Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.828.000
Beli Rp2.700.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Jelang Lebaran, Bea Cukai Antisipasi Lonjakan Arus Barang di Tanjung Priok

Dythia Novianty | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:18 WIB
Jelang Lebaran, Bea Cukai Antisipasi Lonjakan Arus Barang di Tanjung Priok
Dirjen Bea dan Cukai Kemenkeu, Djaka Budi Utama meninjau kesiapan layanan kepabeanan di Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea Cukai Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (13/3/2026). [Bea Cukai]
  • Dirjen Bea Cukai meninjau KPU Tanjung Priok pada 13 Maret 2026 guna memastikan kelancaran logistik Idul Fitri.
  • Bea Cukai mengoptimalkan AI untuk penetapan tarif guna meminimalisir kesalahan dan mempercepat pelayanan kepabeanan.
  • Penekanan diberikan pada integritas pegawai serta dorongan digitalisasi layanan untuk mengurangi potensi praktik gratifikasi.

Suara.com - Direktur Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Djaka Budi Utama meninjau kesiapan layanan kepabeanan di Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea Cukai Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan arus logistik tetap berjalan lancar menjelang meningkatnya aktivitas perdagangan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Dalam kunjungan tersebut, Djaka didampingi sejumlah direktur teknis dan meninjau beberapa titik pelayanan utama seperti Main Office, TPFT Graha, hingga Longroom.

Pelabuhan Tanjung Priok menjadi salah satu simpul penting perdagangan nasional karena menjadi pintu masuk dan keluar barang terbesar di Indonesia.

Kepala KPU Bea Cukai Tanjung Priok, Dwi Teguh Wibowo, dalam laporannya menyampaikan arus barang menjelang Lebaran diperkirakan akan mengalami lonjakan atau high load.

Kondisi tersebut umumnya terjadi karena meningkatnya aktivitas impor barang konsumsi serta pergerakan logistik yang mendukung kebutuhan masyarakat selama periode hari raya.

Untuk mengantisipasi peningkatan aktivitas tersebut, Bea Cukai mulai mengoptimalkan penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam proses penetapan surat penetapan tarif dan nilai pabean (SPTNP).

Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea Cukai Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (13/3/2026). [Bea Cukai]
Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea Cukai Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (13/3/2026). [Bea Cukai]

"Meskipun masih dalam tahap penyempurnaan, penggunaan AI diharapkan mampu meminimalisir kesalahan umum seperti salah tarif, nilai, jumlah, maupun jenis barang," kata Teguh kepada wartawan, Sabtu (14/3/2026).

Penggunaan teknologi tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pelayanan sekaligus meningkatkan akurasi pengawasan terhadap barang impor yang masuk melalui pelabuhan.

Selain itu, Direktorat IKC dan Direktorat KI juga tengah menginventarisasi berbagai aplikasi mandiri yang dikembangkan oleh unit vertikal untuk diintegrasikan menjadi aplikasi nasional.

Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi anggaran sekaligus menciptakan standar pelayanan kepabeanan yang lebih seragam di seluruh wilayah kerja Bea Cukai.

Dalam arahannya kepada pejabat struktural dan Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen (PFPD), Djaka juga menekankan pentingnya menjaga integritas dalam pelaksanaan tugas pengawasan dan pelayanan kepabeanan.

"Selama Saudara bekerja secara profesional dan tidak mengambil keuntungan pribadi dari pekerjaan tersebut, instansi akan memberikan pendampingan penuh jika terjadi pemeriksaan oleh aparat pengawas," jelas Djaka.

Ia juga meminta pegawai untuk terus mendorong digitalisasi layanan guna meminimalisir interaksi langsung yang berpotensi menimbulkan praktik gratifikasi.

Bea Cukai memastikan pelayanan kepabeanan di Pelabuhan Tanjung Priok tetap berjalan selama masa libur Lebaran melalui sistem pergantian petugas agar aktivitas logistik tidak terhambat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sosok Pemilik Bening Luxury, Perusahaan Perhiasan Mewah Disegel Bea Cukai

Sosok Pemilik Bening Luxury, Perusahaan Perhiasan Mewah Disegel Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 22 Februari 2026 | 11:37 WIB

Modus Underinvoicing, Toko Emas Bening Luxury Disegel Bea Cukai

Modus Underinvoicing, Toko Emas Bening Luxury Disegel Bea Cukai

Bisnis | Sabtu, 21 Februari 2026 | 10:52 WIB

Klarifikasi Menkeu Purbaya usai Bea Cukai Sita Bantuan Bencana Sumatra dari Diaspora

Klarifikasi Menkeu Purbaya usai Bea Cukai Sita Bantuan Bencana Sumatra dari Diaspora

Bisnis | Rabu, 18 Februari 2026 | 17:09 WIB

Fakta-fakta Toko Tiffany & Co Disegel Purbaya: Barang Selundupan Spanyol, Ada Kongkalikong Bea Cukai

Fakta-fakta Toko Tiffany & Co Disegel Purbaya: Barang Selundupan Spanyol, Ada Kongkalikong Bea Cukai

Bisnis | Selasa, 17 Februari 2026 | 12:20 WIB

Bea Cukai Segel Toko Perhiasan Mewah Tiffany & Co, APEPI: Negara Hadir Lindungi Industri Lokal

Bea Cukai Segel Toko Perhiasan Mewah Tiffany & Co, APEPI: Negara Hadir Lindungi Industri Lokal

Bisnis | Jum'at, 13 Februari 2026 | 21:25 WIB

Purbaya Akui Tiffany & Co Disegel Bea Cukai Gegara Impor Ilegal

Purbaya Akui Tiffany & Co Disegel Bea Cukai Gegara Impor Ilegal

Bisnis | Kamis, 12 Februari 2026 | 19:22 WIB

Terkini

Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional

Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 09:44 WIB

Waduh! Harga Beras dan Cabai Rawit 'Ngamuk' di Pasar Tradisional Pagi Ini

Waduh! Harga Beras dan Cabai Rawit 'Ngamuk' di Pasar Tradisional Pagi Ini

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 09:40 WIB

Rupiah Babak Belur Pagi Ini ke Level Rp17.289 Per Dolar AS

Rupiah Babak Belur Pagi Ini ke Level Rp17.289 Per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 09:30 WIB

IHSG Menghijau di Awal Perdagangan Rabu, Simak Saham yang Cuan

IHSG Menghijau di Awal Perdagangan Rabu, Simak Saham yang Cuan

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 09:14 WIB

Bos OJK Dorong Perempuan Melek Keuangan Digital

Bos OJK Dorong Perempuan Melek Keuangan Digital

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 09:03 WIB

Bos Agung Sedayu: Kami Tak Sekadar Jual Properti, tapi Bangun Kawasan Masa Depan

Bos Agung Sedayu: Kami Tak Sekadar Jual Properti, tapi Bangun Kawasan Masa Depan

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 09:01 WIB

Marak Penyalahgunaan Narkoba, Pengusaha Liquid Tegaskan Vape Legal Aman

Marak Penyalahgunaan Narkoba, Pengusaha Liquid Tegaskan Vape Legal Aman

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 08:40 WIB

Harga Emas Antam Merosot Tajam, Jadi Rp 2,78 Juta/Gram

Harga Emas Antam Merosot Tajam, Jadi Rp 2,78 Juta/Gram

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 08:38 WIB

Kawasan Ini Catat Pertumbuhan Wisatawan Tercepat di RI

Kawasan Ini Catat Pertumbuhan Wisatawan Tercepat di RI

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 08:35 WIB

Kemenhub Buka Opsi Sanksi untuk Green SM, dari Teguran hingga Cabut Izin

Kemenhub Buka Opsi Sanksi untuk Green SM, dari Teguran hingga Cabut Izin

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 08:25 WIB