diumumkan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 16:42 WIB

Purbaya Blak-blakan Restrukturisasi Utang Whoosh Lelet, Padahal Sudah Diputuskan

Purbaya Blak-blakan Restrukturisasi Utang Whoosh Lelet, Padahal Sudah Diputuskan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 16:34 WIB