Faisal Basri: Dibutuhkan Presiden Bisa Ubah Visi Pertamina Jadi Industri

Reza Gunadha | Achmad Fauzi | Suara.com

Kamis, 14 Februari 2019 | 21:04 WIB
Faisal Basri: Dibutuhkan Presiden Bisa Ubah Visi Pertamina Jadi Industri
ILUSTRASI - Pekerja melakukan perawatan gedung kantor pusat Pertamina, di Jakarta, Rabu (22/03).

Suara.com - Ekonom dari Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance Faisal Basri menyebut, Indonesia butuh pemimpin yang bisa membangun Pertamina agar terintegrasi dengan industri.

Maksudnya, sambung dia, membangun Pertamina tidak hanya mengilang minyak, tetapi ‎mengolah menjadi bahan baku energi untuk industri. Saat ini, Pertamina sibuk mengurusi kebijakan-kebijakan pemerintah.

"Pertamina enggak bisa (integrasi dengan industri) karena dananya dipakai buat subsidi, BBM satu harga. Jadi wajib ada visi industri dari Pertamina. Kalau lanjut begini ngapain pilih Jokowi. Kalau Prabowo enggak punya visi ngapain dipilih‎," ujarnya dalam sebuah diskusi di Nifarro Park, Jakarta Selatan, Kamis (14/2/2019).

‎Menurut Faisal, saat ini sebenarnya Indonesia punya potensi untuk mengintegrasikan kilang minyak dengan industri. Sayangnya, kata dia, pemerintah tidak memanfaatkan hal tersebut.

Contohnya, kilang minyak Pertamina di Tuban yang bisa dintergrasikan dengan industri petrokimia yang ada di daerah tersebut.

Namun, Pertamina tidak memanfaatkan keadaan itu untuk mengolah minyaknya untuk menjadi Nafta sebagai bahan baku industri Petrokimia.

"Kalau kita punya minyak dibawa ke kilang menghasilkan BBM, dikirim. Antara petrokimia dan kilang harus terintegrasi. Tidak terintegrasi total. Ini bakal memberi keleluasaan kepada para pemburu rente," jelas dia.

Faisal mengatakan, ketidakjeliaan pemerintah terkait integrasi Pertamina dengan industri tersebut dimanfaatkan oleh‎ Singapura.

Dia menambahkan, Singapura sekarang mendulang keuntungan karena menjual Nafta ke industri Petrokimia di Indonesia. Padahal, bahan baku Nafta berasal dari Pertamina.

"Enggak boleh begini dalam bernegara. Sumber daya alam diperlakukan sebagai komoditi. Harusnya dijadikan ujung tombak pembangunan nasional menggerakan seluruh sektor ekonomi.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Faisal Basri Minta Prabowo dan Jokowi Berkomitmen Tertib RPJMN

Faisal Basri Minta Prabowo dan Jokowi Berkomitmen Tertib RPJMN

News | Kamis, 14 Februari 2019 | 20:50 WIB

Faisal Basri Minta Capres-Cawapres Jangan Perkosa Cadangan Energi

Faisal Basri Minta Capres-Cawapres Jangan Perkosa Cadangan Energi

Bisnis | Kamis, 14 Februari 2019 | 20:38 WIB

Rupiah Tertekan Dolar AS, Ekonom Indef Sebut Impor Pangan Biang Keroknya

Rupiah Tertekan Dolar AS, Ekonom Indef Sebut Impor Pangan Biang Keroknya

Bisnis | Rabu, 13 Februari 2019 | 16:05 WIB

Kaget Avtur Dimonopoli, Presiden Jokowi Akan Panggil Dirut Pertamina

Kaget Avtur Dimonopoli, Presiden Jokowi Akan Panggil Dirut Pertamina

Bisnis | Senin, 11 Februari 2019 | 22:57 WIB

Terkini

Perang di Timteng Memanas Bikin Premi Asuransi Meningkat

Perang di Timteng Memanas Bikin Premi Asuransi Meningkat

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 14:58 WIB

Arus Balik Mulai Menggeliat, Penumpang Bakauheni Tembus 91 Ribu di H+1 Lebaran

Arus Balik Mulai Menggeliat, Penumpang Bakauheni Tembus 91 Ribu di H+1 Lebaran

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 14:49 WIB

BI: Sektor Perbankan dalam Kondisi Prima di Tengah Krisis Akibat Konflik Timur Tengah

BI: Sektor Perbankan dalam Kondisi Prima di Tengah Krisis Akibat Konflik Timur Tengah

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 14:32 WIB

Menhub Minta Truk Logistik Tahan Operasi Saat Puncak Arus Balik Lebaran

Menhub Minta Truk Logistik Tahan Operasi Saat Puncak Arus Balik Lebaran

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 14:05 WIB

PLN Berhasil Amankan Pasokan Listrik Nasional Saat Salat Idulfitri 1447 H

PLN Berhasil Amankan Pasokan Listrik Nasional Saat Salat Idulfitri 1447 H

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:37 WIB

KB Bank Gelontorkan Rp500 Miliar untuk Akses Pembiayaan UMKM

KB Bank Gelontorkan Rp500 Miliar untuk Akses Pembiayaan UMKM

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:33 WIB

Contraflow Diterapkan di Tol Jakarta - Cikampek Siang Ini

Contraflow Diterapkan di Tol Jakarta - Cikampek Siang Ini

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:17 WIB

Puncak Arus Balik Diperkirakan Hari Ini, Pemudik Diminta Optimalkan WFA

Puncak Arus Balik Diperkirakan Hari Ini, Pemudik Diminta Optimalkan WFA

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 12:23 WIB

Mulai Nego dengan Trump, Iran Buka Selat Hormuz Tapi Tetapkan Tarif Rp34 Miliar per Kapal

Mulai Nego dengan Trump, Iran Buka Selat Hormuz Tapi Tetapkan Tarif Rp34 Miliar per Kapal

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 12:10 WIB

285 Ribu Pemudik Diprediksi Balik ke Jabodetabek Via Jalan Tol Hari Ini

285 Ribu Pemudik Diprediksi Balik ke Jabodetabek Via Jalan Tol Hari Ini

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 11:03 WIB