Biaya Anak Makin Mahal, Warga Korea Selatan Lebih Pilih Pelihara Binatang

Iwan Supriyatna | Dian Kusumo Hapsari
Ilustrasi tidur dengan hewan peliharaan. (Shutterstock)
Ilustrasi tidur dengan hewan peliharaan. (Shutterstock)

Untuk membesarkan anak-anak terlalu mahal dan terlalu banyak tekanan.

Suara.com - Biaya hidup yang terus mengalami kenaikan, membuat sejumlah warga Korea Selatan enggan memiliki anak. Daripada memiliki anak, mereka justru lebih senang memelihara hewan.

Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Kang Sung-il, salah satu warga Korea Selatan selalu membeli mainan untuk Sancho, anjing peliharaannya setiap kembali dari perjalanan bisnis.

Pada Imlek 2019, anjing jenis Pomeranian itu mendapatkan hadiah baju seharga 50 dolar AS. Baju tersebut dibeli agar bisa dikenakan Sancho saat berkunjung ke rumah nenek atau ibu Kang Sung-il.

Dikutip dari Reuters, Kang dan istrinya menuturkan, biaya untuk membesarkan anak-anak terlalu mahal dan terlalu banyak tekanan. Jadi, Kang dan istrinya lebih memilih untuk membanjiri Sancho dengan kasih sayang dan hadiah.

Industri hewan peliharaan di Korea Selatan memang sedang naik daun. Perkembangan ini membuat angka kelahiran negara tersebut menjadi yang terendah di dunia.

Tingginya biaya pendidikan, perumahan, serta kesibukan di tempat kerja menjadi beberapa faktor yang menyebabkan angka kelahiran di Korea Selatan sangat rendah.

Tekanan ekonomi di Korea Selatan membuat Kang Sung-il tidak yakin bisa membiayai semua kebutuhan jika memiliki anak.

Orang tua di Korea Selatan harus menyediakan uang yang cukup untuk biaya sekolah sampai les khusus. Namun, dia merasa senang menghabiskan uang sekitar Rp 1,25 juta per bulan untuk anjing peliharaannya.

Selain mahalnya biaya pendidikan, data dari Bank KB Kookmin menunjukan, rata-rata orang Korea Selatan harus menabung uang selama 12,8 tahun untuk membeli rumah kelas menengah.

Tekanan berikutnya adalah, orang Korea Selatan menduduki posisi ketiga dengan waktu kerja terbanyak di antara negara-negara yang tergabung dalam Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD-Organisation for Economic Co-operation and Development) hanya tertinggal dari Meksiko dan Costa Rica.

Itulah sebabnya banyak orang Korea Selatan tidak memiliki anak. Data resmi dari pemerintah menunjukan, keluarga yang memiliki hewan peliharaan melonjak sampai 28 persen pada 2018.

Komentar

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS